Breaking News
light_mode
Beranda » Teknologi » Digitalisasi Lebih Dulu, Bukan Sekadar Kejar AI: Strategi Indonesia Hadapi Otomatisasi Dini

Digitalisasi Lebih Dulu, Bukan Sekadar Kejar AI: Strategi Indonesia Hadapi Otomatisasi Dini

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 408
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) — Dorongan global untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) terus menguat. Banyak negara berlomba menerapkan teknologi ini demi efisiensi. Namun, bagi Indonesia, kecepatan bukan satu-satunya jawaban.

Sejumlah pengamat menilai Indonesia perlu bertindak hati-hati. Karena itu, adopsi AI harus berjalan seiring penguatan fondasi digital. Tanpa kesiapan institusi dan tenaga kerja, otomatisasi justru berpotensi menimbulkan masalah sosial dan ekonomi.

Indonesia memiliki sekitar 280 juta penduduk. Sementara itu, bonus demografi diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030–2035. Setiap tahun, sekitar 2–3 juta penduduk usia kerja masuk ke pasar tenaga kerja.

Namun, pertumbuhan lapangan kerja formal masih terbatas. Akibatnya, lebih dari 55 persen tenaga kerja bertahan di sektor informal. Kondisi ini membuat pasar kerja lebih rentan terhadap percepatan teknologi.

Risiko Otomatisasi di Berbagai Sektor

Di sektor perbankan, lembaga keuangan menggunakan chatbot dan sistem analitik berbasis AI. Teknologi ini memang meningkatkan efisiensi layanan. Namun, penerapan luas dapat mengurangi kebutuhan tenaga administrasi.

Selain itu, sektor ritel modern mulai mengandalkan kasir otomatis dan sistem inventori cerdas. Dengan demikian, peran kasir dan staf gudang semakin menyusut. Di manufaktur, perusahaan memanfaatkan robot industri dan sistem prediktif. Akibatnya, permintaan tenaga kerja semi-terampil ikut menurun.

Tanpa kebijakan transisi, otomatisasi dapat memperlebar kesenjangan. Oleh karena itu, pasar kerja berisiko terpolarisasi antara pekerjaan berupah tinggi dan pekerjaan informal berupah rendah.

Fondasi Digital Masih Lemah

Masalah utama tidak terletak pada teknologi AI. Sebaliknya, tantangan terbesar muncul dari kesiapan institusi. Pemerintah telah mendorong digitalisasi melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan integrasi data kependudukan.

Namun, banyak kementerian dan lembaga masih mengelola data secara terpisah. Akibatnya, interoperabilitas belum berjalan optimal. Di sisi lain, tata kelola data pribadi masih memerlukan penguatan.

Pengalaman penyaluran bantuan sosial selama pandemi COVID-19 menunjukkan lemahnya sinkronisasi data. Karena itu, banyak warga miskin tidak tercatat, sementara penerima ganda tetap muncul.

Jika pemerintah mengotomatisasi proses ini sepenuhnya, dampaknya bisa lebih luas. Dengan demikian, kesalahan algoritma akan sulit dikoreksi tanpa mekanisme banding yang kuat. Dalam skala nasional, kesalahan tersebut berpotensi memicu ketidakadilan sistemik.

Produktivitas dan Risiko Ketergantungan

Indonesia juga menghadapi tantangan produktivitas. Dalam satu dekade terakhir, pertumbuhan produktivitas tenaga kerja stagnan di kisaran 3–4 persen per tahun. Sementara itu, angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelum 2010.

Tanpa reformasi struktural, AI hanya menambah lapisan teknologi. Oleh sebab itu, efisiensi jangka pendek tidak otomatis menciptakan mesin pertumbuhan baru.

Di sisi lain, Indonesia masih bergantung pada teknologi global. Infrastruktur komputasi awan dan model AI generatif sebagian besar berasal dari luar negeri. Akibatnya, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar pengguna dan pemasok data.

