Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » REFORMASI KOSMETIK

REFORMASI KOSMETIK

  • account_circle Saydul La Opua
  • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
  • visibility 670
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, dusatunews.com | Reformasi kosmetik polri menjadi isu penting dalam pembahasan modernisasi kepolisian di Indonesia. Reformasi kosmetik polri ini merujuk pada perubahan yang menonjolkan citra, teknologi, dan slogan institusi, namun belum menyentuh persoalan mendasar seperti budaya kekuasaan, akuntabilitas, dan integritas internal kepolisian.

Dalam beberapa tahun terakhir, publik terus mendengar jargon modernisasi kepolisian. Kampanye seperti Polri Presisi, Polri Humanis, dan Polri Berintegritas tampil dominan dalam komunikasi resmi. Institusi kepolisian juga gencar meluncurkan aplikasi layanan, teknologi pemantauan, serta pembaruan gaya komunikasi publik. Semua ini memberi kesan bahwa Polri telah memasuki era baru yang modern dan transparan.

Namun, di balik tampilan tersebut, muncul kegelisahan publik. Banyak pihak mempertanyakan apakah modernisasi itu benar-benar menyentuh persoalan mendasar, atau sekadar mempercantik citra institusi.

Reformasi Kosmetik yang Tak Menyentuh Akar Masalah

Modernisasi yang hanya menonjolkan tampilan layak disebut sebagai reformasi kosmetik. Perubahan ini terlihat menarik dari luar, tetapi tidak menyentuh sumber persoalan yang menurunkan kepercayaan publik. Teknologi memang mempercepat layanan dan memudahkan akses masyarakat. Namun, Polri belum membarenginya dengan perubahan budaya dan tata kelola internal.

Struktur kekuasaan yang kaku, relasi patronase, serta lemahnya penindakan pelanggaran masih terus bertahan. Selama kondisi ini berlangsung, pembaruan teknologi hanya menjadi hiasan.

Digitalisasi yang Berujung Pencitraan

Seharusnya, digitalisasi layanan menjadi alat untuk membangun transparansi. Kenyataannya, banyak inovasi teknologi justru berhenti pada pencitraan. Institusi menghabiskan anggaran besar untuk aplikasi, tetapi tidak membenahi alur birokrasi yang rawan penyimpangan.

Praktik lama pun tetap berjalan di balik sistem digital. Perbedaannya hanya pada cara yang lebih rapi dan sulit terdeteksi. Kondisi ini ibarat mengecat tembok retak tanpa memperbaiki pondasi bangunan.

Budaya Internal yang Tak Tersentuh

Masalah paling serius terletak pada budaya organisasi. Pola senioritas masih mengalahkan profesionalisme. Relasi patron-klien masih memengaruhi promosi jabatan. Selain itu, budaya menutup pelanggaran internal terus dipertahankan demi menjaga nama institusi.

Selama Polri enggan membongkar budaya ini, teknologi secanggih apa pun tidak akan membawa perubahan berarti. Modernisasi hanya akan menjadi topeng, bukan solusi.

Jarak antara Teknologi dan Perilaku Aparat

Di ruang publik, masyarakat menyaksikan polisi menggunakan body cam, drone, dan aplikasi pelaporan. Namun, pada saat yang sama, publik juga melihat kasus penyiksaan, pungutan liar, kriminalisasi warga kecil, dan penegakan hukum yang tebang pilih.

Fakta ini menunjukkan adanya jarak besar antara kemajuan teknologi dan perubahan perilaku aparat. Reformasi lebih mengejar persepsi publik daripada transformasi nyata.

Bahaya Ilusi Reformasi

Reformasi kosmetik menciptakan ilusi kemajuan. Publik merasa institusi telah berbenah, padahal persoalan utama belum tersentuh. Ilusi ini justru melemahkan dorongan reformasi struktural karena Polri terlihat seolah sudah berubah.

Akibatnya, reformasi berubah menjadi pertunjukan penuh slogan dan visual. Di balik panggung, pola lama tetap berjalan tanpa koreksi berarti.

