Shutdown Bandara AS Picu Antrean Panjang
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 23 Mar 2026
- visibility 109
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Sejumlah penumpang pesawat udara saat berada di ruang cek in tiket di terminal keberangkatan Bandara Internasional
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Washington, (duasatunews.com) – Shutdown bandara AS memicu gangguan besar pada operasional penerbangan setelah sebagian layanan pemerintah berhenti.
Bandara di seluruh Amerika Serikat mengalami antrean panjang di pos pemeriksaan keamanan. Banyak penumpang menghadapi penundaan hingga penerbangan terlewat akibat kondisi tersebut.
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyatakan gangguan terjadi secara luas. Dalam pernyataan di media sosial, lembaga itu menyebut antrean berlangsung berjam-jam.
“Bandara dari ujung ke ujung AS mengalami penundaan besar dan antrean keamanan berjam-jam,” tulis DHS.
Dampak Shutdown Bandara AS pada Operasional
Shutdown yang berlangsung lebih dari 40 hari berdampak langsung pada sistem keamanan penerbangan. Unit yang paling terdampak adalah Transportation Security Administration (TSA).
Banyak petugas TSA belum menerima gaji selama berminggu-minggu. Kondisi ini membuat sebagian staf tidak bekerja secara optimal.
Akibatnya, kapasitas pemeriksaan menurun. Antrean di bandara menjadi semakin panjang dan sulit dikendalikan.
Selain itu, proses keberangkatan ikut terganggu. Penumpang harus menunggu lebih lama sebelum masuk ke area boarding.
Beberapa maskapai juga melaporkan keterlambatan jadwal. Bahkan, ada penumpang yang harus mengubah rencana perjalanan mereka.
Kondisi ini juga berdampak pada kenyamanan penumpang di terminal. Kepadatan meningkat di area tunggu karena proses pemeriksaan berjalan lambat.
Situasi tersebut turut memengaruhi operasional maskapai secara keseluruhan, termasuk penyesuaian jadwal dan peningkatan biaya operasional.
Langkah Pemerintah dan Upaya Penanganan
Menanggapi kondisi tersebut, Donald Trump mengambil langkah darurat dengan mengerahkan agen dari Immigration and Customs Enforcement (ICE).
Agen ICE akan membantu pengamanan di bandara mulai 23 Maret. Pemerintah berharap langkah ini dapat mempercepat proses pemeriksaan dan mengurangi antrean.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai langkah tersebut hanya bersifat sementara. Mereka menekankan perlunya solusi jangka panjang agar operasional tetap berjalan stabil.
Para pengamat juga menilai bahwa stabilitas layanan publik sangat bergantung pada kesinambungan kebijakan pemerintah. Gangguan seperti ini berpotensi menimbulkan efek berantai pada sektor ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sektor transportasi udara memiliki peran vital dalam aktivitas nasional. Karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu menjaga layanan tetap berjalan dalam berbagai kondisi.
Selain itu, koordinasi antarinstansi juga dinilai penting untuk memastikan pelayanan publik tetap optimal di tengah situasi darurat.
Sumber: Sputnik
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