Pengamat menilai Indonesia perlu menempatkan digitalisasi sebagai tahap awal pembangunan AI. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat tata kelola data, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengembangkan industri digital domestik.

Dengan pendekatan bertahap, AI dapat menjadi alat pembangunan. Sebaliknya, tanpa fondasi kuat, otomatisasi justru berpotensi menciptakan ketimpangan baru.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jusuf Kalla menyoroti stabilitas ekonomi global dan dampaknya terhadap Indonesia

    Stabilitas Ekonomi Global Jadi Sorotan Jusuf Kalla

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 374
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Jusuf Kalla berharap pemerintah menjaga stabilitas ekonomi global agar tidak menekan perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya konflik internasional. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu menyampaikan pernyataan tersebut setelah acara buka puasa dan Shalat Tarawih bersama pengurus serta anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Acara berlangsung di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, […]

  • AS keluar organisasi internasional setelah kebijakan Gedung Putih

    Kebijakan AS terhadap Organisasi Global Dinilai Berdampak Luas

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 636
    • 0Komentar

    KAIRO, duasatunews.com — Kebijakan AS terhadap organisasi global berpotensi membawa dampak luas bagi negara berkembang dan tatanan sistem internasional. Karena itu, arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat menarik perhatian pengamat hubungan internasional, terutama soal pendanaan dan efektivitas lembaga internasional. Artikel terkait dinamika kebijakan luar negeri Amerika Serikat dapat dibaca di kanal Hubungan Internasional duasatunews.com. Dampak […]

  • kontrak media DPRD Konawe disorot aktivis nasional

    Mantan Aktivis Nasional Dorong Pembatasan Freedom of Contract dalam Kontrak Media DPRD Konawe

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1.118
    • 0Komentar

    Konawe, duasatunews.com – Isu kontrak media di lingkungan DPRD Konawe kembali memantik perhatian publik. Kali ini, Mubarak, mantan aktivis nasional 2009 yang terlibat dalam aksi besar Bail-Out Bank Century, secara tegas meminta pembatasan asas kebebasan berkontrak (freedom of contract) dalam pengelolaan kerja sama media di Sekretariat DPRD Konawe. Kontrak Media Wajib Berpihak pada Kepentingan Publik […]

  • Pembangunan IKN sebagai Ibu Kota Politik Indonesia

    Pembangunan IKN sebagai Ibu Kota Politik Indonesia

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pemerintah menjadikan pembangunan IKN di Kalimantan Timur sebagai kebijakan strategis nasional. Melalui kebijakan ini, pemerintah memperkuat tata kelola pemerintahan, mendorong pemerataan pembangunan, serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Pemerintah juga memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara secara bertahap dan terencana agar selaras dengan arah pembangunan jangka panjang nasional. Selain berfungsi sebagai […]

  • Ed Sheeran herpes zoster dengan kondisi terbaru

    Ed Sheeran Herpes Zoster, Sempat Sakit Sebulan Kini Membaik

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Musisi asal Inggris Ed Sheeran mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami gangguan kesehatan akibat herpes zoster dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyampaikan hal tersebut melalui media sosial saat membagikan berbagai perubahan dalam hidupnya. Dalam pernyataannya, Ed Sheeran menyebut bahwa ia mengalami herpes zoster selama sekitar satu bulan. Ia menggambarkan kondisi tersebut cukup mengganggu, […]

  • Salip Apple, Alphabet Jadi Perusahaan dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar Kedua Dunia

    Salip Apple, Alphabet Jadi Perusahaan dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar Kedua Dunia

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Alphabet salip Apple dan menempati posisi sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia. Induk Google ini kini berada tepat di bawah Nvidia, yang masih memimpin daftar perusahaan teknologi global. Pencapaian ini memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang Alphabet Inc., terutama pada pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sejumlah […]

expand_less