Breaking News
light_mode
Beranda » Teknologi » Digitalisasi Lebih Dulu, Bukan Sekadar Kejar AI: Strategi Indonesia Hadapi Otomatisasi Dini

Digitalisasi Lebih Dulu, Bukan Sekadar Kejar AI: Strategi Indonesia Hadapi Otomatisasi Dini

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 394
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) — Dorongan global untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) terus menguat. Banyak negara berlomba menerapkan teknologi ini demi efisiensi. Namun, bagi Indonesia, kecepatan bukan satu-satunya jawaban.

Sejumlah pengamat menilai Indonesia perlu bertindak hati-hati. Karena itu, adopsi AI harus berjalan seiring penguatan fondasi digital. Tanpa kesiapan institusi dan tenaga kerja, otomatisasi justru berpotensi menimbulkan masalah sosial dan ekonomi.

Indonesia memiliki sekitar 280 juta penduduk. Sementara itu, bonus demografi diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030–2035. Setiap tahun, sekitar 2–3 juta penduduk usia kerja masuk ke pasar tenaga kerja.

Namun, pertumbuhan lapangan kerja formal masih terbatas. Akibatnya, lebih dari 55 persen tenaga kerja bertahan di sektor informal. Kondisi ini membuat pasar kerja lebih rentan terhadap percepatan teknologi.

Risiko Otomatisasi di Berbagai Sektor

Di sektor perbankan, lembaga keuangan menggunakan chatbot dan sistem analitik berbasis AI. Teknologi ini memang meningkatkan efisiensi layanan. Namun, penerapan luas dapat mengurangi kebutuhan tenaga administrasi.

Selain itu, sektor ritel modern mulai mengandalkan kasir otomatis dan sistem inventori cerdas. Dengan demikian, peran kasir dan staf gudang semakin menyusut. Di manufaktur, perusahaan memanfaatkan robot industri dan sistem prediktif. Akibatnya, permintaan tenaga kerja semi-terampil ikut menurun.

Tanpa kebijakan transisi, otomatisasi dapat memperlebar kesenjangan. Oleh karena itu, pasar kerja berisiko terpolarisasi antara pekerjaan berupah tinggi dan pekerjaan informal berupah rendah.

Fondasi Digital Masih Lemah

Masalah utama tidak terletak pada teknologi AI. Sebaliknya, tantangan terbesar muncul dari kesiapan institusi. Pemerintah telah mendorong digitalisasi melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan integrasi data kependudukan.

Namun, banyak kementerian dan lembaga masih mengelola data secara terpisah. Akibatnya, interoperabilitas belum berjalan optimal. Di sisi lain, tata kelola data pribadi masih memerlukan penguatan.

Pengalaman penyaluran bantuan sosial selama pandemi COVID-19 menunjukkan lemahnya sinkronisasi data. Karena itu, banyak warga miskin tidak tercatat, sementara penerima ganda tetap muncul.

Jika pemerintah mengotomatisasi proses ini sepenuhnya, dampaknya bisa lebih luas. Dengan demikian, kesalahan algoritma akan sulit dikoreksi tanpa mekanisme banding yang kuat. Dalam skala nasional, kesalahan tersebut berpotensi memicu ketidakadilan sistemik.

Produktivitas dan Risiko Ketergantungan

Indonesia juga menghadapi tantangan produktivitas. Dalam satu dekade terakhir, pertumbuhan produktivitas tenaga kerja stagnan di kisaran 3–4 persen per tahun. Sementara itu, angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelum 2010.

Tanpa reformasi struktural, AI hanya menambah lapisan teknologi. Oleh sebab itu, efisiensi jangka pendek tidak otomatis menciptakan mesin pertumbuhan baru.

Di sisi lain, Indonesia masih bergantung pada teknologi global. Infrastruktur komputasi awan dan model AI generatif sebagian besar berasal dari luar negeri. Akibatnya, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar pengguna dan pemasok data.

Pengamat menilai Indonesia perlu menempatkan digitalisasi sebagai tahap awal pembangunan AI. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat tata kelola data, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengembangkan industri digital domestik.

Dengan pendekatan bertahap, AI dapat menjadi alat pembangunan. Sebaliknya, tanpa fondasi kuat, otomatisasi justru berpotensi menciptakan ketimpangan baru.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hilirisasi Riset BRMP Didorong Komisi IV DPR RI untuk Petani

    DPR RI Dorong Inovasi BRMP Diterapkan hingga Tingkat Petani

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 724
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Komisi IV DPR RI mendorong agar inovasi dan riset Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dapat dimanfaatkan langsung oleh petani. Komisi menilai hasil riset tidak boleh berhenti di laboratorium. Dorongan tersebut muncul dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke BRMP Hortikultura di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/1). Dalam kunjungan […]

  • blokade Selat Hormuz kapal tanker minyak

    Gangguan Selat Hormuz: AS Hentikan Pengiriman Minyak

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Gangguan Selat Hormuz langsung menghentikan arus pengiriman minyak global setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak Senin pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB. Kebijakan ini memicu ketegangan baru di jalur energi dunia. Kapal-kapal tanker yang sebelumnya masih beroperasi terbatas kini menghentikan perjalanan. Sejumlah kapal bahkan memutar balik […]

  • IDF serang Teheran dengan operasi udara menargetkan kompleks pemerintahan

    IDF Serang Teheran dan Targetkan Kantor Pejabat Tinggi Iran

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 397
    • 0Komentar

    TEHERAN, (duasatunews.com)– IDF serang Teheran dengan menargetkan kantor pejabat tertinggi Iran sejak Senin malam hingga Selasa, 2–3 Maret 2026. Angkatan Udara Israel menggempur sejumlah gedung pemerintah di pusat ibu kota Iran dalam operasi militer yang mereka klaim berbasis informasi intelijen. Pasukan Israel Defense Forces mengerahkan jet tempur untuk menghantam fasilitas di kompleks kepemimpinan Iran. Pilot […]

  • rupiah tembus Rp17.000 terhadap dolar AS di pasar keuangan Indonesia

    Rupiah Tembus Rp17.000 Imbas Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 442
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Rupiah tembus Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (9/3/2026). Kondisi ini memicu tekanan di pasar keuangan Indonesia dan meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar. Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik di kawasan tersebut mendorong investor global mencari aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS […]

  • KM Cahaya Intan Celebes tenggelam di Perairan Poleang Bombana

    KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di Perairan Bombana

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 508
    • 0Komentar

    BOMBANA, (duasatunews.com) – KM Cahaya Intan tenggelam di Perairan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (14/2/2026). Sejak awal pelayaran, kapal motor GT 44 itu melayani rute Pelabuhan Bajoe, Kota Bone, menuju Pelabuhan Boepinang. Selain itu, kapal membawa 13 penumpang dan tujuh awak kapal. Namun demikian, seluruh penumpang dan kru selamat dari insiden tersebut. Humas […]

  • investasi Prabowo Korsel pertemuan bisnis Indonesia Korea

    Prabowo Bawa Investasi Rp173 Triliun dari Kunjungan ke Korea

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Prabowo Bawa Investasi senilai Rp173 triliun dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan. Nilai tersebut berasal dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pelaku bisnis kedua negara sebesar 10,2 miliar dolar AS. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan capaian tersebut usai menghadiri forum Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul. […]

expand_less