Breaking News
light_mode
Beranda » News » Green Earth Movement,: “Polda sultra Diam di Tengah Maraknya Mafia Nikel di Sultra, Kapolri Harus Evaluasi”.

Green Earth Movement,: “Polda sultra Diam di Tengah Maraknya Mafia Nikel di Sultra, Kapolri Harus Evaluasi”.

  • account_circle Afs
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 768
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com — 10 September 2025 Green Earth Movement (GEM) menyuarakan keprihatinan serius atas maraknya tambang ilegal dan dugaan kuat keberadaan mafia nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kondisi ini menunjukkan lemahnya penegakan hukum serta menurunnya nilai-nilai ksatria Bhayangkara di tubuh kepolisian daerah.

Direktur GEM, Arin Fahrul Sanjaya, menilai aktivitas tambang ilegal telah merusak lingkungan secara masif. Praktik ini juga memicu konflik sosial, mengabaikan hak masyarakat, dan membuka ruang keterlibatan oknum aparat penegak hukum.

“Pembiaran terjadi secara sistematis dan mencederai prinsip keadilan. Aparat mengabaikan banyak laporan warga, sementara tambang ilegal beroperasi terang-terangan. Jika aparat tidak berpihak pada hukum, rakyat kehilangan tempat mengadu,” kata Arin, Selasa (10/9).

Arin menegaskan bahwa minimnya tindakan dari Polda Sulawesi Tenggara menimbulkan pertanyaan serius soal integritas dan independensi penegakan hukum. Karena itu, GEM mendesak Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolda Sultra dan jajarannya.

“Evaluasi ini wajib dilakukan. Jika Kapolri membiarkan situasi ini, Polri akan kehilangan kepercayaan publik,” tegas Arin.

GEM menilai kejahatan lingkungan yang melibatkan aktor bermodal besar tidak akan tersentuh hukum tanpa ketegasan dari pusat dan tekanan konsisten masyarakat sipil. Aparat harus berani bertindak tanpa pandang bulu.

“Masalah ini bukan sekadar soal lingkungan. Ini menyangkut masa depan generasi, kedaulatan negara, dan keberanian aparat untuk membela kebenaran,” ujar Arin.

Di akhir pernyataan, GEM mengajak media, mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, dan tokoh adat untuk bersatu melawan mafia tambang. Mereka juga menyerukan penyelamatan Sulawesi Tenggara dari ancaman kehancuran ekologis.

Afs

Penulis

Update & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RI AS bahas tarif impor pasca putusan Mahkamah Agung AS

    Tarif Impor RI AS Dibahas Usai Putusan MA AS

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 424
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Tarif impor RI AS kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan rencana pembicaraan lanjutan dengan Amerika Serikat. Pemerintah mengambil langkah ini menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden Donald Trump. Juru Bicara Kemenko Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan pemerintah Indonesia tetap mengutamakan kepentingan dan kebutuhan nasional. […]

  • Pupuk RI tembus Australia melalui ekspor perdana urea dari Pelabuhan Bontang disertai penurunan harga pupuk subsidi 20 persen untuk petani Indonesia.

    Pupuk RI Tembus Australia, Harga Subsidi untuk Petani Turun 20 Persen

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Pupuk RI tembus Australia menjadi langkah baru pemerintah dalam memperkuat industri pupuk nasional sekaligus memperluas pasar internasional. Selain meningkatkan ekspor, pemerintah juga menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen guna membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kebijakan tersebut memberi keuntungan langsung bagi petani di tengah situasi geopolitik global yang […]

  • jalan rusak Indonesia dengan lubang besar di jalur utama

    Jalan Rusak Indonesia: Mengapa Struktur Jalan Mudah Berlubang

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 341
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Jalan rusak Indonesia masih menjadi persoalan berulang di berbagai wilayah. Seiring waktu, jalan berlubang, retak, dan bergelombang terus bermunculan meskipun proyek perbaikan dilakukan hampir setiap tahun. Karena itu, publik kembali mempertanyakan ketahanan struktur jalan serta efektivitas pengelolaannya di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas dan logistik. Kelebihan Muatan Truk Picu Jalan Rusak Kelebihan muatan […]

  • Agus Jabo Priyono Kembali Terpilih untuk memimpin Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA)

    Agus Jabo Priyono Kembali Terpilih untuk memimpin Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA)

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 1.206
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) kembali menetapkan Agus Jabo Priyono sebagai ketua umum periode 2025–2029. Keputusan tersebut lahir melalui Kongres ke-2 PRIMA yang berlangsung di Jakarta. Kongres ini digelar bertepatan dengan Hari Lahir ke-4 PRIMA pada Minggu, 1 Juni 2025. Dalam momentum tersebut, PRIMA mengusung tema Bersama Prabowo–Gibran Bangun Persatuan Nasional Menuju […]

  • Prabowo panggil menteri ekonomi ke Hambalang membahas perundingan internasional

    Prabowo Panggil Airlangga–Purbaya ke Hambalang, Fokuskan Arah Perundingan Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 388
    • 0Komentar

    JAKARTA,duasatunews.com – Ketidakpastian ekonomi global kembali menekan arah kebijakan nasional. Di tengah kondisi itu, Presiden Prabowo Subianto memanggil para menteri ekonomi ke kediamannya di Hambalang, Bogor. Pertemuan ini menandai langkah awal pemerintah dalam menentukan posisi Indonesia di arena perundingan internasional. Isu ini mengemuka karena Indonesia akan menghadapi sejumlah negosiasi ekonomi penting dalam waktu dekat. Pemerintah […]

  • aksi massa terkait dugaan narkoba Lapas Kendari

    Usut Tuntas Dugaan Narkoba di Lapas Kendari

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 276
    • 1Komentar

    Jakarta, Duasatunews.com – Massa kembali turun ke jalan dalam Aksi Jilid II untuk menyuarakan keresahan publik terkait dugaan peredaran narkoba di Lapas Kelas IIA Kendari pada 6 Mei 2026. Mereka menilai persoalan tersebut sudah menjadi ancaman serius bagi integritas lembaga pemasyarakatan. Massa menegaskan bahwa lapas harus menjalankan fungsi pembinaan narapidana, bukan menjadi tempat berkembangnya tindak […]

expand_less