Terbongkarnya 21 Situs Judol dan Bertumpuk-tumpuk Uang Rp 96,7 Miliar
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- visibility 248
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com — Pengungkapan judi online kembali menyorot besarnya dampak kejahatan digital terhadap publik. Kali ini, polisi menyita uang dan aset senilai Rp96,7 miliar dari jaringan judi online, angka yang sekaligus menunjukkan skala kerugian masyarakat akibat praktik ilegal tersebut.
Pengungkapan Judi Online Jadi Alarm Kejahatan Digital
Saat transaksi digital semakin meluas, judi online ikut menyusup ke ruang privat warga. Karena itu, pengungkapan judi online ini menjadi penting untuk membaca arah ancaman kejahatan siber. Selain merugikan pemain, praktik ini juga membuka ruang pencucian uang dan penyalahgunaan sistem keuangan digital.
Polisi Membongkar Jaringan 21 Situs Judi Online
Dalam pengungkapan judi online tersebut, Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Siber membongkar jaringan yang terhubung dengan 21 situs. Pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (7/1/2026), penyidik memperlihatkan uang tunai sitaan pecahan Rp50.000 dan Rp100.000. Selain uang, polisi juga menyita perangkat elektronik, rekening bank, kartu ATM, buku tabungan, serta akun dompet digital.
Modus Berlapis untuk Menyamarkan Aliran Dana
Menurut penyidik, pengungkapan judi online ini berawal dari laporan masyarakat. Selanjutnya, polisi menguatkan temuan melalui patroli siber intensif. Pelaku mengelola situs judi online dan melakukan akses ilegal ke sistem elektronik. Pada saat yang sama, mereka memecah aliran dana ke banyak rekening. Bahkan, mereka memakai identitas pihak lain agar jejak transaksi sulit dilacak.
Respons Publik: Apresiasi Disertai Kritik
Di satu sisi, publik mengapresiasi penyitaan aset bernilai besar dalam pengungkapan judi online ini. Namun, di sisi lain, kritik tetap mengemuka. Banyak pihak menilai praktik judi online terus berulang karena aparat belum sepenuhnya menyentuh pengendali utama jaringan dan jalur keuangan inti.
Dampak Nyata bagi Masyarakat dan Daerah
Jika aliran dana tidak diputus secara menyeluruh, judi online berpotensi terus merugikan masyarakat. Akibatnya, kerugian ekonomi rumah tangga bisa meningkat. Selain itu, kejahatan turunan berisiko berkembang. Meski demikian, daerah dengan akses internet tinggi justru menjadi wilayah paling rentan.
Pengembangan Perkara Masih Berjalan
Saat ini, polisi telah menetapkan sejumlah tersangka dengan peran berbeda, mulai dari pengelola situs hingga penampung dana. Selanjutnya, penyidik menjerat mereka dengan Undang-Undang ITE dan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang. Karena itu, aparat memastikan pengungkapan judi online akan terus dikembangkan, termasuk untuk menelusuri kemungkinan jaringan lintas negara.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://duasatunews.com/hukum/bareskrim-bongkar-judi-online-rp967-miliar

Saat ini belum ada komentar