Indonesia Punya Buku Sejarah Baru, Pakar UGM: Pelajaran di Sekolah Akan Berubah
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- visibility 209
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Duasatunews.com — Buku sejarah nasional terbaru berpotensi mengubah arah kurikulum sejarah di sekolah. Perubahan ini memengaruhi isi pelajaran, metode pengajaran, serta cara siswa memahami identitas kebangsaan. Isu ini penting karena kurikulum sejarah selama ini bergantung pada satu rujukan utama.
Perhatian publik menguat setelah peluncuran buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Buku tersebut muncul di tengah tuntutan pembaruan kurikulum dan kebutuhan pendidikan yang lebih kontekstual. Di era globalisasi, narasi sejarah yang hanya menekankan sudut pandang nasional dinilai tidak lagi memadai.
Dosen Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada, Agus Suwignyo, menyatakan buku sejarah nasional terbaru akan memengaruhi kurikulum SD, SMP, dan SMA. Ia menjelaskan bahwa penyusun kurikulum selalu menjadikan buku sejarah nasional sebagai rujukan utama. Karena itu, setiap pembaruan buku akan langsung mengubah materi ajar.
Agus menilai buku baru ini menghadirkan perspektif yang lebih luas. Penulis mengaitkan sejarah Indonesia dengan dinamika global, bukan hanya peristiwa besar di tingkat nasional. Pendekatan tersebut, menurutnya, membantu siswa memahami posisi Indonesia dalam sejarah dunia.
Ia juga menegaskan bahwa pembaruan narasi sejarah merupakan bagian dari perkembangan ilmu. Sejarawan terus menemukan sumber baru dan mengembangkan perspektif kajian. Agus menilai sekolah perlu menyesuaikan materi ajar agar selaras dengan perkembangan tersebut.
Namun, sejumlah pendidik mengingatkan pentingnya kesiapan guru. Tanpa pelatihan yang memadai, perubahan rujukan dikhawatirkan hanya bersifat administratif. Beberapa guru juga menilai pendekatan sejarah yang lebih kritis menuntut metode pengajaran yang berbeda.
Jika sekolah menerapkan buku sejarah nasional terbaru secara konsisten, pembelajaran sejarah dapat berubah secara signifikan. Siswa tidak lagi sekadar menghafal tanggal dan peristiwa. Mereka belajar memahami proses, konflik, dan tantangan bangsa dalam konteks global.
Agus berharap pembaruan ini mendorong peningkatan kualitas pembelajaran sejarah. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara perspektif global dan nilai kebangsaan agar pendidikan sejarah tetap berakar pada jati diri nasional.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://duaasatunews.com/nama-artikel

Saat ini belum ada komentar