Reformasi Sejati Menuntut Keberanian

Jika Polri benar-benar ingin berubah, reformasi tidak boleh berhenti pada slogan dan aplikasi. Institusi harus menggunakan teknologi untuk memperkuat akuntabilitas. Polri juga perlu membuka diri terhadap pengawasan eksternal dan menjatuhkan sanksi tegas secara transparan.

Tanpa memutus rantai patronase dan membangun budaya integritas, modernisasi hanya akan menjadi kilau hiasan.

Polri mungkin tampak modern di hadapan publik. Namun, institusi akan tetap rapuh jika fondasi moral dan struktur kekuasaan tidak dibenahi. Reformasi sejati bukan soal citra, melainkan soal karakter, budaya, dan keberanian berubah.

Ketika reformasi berhenti pada pencitraan, yang tumbuh bukan kepercayaan publik, melainkan ilusi kemajuan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kilau Emas Sekotong di Ujung Hukum

    Kilau Emas Sekotong di Ujung Hukum

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 565
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menyedot perhatian publik. Kerusakan lingkungan tampak nyata di perbukitan wilayah tersebut. Lubang bekas galian, jalur kendaraan berat, serta endapan cairan kimia di sekitar aliran air menjadi bukti langsung dampak aktivitas tambang tanpa izin. Praktik pertambangan ilegal masih marak […]

  • KUHAP Baru KPK: Tersangka Tak Ditampilkan

    KUHAP Baru KPK: Tersangka Tak Ditampilkan

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 543
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — KUHAP baru KPK mendorong perubahan dalam pola penyampaian informasi publik. Komisi Pemberantasan Korupsi memutuskan tidak menampilkan tersangka dalam konferensi pers penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi. Kebijakan ini sejalan dengan penerapan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).👉 Tautan internal: https://duasatunews.com/tag/hukum Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi […]

  • Kebakaran di Anduonohu Kendari, Belasan Warung dan Satu Ruko Serta Satu Unit Mobil Ludes Terbakar

    Kebakaran di Anduonohu Kendari, Belasan Warung dan Satu Ruko Serta Satu Unit Mobil Ludes Terbakar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 757
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Rabu (14/1/2026) Api melanda kawasan Anduonohu, Kota Kendari, pada Rabu dini hari. Kobaran api menghanguskan satu ruko, 13 warung, dan satu mobil di depan kawasan HBM City. Api Muncul Sekitar Pukul 04.00 WITA Sekitar pukul 04.00 WITA, warga melihat kobaran api dari bangunan usaha. Beberapa orang langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran. Dalam […]

  • TNI membantu korban bencana gempa Sulut di Manado

    Bencana Gempa Sulut: TNI Kerahkan Prajurit Bantu Pemulihan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 319
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Bencana gempa Sulut mendorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan prajurit untuk membantu pemulihan di wilayah terdampak, terutama di Kota Manado dan Kota Bitung, Sulawesi Utara. Langkah ini sekaligus mempercepat penanganan dampak gempa dan membantu masyarakat secara langsung. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal TNI Aulia Dwi Nasrullah mengatakan prajurit dari Kodam […]

  • Kebakaran Tambora Jakarta Barat Hanguskan 15 Bangunan

    Kebakaran Tambora Jakarta Barat Hanguskan 15 Bangunan

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 542
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Duri Bangkit, RT 08/RW 09, Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu dini hari. Peristiwa ini menghanguskan 14 rumah tinggal dan satu bangunan konveksi milik warga. Kronologi Kejadian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa kebakaran mulai terjadi sekitar pukul […]

  • Mahfud MD Pertanyakan Pelibatan TNI Amankan Sidang Korupsi Nadiem: “Bukan Terorisme, Ini Ranah Polri”

    Mahfud MD Pertanyakan Pelibatan TNI Amankan Sidang Korupsi Nadiem: “Bukan Terorisme, Ini Ranah Polri”

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 743
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Kehadiran personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pengamanan sidang dugaan korupsi mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menuai sorotan. Pasalnya, perkara tersebut termasuk pidana umum. Karena itu, publik mempertanyakan dasar hukum pelibatan aparat militer. Selain menyangkut prosedur, isu ini juga berkaitan langsung dengan rasa aman masyarakat. Dengan demikian, pola pengamanan sidang tidak bisa dilepaskan […]

expand_less