Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Regulasi Lemah Hambat Perdagangan Karbon Indonesia

Regulasi Lemah Hambat Perdagangan Karbon Indonesia

  • account_circle Reski
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 355
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com)-Indonesia memiliki peluang besar dalam perdagangan karbon Indonesia untuk mengendalikan pasar global berkat luasnya hutan tropis yang dimiliki. Namun, pemerintah belum memaksimalkan potensi ekonomi dari sektor ini.

Pakar kehutanan dari Universitas Palangka Raya, Aswin Usup, menilai negara-negara industri masih mendominasi sistem perdagangan karbon. Padahal, negara-negara tersebut tidak lagi memiliki hutan seluas Indonesia.

Aswin menegaskan bahwa Indonesia berisiko hanya menjadi penonton jika tidak segera memperkuat aturan. “Indonesia harus menetapkan aturan yang jelas agar bisa mengendalikan potensi karbonnya sendiri,” ujarnya.

Regulasi Lemah Hambat Efektivitas

Aswin menjelaskan bahwa pelaku pasar karbon global masih beroperasi tanpa standar yang benar-benar mengikat. Kondisi ini membuat pengawasan terhadap komitmen karbon dan penggunaan dana menjadi lemah.

Ia juga menyoroti birokrasi dan perusahaan yang belum mengelola dana karbon secara optimal. Banyak pihak tidak menyalurkan dana tersebut ke program prioritas seperti pencegahan kebakaran hutan dan restorasi lahan gambut.

“Pemerintah harus memastikan setiap dana karbon benar-benar mendukung pemulihan hutan,” tegasnya.

Penguatan sistem perdagangan karbon Indonesia menjadi kunci agar negara tidak hanya menjadi penyedia karbon, tetapi juga pengendali pasar global.

Posisi Tawar Indonesia Sangat Kuat

Indonesia memiliki hutan tropis luas yang tersebar di berbagai wilayah. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam menjaga keseimbangan iklim global.

Dunia membutuhkan peran Indonesia untuk menjaga karbon tetap tersimpan di dalam tanah. Karena itu, Indonesia sebenarnya memiliki posisi tawar tinggi dalam menentukan harga dan kebijakan karbon.

Tiga Langkah Prioritas

Aswin mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis agar dapat menguasai perdagangan karbon global:

  1. Membangun sistem audit transparan
    Pemerintah perlu memastikan pengawasan berjalan terbuka dan akuntabel.
  2. Menyalurkan dana hingga ke masyarakat
    Pemerintah harus mengarahkan dana karbon langsung ke masyarakat, terutama kelompok penjaga hutan seperti Masyarakat Peduli Api.
  3. Melakukan audit ekologis berbasis data
    Pemerintah wajib mengecek kondisi lapangan secara berkala untuk memastikan pemulihan hutan benar-benar terjadi.

Ancaman Kebakaran Gambut

Aswin mengingatkan bahwa kebakaran lahan gambut dapat melepaskan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer. Kondisi ini memperparah perubahan iklim global jika tidak segera ditangani.

Karena itu, pemerintah harus mengarahkan perdagangan karbon untuk mencegah kebakaran dan menjaga ekosistem gambut tetap basah.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur waida

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • banjir Sumatra tak jadi bencana nasional di Aceh

    Prabowo Tegaskan Negara Masih Mampu Tangani Banjir Sumatra, Tak Tetapkan Bencana Nasional

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Arin fahrul Sanjaya
    • visibility 524
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Banjir Sumatra tak jadi bencana nasional menjadi keputusan pemerintah pusat setelah menilai kapasitas negara dalam menangani dampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan negara masih memiliki sumber daya yang memadai. Prabowo menyatakan pemerintah pusat tetap mampu menangani bencana tersebut tanpa harus menaikkan status kebencanaan. […]

  • Ali Mazi saat Munas KKST di Ancol Jakarta

    Munas KKST: Ali Mazi Gaungkan Semangat Persatuan Dan Persaudaraan

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 784
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Musyawarah Nasional (Munas) Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) berlangsung khidmat dan meriah di kawasan Ancol, Jakarta. Pada kesempatan ini, ribuan perantau asal Sulawesi Tenggara dari berbagai daerah hadir dan berpartisipasi aktif. Dengan demikian, Munas menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi serta solidaritas warga Sultra di perantauan. Dalam sambutannya, pendiri KKST, Ali Mazi, […]

  • Anggota Ombudsman RI Disetujui DPR untuk Periode 2026–2031

    Anggota Ombudsman RI Disetujui DPR untuk Periode 2026–2031

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – DPR RI menyetujui Anggota Ombudsman RI periode 2026–2031 dalam Rapat Paripurna ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026. Keputusan ini mengakhiri seluruh tahapan seleksi yang Komisi II DPR RI laksanakan melalui uji kelayakan dan kepatutan. Rapat Paripurna DPR RI menyepakati sembilan nama calon Ombudsman untuk masa jabatan lima tahun. Wakil Ketua DPR […]

  • Penambangan Ilegal Gunung Botak di Kabupaten Buru Maluku

    KPIT : Penambangan Ilegal Gunung Botak Bukan Sekadar Persoalan Hukum, Tetapi Ancaman Serius terhadap Masa Depan Pulau Buru

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 548
    • 15Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Ketua Komite Pemuda Indonesia Timur (KPIT), Ichi Amahoru, menilai persoalan penambangan emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, telah berkembang menjadi krisis multidimensi yang tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai pelanggaran hukum semata. Menurutnya, aktivitas pertambangan tanpa izin telah berdampak pada kerusakan lingkungan, melemahkan kewibawaan negara, mengancam keselamatan masyarakat, hingga berpotensi […]

  • Iran dukung ketahanan pangan dan energi Indonesia melalui kerja sama diplomatik

    Iran Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Energi Indonesia, Sejalan Visi Astacita

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 377
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Iran dukung ketahanan energi Indonesia melalui kerja sama konkret di sektor energi dan pangan. Dukungan ini sejalan dengan visi Astacita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian energi dan pangan sebagai agenda strategis nasional. Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan perusahaan-perusahaan Iran siap bekerja sama langsung dengan mitra […]

  • Evakuasi ATR 42 Pangkep Libatkan H225M dan Boeing TNI AU

    Evakuasi ATR 42 Pangkep Libatkan H225M dan Boeing TNI AU

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Evakuasi ATR 42 Pangkep terus berlangsung di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara mengerahkan helikopter H225M Caracal dan pesawat Boeing guna mempercepat pencarian korban serta pengangkutan puing pesawat. Kepala Dinas Penerangan TNI AU, I Nyoman Suadnyana, menyatakan komando segera mengirim unsur udara setelah menerima laporan kecelakaan. […]

expand_less