Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » REFORMASI KOSMETIK

REFORMASI KOSMETIK

  • account_circle Saydul La Opua
  • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
  • visibility 501
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, dusatunews.com | Reformasi kosmetik polri menjadi isu penting dalam pembahasan modernisasi kepolisian di Indonesia. Reformasi kosmetik polri ini merujuk pada perubahan yang menonjolkan citra, teknologi, dan slogan institusi, namun belum menyentuh persoalan mendasar seperti budaya kekuasaan, akuntabilitas, dan integritas internal kepolisian.

Dalam beberapa tahun terakhir, publik terus mendengar jargon modernisasi kepolisian. Kampanye seperti Polri Presisi, Polri Humanis, dan Polri Berintegritas tampil dominan dalam komunikasi resmi. Institusi kepolisian juga gencar meluncurkan aplikasi layanan, teknologi pemantauan, serta pembaruan gaya komunikasi publik. Semua ini memberi kesan bahwa Polri telah memasuki era baru yang modern dan transparan.

Namun, di balik tampilan tersebut, muncul kegelisahan publik. Banyak pihak mempertanyakan apakah modernisasi itu benar-benar menyentuh persoalan mendasar, atau sekadar mempercantik citra institusi.

Reformasi Kosmetik yang Tak Menyentuh Akar Masalah

Modernisasi yang hanya menonjolkan tampilan layak disebut sebagai reformasi kosmetik. Perubahan ini terlihat menarik dari luar, tetapi tidak menyentuh sumber persoalan yang menurunkan kepercayaan publik. Teknologi memang mempercepat layanan dan memudahkan akses masyarakat. Namun, Polri belum membarenginya dengan perubahan budaya dan tata kelola internal.

Struktur kekuasaan yang kaku, relasi patronase, serta lemahnya penindakan pelanggaran masih terus bertahan. Selama kondisi ini berlangsung, pembaruan teknologi hanya menjadi hiasan.

Digitalisasi yang Berujung Pencitraan

Seharusnya, digitalisasi layanan menjadi alat untuk membangun transparansi. Kenyataannya, banyak inovasi teknologi justru berhenti pada pencitraan. Institusi menghabiskan anggaran besar untuk aplikasi, tetapi tidak membenahi alur birokrasi yang rawan penyimpangan.

Praktik lama pun tetap berjalan di balik sistem digital. Perbedaannya hanya pada cara yang lebih rapi dan sulit terdeteksi. Kondisi ini ibarat mengecat tembok retak tanpa memperbaiki pondasi bangunan.

Budaya Internal yang Tak Tersentuh

Masalah paling serius terletak pada budaya organisasi. Pola senioritas masih mengalahkan profesionalisme. Relasi patron-klien masih memengaruhi promosi jabatan. Selain itu, budaya menutup pelanggaran internal terus dipertahankan demi menjaga nama institusi.

Selama Polri enggan membongkar budaya ini, teknologi secanggih apa pun tidak akan membawa perubahan berarti. Modernisasi hanya akan menjadi topeng, bukan solusi.

Jarak antara Teknologi dan Perilaku Aparat

Di ruang publik, masyarakat menyaksikan polisi menggunakan body cam, drone, dan aplikasi pelaporan. Namun, pada saat yang sama, publik juga melihat kasus penyiksaan, pungutan liar, kriminalisasi warga kecil, dan penegakan hukum yang tebang pilih.

Fakta ini menunjukkan adanya jarak besar antara kemajuan teknologi dan perubahan perilaku aparat. Reformasi lebih mengejar persepsi publik daripada transformasi nyata.

Bahaya Ilusi Reformasi

Reformasi kosmetik menciptakan ilusi kemajuan. Publik merasa institusi telah berbenah, padahal persoalan utama belum tersentuh. Ilusi ini justru melemahkan dorongan reformasi struktural karena Polri terlihat seolah sudah berubah.

Akibatnya, reformasi berubah menjadi pertunjukan penuh slogan dan visual. Di balik panggung, pola lama tetap berjalan tanpa koreksi berarti.

