Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » POST-TRUTH DAN PERANG FRAMING MEDIA

POST-TRUTH DAN PERANG FRAMING MEDIA

  • account_circle Admin 21
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 450
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Era post-truth dan framing media membawa ruang publik memasuki fase baru dalam arus informasi. Pada fase ini, emosi, keyakinan pribadi, dan kepentingan ideologis sering mengalahkan fakta objektif. Publik tidak lagi menilai informasi dari kebenarannya, melainkan dari kesesuaiannya dengan pandangan yang sudah mereka yakini.

Post-Truth dan Framing Media dalam Realitas Indonesia

Indonesia kini melewati fase yang menguras energi kolektif bangsa. Degradasi muncul di berbagai bidang, terutama dalam penegakan hukum dan proses kebijakan publik. Pemerintah sering memosisikan rakyat sebagai penerima keputusan tanpa memberi ruang berpikir kritis. Para pengambil kebijakan merancang program tanpa kajian mendalam dan minim uji publik, sehingga hasilnya tidak memberi dampak signifikan bagi masyarakat.

Fenomena post-truth dan framing media memperkuat kondisi tersebut. Publik lebih sering mencari pembenaran daripada kebenaran. Media yang sejalan dengan sudut pandang tertentu langsung memperoleh kepercayaan, meskipun informasi yang disampaikan tidak utuh. Sebalikiknya, publik mencurigai media yang menyajikan sudut pandang berbeda, walaupun media tersebut menyertakan data valid.

Cara Framing Media Membentuk Persepsi Publik

Framing media bekerja melalui pemilihan kata, visual, sudut pandang narasi, dan penempatan isu. Dari fakta yang sama, media dapat membangun realitas sosial yang berbeda. Dalam konteks post-truth dan framing media, publik sering menerima realitas tersebut sebagai kebenaran tunggal tanpa proses verifikasi kritis.

Ketika media memiliki afiliasi politik atau kepentingan ekonomi, perang framing semakin tajam. Media tidak lagi menyajikan berita sebagai laporan informasi, tetapi sebagai alat pengaruh. Situasi ini memecah masyarakat ke dalam kelompok-kelompok informasi dan menciptakan echo chamber yang memperkuat bias masing-masing.

Post-Truth dan Framing Media dalam Demokrasi

Kondisi demokrasi memburuk ketika masyarakat menyamakan kritik dengan permusuhan. Sebagian pihak menganggap dukungan terhadap kebijakan pemerintah sebagai sikap paling benar, sementara mereka yang mengkritik langsung dicap sebagai lawan politik atau bahkan ancaman. Pola pikir ini merusak ruang dialog dan menghambat penyelesaian persoalan bangsa.

Dalam situasi ini, sistem bergerak tanpa memberi ruang bagi warga yang memiliki niat tulus untuk memperbaiki keadaan. Berbagai pihak memproduksi narasi menyesatkan demi menjaga kepentingan tertentu, bahkan dengan mengorbankan akal sehat dan nurani publik.

Peran Prajurit Maya dalam Perang Narasi

Perang narasi di era post-truth dan framing media juga melibatkan prajurit maya. Mereka muncul secara masif di media sosial untuk menggiring opini publik. Setelah meninggalkan jejak perpecahan dan polarisasi, mereka menghilang tanpa tanggung jawab. Media sosial pun berubah menjadi medan konflik yang menjauhkan masyarakat dari diskursus sehat.

Literasi Media sebagai Jalan Keluar

Publik tidak bisa hanya menyalahkan media. Dalam era post-truth dan framing media, masyarakat harus membangun literasi digital dan literasi media secara aktif. Publik perlu membedakan fakta dan opini, memahami konteks informasi, serta mengkritisi narasi yang beredar di berbagai platform.

Kesadaran ini menjadi kunci untuk menjaga ruang publik tetap sehat. Tanpa literasi yang memadai, masyarakat akan terus menjadi korban perang narasi yang tidak berkesudahan.

