Transaksi Rupiah–Yuan Melejit, Indonesia–China Catat LCT US$2,7 Miliar dalam Sebulan
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- visibility 131
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan paparan pada acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Duasatunews.com — LCT RI China yuan melonjak tajam pada akhir 2025. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi perdagangan Indonesia–China berbasis mata uang lokal mencapai US$2,7 miliar hanya dalam satu bulan, yakni Desember 2025. Angka ini jauh melampaui rata-rata transaksi bulanan sebelumnya yang berada di kisaran US$1 miliar.
Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menilai capaian tersebut menandai perubahan nyata dalam pola transaksi internasional Indonesia. Menurutnya, pelaku usaha kini semakin aktif menggunakan skema local currency transaction sebagai alternatif pembayaran lintas negara.
“Transaksi dengan Tiongkok terus meningkat. Bahkan, dalam satu bulan saja nilainya sudah mencapai US$2,7 miliar,” ujar Destry saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Kamis (19/2/2026).
Selain itu, Bank Indonesia terus mendorong pemanfaatan LCT RI China yuan sebagai strategi jangka panjang. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat. Karena itu, BI menilai LCT mampu menekan risiko eksternal saat pasar global bergejolak.
Pendalaman Pasar Rupiah–Yuan
Sementara itu, Destry menjelaskan bahwa Bank Indonesia memperdalam pasar valuta asing rupiah–yuan secara bertahap. BI meningkatkan likuiditas pasar dan memperluas instrumen transaksi. Di sisi lain, BI juga memperkuat peran perbankan nasional.
“Kami ingin transaksi bilateral tidak selalu bergantung pada dolar. Oleh karena itu, kami terus menambah pasokan yuan di pasar valas,” jelasnya.
Manfaat Langsung bagi Dunia Usaha
China menjadi salah satu mitra dagang terbesar Indonesia. Karena itu, penguatan LCT RI China yuan memberi manfaat langsung bagi eksportir dan importir. Pelaku usaha dapat menekan biaya konversi valuta asing. Selain itu, proses pembayaran menjadi lebih cepat.
Di sisi lain, penggunaan mata uang lokal juga memberi kepastian nilai tukar. Hal ini membantu pelaku usaha menyusun perencanaan keuangan yang lebih stabil. Ke depan, Bank Indonesia optimistis adopsi LCT akan terus meningkat sepanjang 2026 seiring dukungan kebijakan dan kesiapan infrastruktur pembayaran.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://www.bi.go.id

Saat ini belum ada komentar