Kemendikti Saintek Libatkan 82 Kampus untuk Pemulihan Pascabencana
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
- visibility 197
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com | Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) mengerahkan ribuan mahasiswa dari 82 perguruan tinggi untuk membantu pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto secara langsung menginstruksikan keterlibatan perguruan tinggi dalam penanganan bencana di wilayah terdampak.
“Perguruan tinggi bersama kementerian telah menjalankan berbagai kegiatan pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Brian usai taklimat Presiden RI bersama akademisi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjangkau 31 kabupaten/kota dan 104 kecamatan.
Brian menambahkan, dari 82 perguruan tinggi yang terlibat, tim gabungan menerjunkan 3.746 personel kesehatan ke lapangan. Jumlah itu mencakup 2.260 tenaga medis, 1.267 tenaga kesehatan, dan 219 relawan umum.
Tenaga medis tersebut terdiri atas dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, serta mahasiswa kedokteran. Mereka memberikan layanan kesehatan dan pendampingan langsung kepada masyarakat terdampak bencana.
Menurut Brian, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam kegiatan akademik. Institusi pendidikan tinggi juga harus hadir sebagai solusi atas persoalan kebangsaan, termasuk saat bencana alam terjadi.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi pengamat. Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Brian memaparkan potensi besar pendidikan tinggi nasional. Saat ini, Indonesia memiliki 4.614 perguruan tinggi negeri dan swasta. Dunia pendidikan tinggi juga didukung sekitar 303 ribu dosen dan 9,9 juta mahasiswa aktif.
Keterlibatan perguruan tinggi secara masif diharapkan mampu mempercepat pemulihan sosial, kesehatan, dan kemanusiaan di wilayah terdampak. Upaya ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi dalam menghadapi situasi darurat nasional.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: https://www.kemdiktisaintek.go.id

Saat ini belum ada komentar