Breaking News
light_mode
Beranda » News » Green Earth Movement,: “Polda sultra Diam di Tengah Maraknya Mafia Nikel di Sultra, Kapolri Harus Evaluasi”.

Green Earth Movement,: “Polda sultra Diam di Tengah Maraknya Mafia Nikel di Sultra, Kapolri Harus Evaluasi”.

  • account_circle Afs
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 402
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com — 10 September 2025 Green Earth Movement (GEM) menyuarakan keprihatinan serius atas maraknya tambang ilegal dan dugaan kuat keberadaan mafia nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kondisi ini menunjukkan lemahnya penegakan hukum serta menurunnya nilai-nilai ksatria Bhayangkara di tubuh kepolisian daerah.

Direktur GEM, Arin Fahrul Sanjaya, menilai aktivitas tambang ilegal telah merusak lingkungan secara masif. Praktik ini juga memicu konflik sosial, mengabaikan hak masyarakat, dan membuka ruang keterlibatan oknum aparat penegak hukum.

“Pembiaran terjadi secara sistematis dan mencederai prinsip keadilan. Aparat mengabaikan banyak laporan warga, sementara tambang ilegal beroperasi terang-terangan. Jika aparat tidak berpihak pada hukum, rakyat kehilangan tempat mengadu,” kata Arin, Selasa (10/9).

Arin menegaskan bahwa minimnya tindakan dari Polda Sulawesi Tenggara menimbulkan pertanyaan serius soal integritas dan independensi penegakan hukum. Karena itu, GEM mendesak Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolda Sultra dan jajarannya.

“Evaluasi ini wajib dilakukan. Jika Kapolri membiarkan situasi ini, Polri akan kehilangan kepercayaan publik,” tegas Arin.

GEM menilai kejahatan lingkungan yang melibatkan aktor bermodal besar tidak akan tersentuh hukum tanpa ketegasan dari pusat dan tekanan konsisten masyarakat sipil. Aparat harus berani bertindak tanpa pandang bulu.

“Masalah ini bukan sekadar soal lingkungan. Ini menyangkut masa depan generasi, kedaulatan negara, dan keberanian aparat untuk membela kebenaran,” ujar Arin.

Di akhir pernyataan, GEM mengajak media, mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, dan tokoh adat untuk bersatu melawan mafia tambang. Mereka juga menyerukan penyelamatan Sulawesi Tenggara dari ancaman kehancuran ekologis.

Afs

Penulis

Update & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rodrygo absen lawan Benfica usai sanksi UEFA

    Rodrygo Absen Lawan Benfica di Playoff Liga Champions

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Rodrygo absen lawan Benfica pada dua leg playoff Liga Champions 2025/26. Absennya penyerang Real Madrid tersebut terjadi setelah UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain dua pertandingan akibat kartu merah yang ia terima pada fase liga. Real Madrid memastikan tidak dapat menurunkan Rodrygo saat menghadapi Benfica. Kondisi ini memaksa klub asal Spanyol itu menyiapkan […]

  • Retret kabinet Hambalang dipimpin Presiden Prabowo Subianto

    Prabowo Gelar Retret Kedua Kabinet Merah Putih di Hambalang

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Retret kabinet Hambalang digelar Presiden Prabowo Subianto sebagai agenda konsolidasi internal pemerintahan di awal 2026, dengan melibatkan seluruh menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. JAKARTA, Duasatunews.com –Retret kabinet Hambalang digelar Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (6/1/2026) sebagai agenda konsolidasi internal pemerintahan yang melibatkan seluruh menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. Wakil Menteri Dalam […]

  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berbicara di hadapan warga saat kegiatan lapangan di Jawa Barat.

    Dedi Mulyadi Menilai Kritik Publik sebagai Kontrol Kepemimpinan

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 124
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Dedi Mulyadi merespons kritik publik terkait kehadirannya di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Gubernur Jawa Barat itu menilai kritik masyarakat sebagai bentuk kontrol publik yang sehat dalam demokrasi. Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada anak muda yang menilai kepala daerah tidak perlu terlibat langsung dalam proses teknis evakuasi. Ia […]

  • Pesawat ATR Ditemukan Pangkep, Basarnas Lanjutkan Evakuasi

    Pesawat ATR Ditemukan Pangkep, Basarnas Lanjutkan Evakuasi

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pesawat ATR ditemukan Pangkep setelah tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menemukan langsung badan pesawat ATR 42-500 di kawasan Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Minggu pagi.  Tim SAR Basarnas mengakhiri pencarian setelah memastikan keberadaan pesawat yang sebelumnya sempat hilang kontak. Personel SAR darat mencapai lokasi melalui jalur […]

  • Prabowo Terima CEO Danantara di Hambalang, Bahas Hilirisasi Rp100 Triliun dan Proyek Sampah Jadi Energi

    Prabowo Terima CEO Danantara di Hambalang, Bahas Hilirisasi Rp100 Triliun dan Proyek Sampah Jadi Energi

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com –  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di kediaman pribadi Kepala Negara di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1) sore. Pertemuan tersebut membahas agenda strategis pemerintah terkait penguatan industri nasional dan pengelolaan lingkungan. Melalui unggahan resmi akun Instagram Sekretariat Kabinet, Sekretaris Kabinet Teddy Indra […]

  • Pembunuhan satu keluarga Warakas diungkap Polres Metro Jakarta Utara

    Polisi Ungkap Kasus Kematian Satu Keluarga di Warakas

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Polres Metro Jakarta Utara mengungkap rangkaian peristiwa kematian satu keluarga di Warakas. Dalam penyelidikan tersebut, polisi menetapkan Syauqi (23) sebagai pelaku utama pembunuhan terhadap ibu dan dua saudaranya. Kapolres Metro Jakarta Utara Erick Frendriz memaparkan kronologi awal kejadian. Pertama, pelaku membeli racun tikus di warung sekitar rumah. Setelah itu, pelaku pulang dan […]

expand_less
Lewat ke baris perkakas