Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » KLH/BPLH Serahkan Penegakan Hukum Pidana 28 Perusahaan Kawasan Hutan ke Bareskrim Polri

KLH/BPLH Serahkan Penegakan Hukum Pidana 28 Perusahaan Kawasan Hutan ke Bareskrim Polri

  • account_circle Adrian moita
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 552
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Penegakan hukum lingkungan kembali menjadi perhatian pemerintah setelah Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyerahkan penanganan pidana terhadap 28 perusahaan pelanggar kawasan hutan kepada Bareskrim Polri.

Langkah ini menindaklanjuti keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mencabut izin usaha perusahaan-perusahaan tersebut. Sebelumnya, pemerintah menilai aktivitas perusahaan berkontribusi terhadap banjir di sejumlah wilayah Sumatra. Oleh karena itu, pemerintah mempercepat proses hukum lintas sektor.

Bareskrim Tangani Proses Pidana Perusahaan

Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Rizal Rawan, menegaskan bahwa Bareskrim Polri menangani langsung seluruh proses pidana. Dengan demikian, KLH/BPLH tidak menjalankan penyidikan pidana.

“Bareskrim menangani pidana. Sementara itu, KLH/BPLH fokus pada penanganan non-pidana,” ujar Rizal saat konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Selain itu, pembagian peran ini mengikuti skema kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) agar penindakan berjalan cepat dan terkoordinasi.

Sanksi Administrasi dan Gugatan Perdata Tetap Jalan

Meski Bareskrim menangani pidana, KLH/BPLH tetap menjatuhkan sanksi administratif. Di sisi lain, lembaga ini juga mengajukan gugatan perdata terhadap perusahaan pelanggar.

“Kami menjalankan seluruh instrumen hukum secara paralel,” kata Rizal. Artinya, pemerintah tidak menghentikan satu pun proses hukum.

Dengan pendekatan ini, pemerintah mendorong efek jera yang lebih kuat. Akibatnya, perusahaan tidak dapat menghindari tanggung jawab atas dampak aktivitasnya.

Kajian Ahli BRIN dan IPB Perkuat Dasar Hukum

Untuk memperkuat dasar hukum, KLH/BPLH menurunkan tim ahli ke wilayah terdampak bencana di Sumatra. Hasil kajian tim menunjukkan indikasi kerusakan lingkungan akibat aktivitas perusahaan.

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terlibat langsung dalam penelitian lapangan. Sementara itu, akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyampaikan analisis ilmiah.

Temuan tersebut memberi dasar kuat bagi pemerintah untuk melanjutkan proses hukum.

Presiden Cabut Izin Usai Terima Laporan Satgas

Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan setelah menerima laporan Satgas PKH. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keputusan itu setelah rapat terbatas yang berlangsung secara daring dari London, Inggris, Senin (19/1).

Dalam rapat tersebut, Satgas PKH memaparkan hasil audit dan investigasi. Selain itu, tim juga melaporkan pelanggaran di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Lebih dari Satu Juta Hektare Kawasan Masuk Evaluasi

Dari total 28 perusahaan, sebanyak 22 perusahaan menguasai PBPH. Total luas konsesi mereka mencapai 1.010.592 hektare.

Sementara itu, enam perusahaan lain bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, dan pemanfaatan hasil hutan kayu. Satgas PKH mengevaluasi seluruh aktivitas tersebut dalam rangka pengawasan kawasan hutan.

Pengawasan Kawasan Hutan Jadi Fokus Pemerintah

Ke depan, pemerintah menegaskan komitmen untuk menertibkan pemanfaatan kawasan hutan. Untuk itu, pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga melalui Satgas PKH.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, pemerintah menargetkan pencegahan kerusakan lingkungan berulang. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan menekan risiko bencana di wilayah rawan.

  • Penulis: Adrian moita
  • Editor: Nur Endana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi pemuda Sulawesi Tenggara menjaga lingkungan

    Cerita Pemuda Sulawesi Tenggara: Dari Tanah Anoa untuk Keadilan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 650
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pemuda di Sultra tumbuh berdampingan dengan alam yang kaya dan masyarakat yang hidup sederhana. Sejak lama, dari pesisir hingga pegunungan Tanah Anoa, mereka menyaksikan langsung bagaimana tanah, laut, dan hutan menopang kehidupan sehari-hari. Namun demikian, di balik kekayaan alam tersebut, persoalan ketidakadilan dan kerusakan lingkungan terus menguji harapan generasi muda. Tumbuh dari […]

  • Amnesti Warga Binaan 2026 diumumkan Menteri Imipas Agus Andrianto di Lapas Nusakambangan

    Prabowo Siapkan Amnesti HUT RI, Warga Binaan di Bawah 35 Tahun Berpeluang Dapat Pengampunan

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan pemberian amnesti bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada peringatan HUT Ke-81 RI, 17 Agustus 2026. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyampaikan informasi tersebut saat menghadiri peluncuran nasional skrining tuberkulosis (TBC) di Lapas Kelas IIA Ngaseman, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Senin. Agus mengatakan pemerintah memprioritaskan warga binaan berusia […]

  • OTT KPK Banjarmasin terkait dugaan korupsi restitusi pajak

    OTT KPK Banjarmasin Terkait Dugaan Korupsi Restitusi Pajak

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — OTT KPK Banjarmasin kembali menegaskan langkah tegas Komisi Pemberantasan Korupsi dalam mengawasi sektor perpajakan. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, karena dugaan korupsi restitusi pajak. Komisi Pemberantasan Korupsi segera membenarkan operasi tersebut. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyampaikan konfirmasi […]

  • ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN AI TERHADAP PRODUKTIVITAS MANUSIA

    ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN AI TERHADAP PRODUKTIVITAS MANUSIA

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 714
    • 0Komentar

    Jakarta,duasatunews.com – Produktivitas manusia di era AI mengalami peningkatan signifikan seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Artificial Intelligence (AI) membantu manusia bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih akurat di berbagai sektor. Namun, di balik manfaat tersebut, teknologi ini juga menghadirkan tantangan yang perlu diantisipasi secara serius. Produktivitas Manusia di Era AI Meningkat Drastis AI mendorong […]

  • jaringan listrik PLN di Konawe Utara tidak stabil"

    IPMKU Jakarta Desak PLN Pusat Segera Tangani Keluhan Listrik Tidak Stabil di Konawe Utara

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 628
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com —  Ikatan Pemuda Mahasiswa Konawe Utara–Jakarta (IPMKU Jakarta) mendesak PT PLN (Persero) pusat agar segera menangani keluhan listrik tidak stabil di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Warga menyampaikan laporan gangguan listrik yang terus berulang dalam beberapa waktu terakhir. Ketua Umum IPMKU Jakarta, Pandi Bastian, menyebut kondisi tersebut telah meresahkan masyarakat. Gangguan listrik menghambat […]

  • Prabowo panggil menteri ekonomi ke Hambalang membahas perundingan internasional

    Prabowo Panggil Airlangga–Purbaya ke Hambalang, Fokuskan Arah Perundingan Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 427
    • 0Komentar

    JAKARTA,duasatunews.com – Ketidakpastian ekonomi global kembali menekan arah kebijakan nasional. Di tengah kondisi itu, Presiden Prabowo Subianto memanggil para menteri ekonomi ke kediamannya di Hambalang, Bogor. Pertemuan ini menandai langkah awal pemerintah dalam menentukan posisi Indonesia di arena perundingan internasional. Isu ini mengemuka karena Indonesia akan menghadapi sejumlah negosiasi ekonomi penting dalam waktu dekat. Pemerintah […]

expand_less