OTT PT ST Nickel Harus Diusut Menyeluruh: Ketum Pemuda 21 Soroti Dugaan Relasi Tidak Sehat antara Perusahaan dan Oknum
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
- visibility 122
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Ketua umum pemuda 21 sultra-jakarta Muhammad Julfan Saputra
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
(Duasatunews.com), Jakarta || 26 Maret 2026 – Ketua Umum Pemuda 21, Muhammad Julfan Saputra, meminta aparat mengusut kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan pemerasan terhadap PT ST Nickel di Konawe secara menyeluruh.
Selain itu, ia menegaskan aparat harus bekerja objektif, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menangani perkara ini.
Fokus pada Semua Kemungkinan
Pertama, Julfan meminta penyidik tidak langsung menyimpulkan kasus sebagai pemerasan. Sebaliknya, ia menilai aparat perlu menelusuri kemungkinan lain, termasuk praktik suap.
“Telusuri semua kemungkinan secara terbuka. Dengan demikian, penanganan kasus menjadi lebih adil,” ujarnya.
Soroti Relasi di Sektor Tambang
Selanjutnya, Julfan menilai hubungan antara perusahaan, oknum LSM, dan pihak lain sering berada di area rawan. Oleh karena itu, kondisi ini membuka peluang terjadinya praktik tidak sehat.
Ia pun menegaskan aparat harus memeriksa semua pihak yang diduga terlibat aliran dana.
“Hukum harus adil. Jangan hanya menyasar satu pihak,” tegasnya.
Dorong Transparansi Proses Hukum
Di sisi lain, Julfan menekankan pentingnya keterbukaan dalam proses hukum. Sebab, publik berhak mengetahui fakta yang sebenarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa sektor tambang sering memicu konflik. Karena itu, aparat perlu menjaga kepercayaan publik.
“Buka kasus ini secara terang. Dengan begitu, spekulasi dapat ditekan,” katanya.
Momentum Perbaikan Tata Kelola
Kemudian, Julfan melihat kasus ini sebagai peluang untuk membenahi tata kelola pertambangan. Ia mendorong peningkatan integritas dan akuntabilitas di sektor tersebut.
Dengan kata lain, perbaikan sistem menjadi hal yang lebih penting daripada sekadar menyelesaikan satu kasus.
Sikap Pemuda 21
Sebagai bentuk komitmen, Pemuda 21 menyampaikan beberapa sikap:
- Pertama, mendesak aparat mengusut kasus secara menyeluruh.
- Kedua, mendorong pengungkapan dugaan suap dari semua pihak.
- Selain itu, menolak relasi transaksional di sektor tambang.
- Terakhir, mengajak masyarakat tetap kritis dan objektif.
Komitmen Pengawalan Kasus
Akhirnya, Julfan memastikan Pemuda 21 akan terus mengawal kasus ini. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk tanggung jawab mahasiswa.
“Kasus ini menyangkut masa depan tata kelola tambang. Oleh sebab itu, kebenaran harus tetap terjaga,” tutupnya.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar