Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Indonesia Dipercaya Jadi Wakil Ketua Aliansi Global Pengentasan Kemiskinan Bentukan China

Indonesia Dipercaya Jadi Wakil Ketua Aliansi Global Pengentasan Kemiskinan Bentukan China

  • account_circle Reski
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com) – Indonesia resmi menjadi Wakil Ketua Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan atau Global Partnership for Poverty Alleviation and Development (GPPAD). China menggagas forum internasional tersebut untuk memperkuat kerja sama pengentasan kemiskinan dunia.

Penetapan itu berlangsung dalam rapat perdana komite GPPAD di Beijing, Rabu.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Ahmad Riza Patria mengatakan Indonesia memiliki visi yang sama dengan negara anggota lain. Karena itu, pemerintah ingin memperkuat pembangunan inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Indonesia meyakini pembangunan harus dimulai dari desa karena desa menjadi pusat produksi pangan dan ekonomi masyarakat,” ujar Riza Patria.

Indonesia Duduki Posisi Strategis

Indonesia menempati posisi wakil ketua bersama Pantai Gading, Brasil, Pakistan, Afrika Selatan, dan Uzbekistan. Sementara itu, China memimpin forum tersebut melalui Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China Zhang Lu.

Pada era Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus memperkuat pembangunan desa melalui berbagai program ekonomi masyarakat. Misalnya, pemerintah membentuk 83 ribu koperasi desa dan membangun 5 ribu Kampung Nelayan Merah Putih.

Selain pemeriksaan kesehatan gratis, pemerintah juga menjalankan program makan bergizi gratis bagi sekitar 60 juta pelajar. Langkah tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Indonesia Ingin Belajar dari China

Riza menilai Indonesia memiliki pengalaman dalam pengentasan kemiskinan. Namun demikian, pemerintah tetap ingin mempelajari strategi yang diterapkan negara lain, termasuk China.

“Kami ingin mempelajari sistem administrasi, prosedur, dan implementasi program di lapangan,” katanya kepada ANTARA.

Menurut Riza, pengalaman panjang China dalam menekan angka kemiskinan dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia. Oleh sebab itu, Indonesia membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengalaman dengan berbagai negara anggota.

China Dorong Kerja Sama Global

Dalam sidang pleno, Wakil Perdana Menteri China Liu Guozhong meminta seluruh anggota memperkuat kerja sama global. Ia menilai dunia masih menghadapi tantangan besar dalam pengentasan kemiskinan.

Data forum menunjukkan sekitar 800 juta penduduk dunia masih hidup di bawah garis kemiskinan internasional pada 2025. Bahkan, tingkat kemiskinan global masih berada di angka sekitar 9,9 persen.

Untuk mengatasi masalah tersebut, China menyatakan dukungan penuh terhadap GPPAD melalui dialog kebijakan, pelatihan sumber daya manusia, dan proyek kerja sama berskala kecil yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Fokus Tukar Pengalaman dan Solusi

China bersama 53 negara dan sembilan organisasi internasional membentuk GPPAD untuk memperkuat kolaborasi global.

Melalui forum itu, para anggota akan bertukar pengalaman mengenai pengentasan kemiskinan dan tata kelola pembangunan. Selain pemerintah, GPPAD juga melibatkan akademisi, sektor swasta, organisasi internasional, dan media.

Dengan kolaborasi tersebut, seluruh pihak diharapkan mampu menciptakan pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PENGANGKATAN P3K DI KONAWE: HONORER TERLUPAKAN, YANG BARU TAMAT SEKOLAH JUSTRU LULUS

    PENGANGKATAN P3K DI KONAWE: HONORER TERLUPAKAN, YANG BARU TAMAT SEKOLAH JUSTRU LULUS

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 575
    • 0Komentar

    jakarta, DuaSatuNews.com  – Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) seharusnya menjadi solusi keadilan bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi. Namun dalam praktiknya, kebijakan ini justru menimbulkan kegelisahan. Banyak honorer lama kembali merasa tersisih, sementara peserta yang baru menamatkan pendidikan berhasil lolos seleksi. Honorer Lama Kembali Terpinggirkan Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius tentang keberpihakan […]

  • Menteri HAM Natalius Pigai Tidak Menggunakan Pengawalan Khusus Saat Kunjungan Kerja

    Menteri HAM Natalius Pigai Tidak Menggunakan Pengawalan Khusus Saat Kunjungan Kerja

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan komitmennya menjalankan kunjungan kerja tanpa pengawalan khusus atau patwal. Ia menerapkan kebijakan ini untuk membangun kedekatan langsung dengan masyarakat serta menegaskan prinsip kesetaraan di hadapan hukum. Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyampaikan pernyataan tersebut pada Selasa (7/1/2025). Ia menilai pejabat negara perlu hadir langsung untuk mendengar […]

  • jatuhnya pesawat An-26 di Krimea lokasi kecelakaan

    Jatuhnya Pesawat An-26 di Krimea, 29 Orang Tewas

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Moskow  (duasatunews.com) – Jatuhnya pesawat An-26 di wilayah Krimea menewaskan seluruh penumpang dan awak di dalamnya. Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan total korban mencapai 29 orang, terdiri dari enam awak dan 23 penumpang. Pesawat angkut militer tersebut sebelumnya menjalankan penerbangan rutin sebelum akhirnya kehilangan kontak dengan menara pengawas. Setelah itu, otoritas segera mengerahkan tim pencarian untuk […]

  • Politik kebijakan pendidikan memengaruhi proses belajar mengajar di sekolah Indonesia

    Rapunya Politik Kebijakan Pendidikan

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 367
    • 0Komentar

    JAKARTA, DuaSatuNews.com — Pendidikan tidak berdiri sebagai sektor pelayanan publik semata. Negara menempatkannya sebagai instrumen strategis untuk menentukan arah masa depan bangsa. Namun, praktik kebijakan pendidikan di Indonesia justru menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Kekuasaan politik sering mengombang-ambingkan arah pendidikan, menghilangkan visi jangka panjang, dan mendorong lahirnya kebijakan yang reaktif. Pola ini terus berulang dari satu […]

  • Petro Akan Temui Trump di Tengah Isu Ancaman Operasi Militer AS

    Petro Akan Temui Trump di Tengah Isu Ancaman Operasi Militer AS

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pertemuan Petro Trump kembali menarik perhatian dunia internasional. Presiden Kolombia Gustavo Petro memastikan kunjungannya ke Washington, Amerika Serikat, untuk bertemu Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin akan menggelar pertemuan di Gedung Putih pada pekan pertama Februari. Melalui pertemuan Petro Trump, kedua negara akan membahas isu keamanan global dan hubungan bilateral. Petro dan […]

  • Tambang nikel Konawe Selatan dan perubahan lanskap lingkungan

    Tambang nikel Konawe Selatan Disorot

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Tambang nikel Konawe Selatan kembali menarik perhatian warga dan pemerhati lingkungan. Aktivitas pertambangan di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, berpotensi memengaruhi kondisi ekologis di sekitar wilayah operasi. Pemegang izin, PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN), mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas sekitar 1.932 hektare hingga 2029. Namun, warga menilai metode […]

expand_less