Reformasi Sejati Menuntut Keberanian

Jika Polri benar-benar ingin berubah, reformasi tidak boleh berhenti pada slogan dan aplikasi. Institusi harus menggunakan teknologi untuk memperkuat akuntabilitas. Polri juga perlu membuka diri terhadap pengawasan eksternal dan menjatuhkan sanksi tegas secara transparan.

Tanpa memutus rantai patronase dan membangun budaya integritas, modernisasi hanya akan menjadi kilau hiasan.

Polri mungkin tampak modern di hadapan publik. Namun, institusi akan tetap rapuh jika fondasi moral dan struktur kekuasaan tidak dibenahi. Reformasi sejati bukan soal citra, melainkan soal karakter, budaya, dan keberanian berubah.

Ketika reformasi berhenti pada pencitraan, yang tumbuh bukan kepercayaan publik, melainkan ilusi kemajuan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumbar Siapkan Rp2 Miliar Perbaiki Irigasi untuk Aliri 5.500 Hektare Sawah di Solok

    Sumbar Siapkan Rp2 Miliar Perbaiki Irigasi untuk Aliri 5.500 Hektare Sawah di Solok

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 386
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Perbaikan irigasi Kabupaten Solok menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk memulihkan aliran air ke sekitar 5.500 hektare sawah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan bahwa pemerintah menyalurkan anggaran tersebut melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumbar. Pemerintah menjadikan program […]

  • Austria tolak wilayah udara AS Iran dalam konflik militer

    Austria Tolak AS Iran, Blokir Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Istanbul (duasatunews.com) – Austria tolak AS Iran menjadi sikap tegas pemerintah dalam menjaga netralitas militernya. Pemerintah Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer melawan Iran. Juru bicara Kementerian Pertahanan Austria menyatakan bahwa pemerintah menerima beberapa permintaan dari Washington. Namun, otoritas tidak mengungkap jumlah permintaan tersebut. Media publik ORF melaporkan hal […]

  • cara membangun portofolio investasi dengan rebalancing berkala

    Cara Membangun Portofolio Investasi agar Cuan dan Minim Risiko

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 264
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Cara membangun portofolio investasi menjadi hal penting yang perlu dipahami setiap investor, terutama pemula. Seperti industri lainnya, dunia investasi memiliki bahasa dan mekanisme tersendiri. Investor menggunakan istilah portofolio investasi untuk menyebut seluruh aset investasi yang mereka miliki. Banyak investor pemula menganggap membangun portofolio investasi sebagai hal yang rumit. Padahal, proses ini dapat […]

  • Upacara Serah Terima Pengawal Istana Kepresidenan oleh Paspampres digelar setiap Minggu pagi di Istana Merdeka dan terbuka untuk masyarakat.

    Serah Terima Pengawal Istana oleh Paspampres di Istana Merdeka

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 254
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Serah terima pengawal istana menjadi agenda rutin Satuan Paspampres setiap Minggu pagi di kawasan Istana Merdeka, Jakarta. Selain itu, kegiatan ini terbuka untuk masyarakat dan rutin menarik perhatian warga yang beraktivitas saat Car Free Day. Sebagai tindak lanjut, Presiden Republik Indonesia memberikan instruksi langsung kepada Paspampres untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara berkala. […]

  • Bupati Muara Enim Edison tiba di Gedung Merah Putih KPK usai terjaring OTT

    Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK Usai Terjaring OTT

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 56
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Bupati Muara Enim Edison tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026) pagi setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) sehari sebelumnya. Pantauan di lokasi menunjukkan Bupati Muara Enim Edison datang sekitar pukul 08.51 WIB menggunakan kendaraan penyidik KPK. Ia mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru dan […]

  • markas NATO terkait isu AS kecewa NATO Iran

    AS Kecewa NATO Iran: Rubio Soroti Dukungan Sekutu

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Washington (duasatunews.com) – Isu AS kecewa NATO Iran menjadi perhatian setelah pemerintah Amerika Serikat mengkritik sikap aliansi militer tersebut dalam konflik dengan Iran. Pernyataan ini menunjukkan adanya dinamika baru dalam hubungan antara Washington dan negara-negara sekutunya. AS Kecewa NATO Iran dalam Hubungan Aliansi Pemerintah Amerika Serikat menyampaikan kekecewaan terhadap NATO yang tidak memberikan dukungan dalam […]

expand_less