Menempatkan Kebenaran sebagai Orientasi Utama

Pada akhirnya, post-truth dan framing media bukan hanya tantangan bagi integritas pers, tetapi juga ujian bagi kesadaran publik. Di tengah banjir informasi, masyarakat tidak membutuhkan lebih banyak berita, melainkan kejernihan berpikir.

Membangun ruang publik yang sehat berarti menempatkan kebenaran sebagai orientasi utama, meskipun kebenaran tersebut tidak selalu populer dan tidak selalu sesuai dengan keyakinan yang ingin didengar.

Merdeka.

Penulis: Eni Samayati
Editor: Admin Pemuda 21 Official

Admin 21

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putusan MA AS membatalkan tarif Presiden Trump

    Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Darurat Trump, Kewenangan Presiden Diperketat

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 36
    • 0Komentar

    WASHINGTON, Duasatunews.com — Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan Presiden Donald Trump melampaui kewenangannya ketika menerapkan tarif impor secara luas dengan alasan keadaan darurat nasional. Putusan itu keluar pada Jumat (20/2/2025) melalui voting 6–3. Mahkamah menyatakan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act/IEEPA) tahun 1977 tidak memberi wewenang kepada presiden untuk menetapkan tarif […]

  • Lapangan pertandingan WTA Dubai yang diikuti Aldila Sutjiadi

    Aldila Sutjiadi Siap Bangkit di WTA 1000 Dubai, Janice Tjen Jaga Momentum

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 118
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com | Turnamen level tinggi selalu membawa konsekuensi besar bagi atlet. Aldila Sutjiadi menghadapi tekanan untuk bangkit di WTA 1000 Dubai setelah hasil kurang optimal di Doha. Di saat bersamaan, Janice Tjen memikul ekspektasi publik usai mencatat kemenangan meyakinkan di babak awal. Penampilan keduanya menjadi perhatian karena berdampak langsung pada posisi tenis putri Indonesia […]

  • Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com —Knight Frank Indonesia melihat sektor properti Indonesia memasuki 2026 dengan optimisme yang lebih terukur setelah melalui dinamika pasar sepanjang 2025. Pelaku industri merespons perubahan pola kerja, konsumsi, dan mobilitas masyarakat dengan strategi yang lebih adaptif. Pertumbuhan properti 2026 menunjukkan tren positif seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban dan meningkatnya kebutuhan ruang yang berkelanjutan. […]

  • Aksi massa menolak kemunduran demokrasi Indonesia

    Kemunduran Demokrasi Indonesia dan Krisis Substansi

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Penulis: Eni Samayati
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Kemunduran demokrasi Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba. Sebaliknya, kekuasaan melemahkannya secara perlahan melalui kebijakan elitis, manipulasi hukum, dan pembatasan kritik publik. Di satu sisi, negara masih menggelar pemilu dan mempertahankan lembaga formal. Namun di sisi lain, praktik politik sehari-hari terus menggerus substansi demokrasi. Sejak awal, demokrasi menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. […]

  • Jusuf Hamka dukung BoP usai bertemu Presiden Prabowo di Istana

    Jusuf Hamka Dukung BoP, Nilai Prabowo Punya Strategi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Tokoh Muslim Tionghoa Jusuf Hamka menyatakan dukungan atas keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Jusuf menyampaikan dukungan tersebut setelah menghadiri pertemuan Presiden dengan tokoh dan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta. Jusuf Hamka, yang akrab disapa Babah Alun, menilai langkah Presiden masuk ke Board of […]

  • Rupiah menguat ke Rp16.770 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi

    Rupiah Menguat di Tengah Tekanan Global pada Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 162
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Nilai tukar rupiah kembali menguat pada awal perdagangan Selasa (10/2/2026), memberi sinyal perbaikan sentimen pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Rupiah dibuka di level Rp16.770 per dolar AS, menguat dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini penting bagi publik karena stabilitas rupiah berpengaruh langsung terhadap harga barang impor, biaya energi, dan tekanan inflasi domestik. […]

expand_less