Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Jepang Pastikan Wilayahnya Aman
- account_circle Retanto
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : ilustrasi Foto ilustrasi peluncuran rudal balistik Korea Utara.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,(Duasatunews.com)– Rudal Balistik Korut kembali memicu perhatian dunia setelah Korea Utara menembakkan sedikitnya satu rudal pada Kamis (6/8). Rudal Balistik Korut itu tidak memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang. Pemerintah Jepang juga memastikan tidak ada laporan kerusakan pada kapal maupun pesawat.
Kementerian Pertahanan Jepang mencatat peluncuran terjadi sekitar pukul 17.02 waktu setempat. Berdasarkan pemantauan awal, rudal tersebut jatuh di perairan lepas pantai timur Korea Utara.
Militer Korea Selatan juga mendeteksi peluncuran itu. Rudal berangkat dari wilayah Wonsan di pesisir timur Korea Utara. Hingga kini, Seoul masih menganalisis jenis dan kemampuan rudal tersebut.
Jepang Ajukan Protes kepada Korea Utara
Pemerintah Jepang segera menyampaikan protes kepada Pyongyang. Tokyo menilai peluncuran rudal itu mengganggu stabilitas keamanan kawasan.
Jepang juga menegaskan bahwa tindakan Korea Utara melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Resolusi tersebut melarang Pyongyang mengembangkan dan menguji rudal balistik.
Meski demikian, pemerintah memastikan peluncuran itu tidak menimbulkan dampak langsung bagi wilayah Jepang.
Peluncuran Terjadi Menjelang Latihan Militer
Peluncuran rudal berlangsung menjelang latihan militer gabungan Ulchi Freedom Shield antara Amerika Serikat dan Korea Selatan. Kedua negara menjadwalkan latihan itu berlangsung pada bulan ini.
Selama bertahun-tahun, Korea Utara selalu menolak latihan tersebut. Pyongyang menganggap kegiatan itu sebagai simulasi perang dan persiapan invasi terhadap negaranya.
Korea Utara Terus Kembangkan Persenjataan
Dalam beberapa bulan terakhir, Korea Utara terus meningkatkan kemampuan militernya. Pada akhir Juni, Kim Jong Un meninjau uji coba sejumlah sistem persenjataan.
Uji coba itu meliputi peluncur roket ganda dan hulu ledak rudal balistik taktis. Informasi tersebut disampaikan media pemerintah Korea Utara.
Sebelumnya, pada 26 Mei, militer Korea Selatan juga mendeteksi peluncuran beberapa proyektil dari pantai barat Korea Utara. Sebagian proyektil merupakan rudal balistik jarak pendek.
Hingga berita ini diterbitkan, Jepang dan Korea Selatan masih memantau perkembangan situasi. Kedua negara belum melaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat peluncuran rudal tersebut.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda
