2 tahun Prebowo-Gibran, Survei Asi: CKG dan Sekolah Rakyat Jadi Program Favorit
- account_circle Rahman
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (DUASATUNEWS.COM) — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Sekolah Rakyat menjadi dua program pemerintah yang memperoleh tingkat kepuasan positif dari masyarakat. Berdasarkan survei Arus Survei Indonesia (ASI) yang dilaksanakan pada 23–29 Juli 2026, tingkat kepuasan terhadap program CKG mencapai 61,3%, sedangkan Sekolah Rakyat memperoleh angka 42,1%.
Temuan tersebut dipaparkan Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif’an, dalam diskusi dan refleksi bertajuk “Capaian & Tantangan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang diselenggarakan Arus Survei Indonesia di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurut Ali, kedua program tersebut menarik untuk dicermati karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses layanan kesehatan dan pendidikan. Kedekatan manfaat program dengan kehidupan sehari-hari menjadi salah satu aspek penting dalam memahami penilaian publik terhadap kebijakan pemerintah.
“Dalam survei ASI yang dilakukan pada 23–29 Juli 2026, tingkat kepuasan masyarakat terhadap program Cek Kesehatan Gratis mencapai 61,3%, sementara program Sekolah Rakyat berada di angka 42,1%. Kedua program ini menjadi perhatian karena manfaatnya berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ali.
Ia menjelaskan, program CKG memberikan akses kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sehingga persoalan kesehatan dapat diketahui lebih dini.
Sementara itu, Sekolah Rakyat diarahkan untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan akses pendidikan.
“Program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat perlu terus diperkuat, baik dari sisi akses maupun kualitas pelaksanaannya. Untuk CKG, misalnya, evaluasi tidak cukup berhenti pada jumlah warga yang diperiksa, tetapi juga perlu melihat tindak lanjut hasil pemeriksaan. Begitu pula Sekolah Rakyat, yang perlu dinilai dari kualitas pembelajaran dan keberlanjutan kesempatan pendidikan bagi para siswanya,” demikian rumusan evaluasi yang dapat memperkuat perspektif kebijakan publik dalam pembahasan tersebut.
Dengan demikian, evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran tidak hanya berfokus pada popularitas program atau tingkat kepuasan masyarakat, tetapi juga pada kemampuan kebijakan menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.
Diskusi yang diselenggarakan ASI tersebut turut menghadirkan Arya Fernandes, Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS; Syukri Rahmatullah, Pemimpin Redaksi BeritaSatu; dan Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis.
Forum ini menjadi ruang refleksi untuk membahas capaian sekaligus tantangan pemerintahan setelah dua tahun berjalan.
- Penulis: Rahman
