Penghinaan terhadap Suku Tolaki di Media Sosial
- account_circle Brian putra
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 474
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ket: brian putra salah satu mahasiswa pemuda sulawesi tenggara (sultra).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — Kami menyoroti beredarnya unggahan di media sosial Facebook yang memuat dugaan penghinaan terhadap Suku Tolaki. Unggahan tersebut memicu perhatian publik karena menyentuh isu sensitif yang berkaitan langsung dengan identitas suku, martabat masyarakat adat, dan nilai kebhinekaan bangsa, Selasa (6/1/2025).
Suku Tolaki memegang peran penting dalam sejarah dan kekayaan budaya Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara. Masyarakat Tolaki menjaga nilai adat, bahasa, dan tradisi sebagai bagian dari jati diri bangsa. Oleh karena itu, pernyataan yang merendahkan Suku Tolaki melukai martabat masyarakat adat dan merusak semangat persatuan nasional. Sikap tersebut juga bertentangan dengan prinsip saling menghormati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selanjutnya, kami mengecam keras segala bentuk ujaran yang menyerang identitas suku dan kelompok tertentu. Pelaku sering memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten provokatif demi menarik perhatian atau memancing emosi publik. Padahal, masyarakat membutuhkan ruang digital yang sehat, edukatif, dan bertanggung jawab. Konten bernada kebencian justru memperbesar potensi konflik sosial dan memperlebar jurang perpecahan.
Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. Kami meminta pengguna media sosial untuk menghentikan penyebaran ulang konten yang mengandung penghinaan terhadap Suku Tolaki. Selain itu, masyarakat perlu meningkatkan literasi digital agar mampu menyaring informasi secara kritis serta memahami dampak hukum dan sosial dari setiap unggahan.
Di sisi lain, aparat penegak hukum memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban umum. Aparat perlu menelusuri sumber unggahan dan menindak pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah tegas dan transparan akan memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah munculnya kasus serupa di kemudian hari.
Lebih jauh, peristiwa ini mengingatkan seluruh elemen bangsa akan pentingnya etika dalam bermedia sosial. Setiap warga negara memikul tanggung jawab untuk menghormati perbedaan dan menjaga harmoni sosial. Dengan menjunjung nilai kebhinekaan dan saling menghargai, masyarakat dapat memperkuat persatuan nasional serta merawat keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia.
oleh: Brian Putra
