Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Feny Tri Indah Kasim Soroti Dana Jamrek yang “Dilarikan” ke Pusat

Feny Tri Indah Kasim Soroti Dana Jamrek yang “Dilarikan” ke Pusat

  • account_circle Afs
  • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
  • visibility 772
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – 22 September 2025 Pengelolaan Dana Jamrek Sultra kembali menuai sorotan. Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta, Feny Tri Indah Kasim, mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang memusatkan Dana Jaminan Reklamasi (Jamrek) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurut Feny, dana reklamasi tambang seharusnya menjamin pemulihan lingkungan pascatambang di daerah penghasil. Namun, sentralisasi pengelolaan justru membuat pemerintah daerah kesulitan mengakses dana tersebut, sementara masyarakat lokal terus menanggung dampak pertambangan.

Kritik Sentralisasi Dana Jaminan Reklamasi

Feny menilai pemerintah pusat perlu mengubah pola pengelolaan Dana Jamrek Sultra agar lebih berpihak pada daerah. Ia menegaskan dana reklamasi bukan sekadar kewajiban administratif perusahaan, tetapi instrumen penting untuk memulihkan lingkungan yang rusak.

“Dana reklamasi tambang harus kembali ke daerah. Di sanalah kerusakan terjadi dan di sanalah pemulihan harus dilakukan,” tegas Feny, Senin (22/9/2025).

Dampak Tambang Dirasakan Langsung Masyarakat

Ia menjelaskan aktivitas pertambangan di Sulawesi Tenggara telah memicu lubang tambang terbuka, lahan kritis, serta pencemaran pesisir. Sedimentasi laut akibat tambang juga mengancam mata pencaharian nelayan lokal.

Isu ini sejalan dengan laporan berbagai organisasi lingkungan, termasuk JATAM (Jaringan Advokasi Tambang) dan WALHI, yang kerap menyoroti lemahnya reklamasi pascatambang di daerah penghasil mineral.

Desakan Transparansi Pengelolaan Dana Reklamasi

Feny mendesak pemerintah membuka data jumlah dana reklamasi yang telah dikumpulkan dari perusahaan tambang, khususnya di Sulawesi Tenggara. Ia menilai transparansi menjadi syarat utama pengawasan publik.

“Pemerintah harus menyampaikan secara terbuka jumlah dana yang terkumpul dan penggunaannya. Tanpa transparansi, masyarakat sulit memastikan reklamasi benar-benar berjalan,” ujarnya.

Ia merujuk pada regulasi reklamasi yang selama ini berada di bawah kewenangan Kementerian ESDM, namun dinilai belum memberikan dampak nyata di lapangan.

Dorongan Kembalikan Kewenangan ke Daerah

Selain transparansi, Feny mendorong pemerintah mengembalikan kewenangan pengelolaan dana reklamasi ke pemerintah daerah. Menurutnya, daerah lebih memahami kondisi geografis, sosial, dan lingkungan setempat.

“Kami mendesak Presiden Prabowo mengevaluasi kebijakan ini. Tata kelola pertambangan yang adil harus memberi ruang bagi daerah,” katanya.

Isu reklamasi tambang ini juga berkaitan dengan sejumlah laporan sebelumnya di duasatunews.com, seperti kerusakan lingkungan akibat tambang di Sultra dan ancaman sedimentasi tambang terhadap nelayan lokal.

Seruan Konsolidasi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil

Menutup pernyataannya, Feny mengajak mahasiswa, masyarakat sipil, dan organisasi lingkungan di Sulawesi Tenggara bersatu menuntut transparansi dan desentralisasi pengelolaan Dana Jamrek Sultra.

“Ini bukan hanya soal anggaran, tetapi soal masa depan lingkungan dan generasi Sultra. Kita tidak boleh diam,” pungkasnya.

Afs

Penulis

Update & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cadangan Beras Bulog Tembus 3 Juta Ton

    Cadangan Beras Bulog Tembus 3 Juta Ton

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pemerintah mengelola cadangan beras nasional yang kini melampaui 3 juta ton dan mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian tersebut saat memimpin pengarahan dalam retret kabinet dan taklimat awal tahun di Hambalang. Rekor Stok Beras Nasional Presiden Prabowo menyebut cadangan beras saat ini melampaui capaian swasembada pangan […]

  • Pejabat Pemprov DKI Jakarta mengimbau pelaku usaha untuk tidak panic buying LPG, dengan latar belakang Monas dan tabung LPG. Infografis menunjukkan pesan untuk menjaga kestabilan pasokan dan membeli LPG sesuai kebutuhan."

    “Pemprov Jakarta Imbau Pelaku Usaha Tidak Panic Buying LPG”

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Windi Anggraini
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Jakarta,{duasatunews.com} – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau pelaku usaha, seperti hotel, restoran, dan kafe, untuk tidak panic buying menyusul kenaikan harga LPG 12 kg dan 5,5 kg yang terjadi pada 18 April 2026. Kenaikan harga ini memengaruhi biaya operasional banyak pelaku usaha, terutama di sektor kuliner dan perhotelan. Pemprov DKI berharap pelaku usaha dapat bijak […]

  • “hukum sepekan, kasus Chromebook, Nadiem Makarim”

    Dinamika Hukum Sepekan: Dari Kasus Chromebook hingga Polemik Nobar Film

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 60
    • 1Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Sejumlah peristiwa hukum menarik perhatian publik sepanjang pekan ini. Kasus dugaan korupsi Chromebook yang menjerat mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menjadi isu paling menonjol. Selain itu, pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai soal larangan nobar film juga memicu perhatian masyarakat. Kejaksaan Agung menuntut Nadiem Makarim dengan hukuman 18 tahun penjara. Jaksa menilai Nadiem terlibat dalam dugaan […]

  • Aksi Mahasiswa Sultra di depan Kejaksaan Agung Republik Indonesia

    Aksi Mahasiswa Sultra Desak Kejagung Usut Dugaan Gubernur Sultra Dan Tambang

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Aksi Mahasiswa Sultra berlangsung di depan kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Senin (2/2/2026). Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu mendatangi Kejaksaan Agung untuk menyampaikan tuntutan penegakan hukum atas dugaan konflik kepentingan dan pelanggaran lingkungan dalam aktivitas pertambangan di Sulawesi Tenggara. Sejak awal aksi, mahasiswa menyampaikan tuntutan secara terbuka dan tertib. Mereka meminta aparat […]

  • Yuke Yurike menjelaskan anggaran pendidikan DKI Jakarta kepada wartawan

    Anggaran Pendidikan DKI Jakarta Rp19,75 Triliun, DPRD Targetkan Tekan Kemiskinan dan Kesenjangan

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) — Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menegaskan bahwa anggaran pendidikan DKI Jakarta menjadi kunci dalam menekan ketimpangan sosial dan memutus rantai kemiskinan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan total anggaran pendidikan sebesar Rp19,75 triliun pada 2026. Yuke menyatakan pemerintah harus memastikan setiap warga memperoleh akses pendidikan yang layak. Ia menekankan tidak […]

  • Leit Star PDIP Dianugerahkan Megawati kepada Enam Kader

    Leit Star PDIP Dianugerahkan Megawati kepada Enam Kader

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 327
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Leit Star PDIP menjadi simbol penghargaan bagi kader yang menunjukkan dedikasi panjang dan kontribusi nyata. Melalui penganugerahan ini, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri memberikan apresiasi kepada enam tokoh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berperan sebagai Kader Pelopor. Pada momen pembukaan, Megawati menyerahkan penghargaan tersebut secara langsung saat membuka Rakernas I PDIP di […]

expand_less