Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » POST-TRUTH DAN PERANG FRAMING MEDIA

POST-TRUTH DAN PERANG FRAMING MEDIA

  • account_circle Admin 21
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 969
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Era post-truth dan framing media membawa ruang publik memasuki fase baru dalam arus informasi. Pada fase ini, emosi, keyakinan pribadi, dan kepentingan ideologis sering mengalahkan fakta objektif. Publik tidak lagi menilai informasi dari kebenarannya, melainkan dari kesesuaiannya dengan pandangan yang sudah mereka yakini.

Post-Truth dan Framing Media dalam Realitas Indonesia

Indonesia kini melewati fase yang menguras energi kolektif bangsa. Degradasi muncul di berbagai bidang, terutama dalam penegakan hukum dan proses kebijakan publik. Pemerintah sering memosisikan rakyat sebagai penerima keputusan tanpa memberi ruang berpikir kritis. Para pengambil kebijakan merancang program tanpa kajian mendalam dan minim uji publik, sehingga hasilnya tidak memberi dampak signifikan bagi masyarakat.

Fenomena post-truth dan framing media memperkuat kondisi tersebut. Publik lebih sering mencari pembenaran daripada kebenaran. Media yang sejalan dengan sudut pandang tertentu langsung memperoleh kepercayaan, meskipun informasi yang disampaikan tidak utuh. Sebalikiknya, publik mencurigai media yang menyajikan sudut pandang berbeda, walaupun media tersebut menyertakan data valid.

Cara Framing Media Membentuk Persepsi Publik

Framing media bekerja melalui pemilihan kata, visual, sudut pandang narasi, dan penempatan isu. Dari fakta yang sama, media dapat membangun realitas sosial yang berbeda. Dalam konteks post-truth dan framing media, publik sering menerima realitas tersebut sebagai kebenaran tunggal tanpa proses verifikasi kritis.

Ketika media memiliki afiliasi politik atau kepentingan ekonomi, perang framing semakin tajam. Media tidak lagi menyajikan berita sebagai laporan informasi, tetapi sebagai alat pengaruh. Situasi ini memecah masyarakat ke dalam kelompok-kelompok informasi dan menciptakan echo chamber yang memperkuat bias masing-masing.

Post-Truth dan Framing Media dalam Demokrasi

Kondisi demokrasi memburuk ketika masyarakat menyamakan kritik dengan permusuhan. Sebagian pihak menganggap dukungan terhadap kebijakan pemerintah sebagai sikap paling benar, sementara mereka yang mengkritik langsung dicap sebagai lawan politik atau bahkan ancaman. Pola pikir ini merusak ruang dialog dan menghambat penyelesaian persoalan bangsa.

Dalam situasi ini, sistem bergerak tanpa memberi ruang bagi warga yang memiliki niat tulus untuk memperbaiki keadaan. Berbagai pihak memproduksi narasi menyesatkan demi menjaga kepentingan tertentu, bahkan dengan mengorbankan akal sehat dan nurani publik.

Peran Prajurit Maya dalam Perang Narasi

Perang narasi di era post-truth dan framing media juga melibatkan prajurit maya. Mereka muncul secara masif di media sosial untuk menggiring opini publik. Setelah meninggalkan jejak perpecahan dan polarisasi, mereka menghilang tanpa tanggung jawab. Media sosial pun berubah menjadi medan konflik yang menjauhkan masyarakat dari diskursus sehat.

Literasi Media sebagai Jalan Keluar

Publik tidak bisa hanya menyalahkan media. Dalam era post-truth dan framing media, masyarakat harus membangun literasi digital dan literasi media secara aktif. Publik perlu membedakan fakta dan opini, memahami konteks informasi, serta mengkritisi narasi yang beredar di berbagai platform.

Kesadaran ini menjadi kunci untuk menjaga ruang publik tetap sehat. Tanpa literasi yang memadai, masyarakat akan terus menjadi korban perang narasi yang tidak berkesudahan.

Menempatkan Kebenaran sebagai Orientasi Utama

Pada akhirnya, post-truth dan framing media bukan hanya tantangan bagi integritas pers, tetapi juga ujian bagi kesadaran publik. Di tengah banjir informasi, masyarakat tidak membutuhkan lebih banyak berita, melainkan kejernihan berpikir.

Membangun ruang publik yang sehat berarti menempatkan kebenaran sebagai orientasi utama, meskipun kebenaran tersebut tidak selalu populer dan tidak selalu sesuai dengan keyakinan yang ingin didengar.

Merdeka.

Penulis: Eni Samayati
Editor: Admin Pemuda 21 Official

Admin 21

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Komentar (2)

  • 🤑 Top Up 236,538 $. GET -> graph.org/BALANCE-3682444-USD-04-21-2?hs=635389136f5d91acb2a3cf6f0ce48771& 🤑

    jumao0

    25 Juli 2026 9:01 pm
  • 🔄🪙 BTC Crypto Recovery Bonus Already Credited ⚡➤ telegra.ph/Compensations-03-29-5?hs=635389136f5d91acb2a3cf6f0ce48771& 🔄🪙

    5o1n4u

    7 April 2026 7:08 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran serang Israel dengan peluncuran rudal balistik pada malam hari

    Iran Serang Israel, Rudal dan Drone Picu Sirene

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 329
    • 0Komentar

    TEHERAN, (duasatunews.com) — Iran serang Israel dengan meluncurkan rudal dan drone pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Serangan Iran ke Israel ini memicu sirene peringatan di berbagai wilayah, terutama di Israel bagian utara, setelah militer Israel mendeteksi sejumlah rudal bergerak dari wilayah Iran menuju negaranya. Sebagai respons awal atas Iran serang Israel, militer Israel meminta warga segera […]

  • inovasi gadget 2023 wearable pintar

    Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 679
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Gadget pintar masa depan menjadi simbol bagaimana teknologi modern semakin menyatu dengan kehidupan manusia melalui wearable cerdas, smart home berbasis AI, dan inovasi ramah lingkungan. Saat ini, teknologi tidak lagi berdiri sebagai alat bantu semata. Sebaliknya, teknologi aktif membentuk cara manusia bekerja, beristirahat, dan berinteraksi. Selain itu, perkembangan gadget menghadirkan pengalaman yang […]

  • Kenapa Invasi Amerika Serikat Ke Venezuela Sangat Problematika?

    Kenapa Invasi Amerika Serikat Ke Venezuela Sangat Problematika?

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 729
    • 0Komentar

    Jakarta, DuaSatuNews.com — invasi AS ke Venezuela kembali menjadi sorotan internasional setelah sejumlah pejabat Amerika Serikat menyampaikan opsi penggunaan kekuatan militer. Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari berbagai negara dan pengamat global. Wacana ini muncul di tengah [krisis politik Venezuela] yang belum menunjukkan tanda penyelesaian. Amerika Serikat terus menekan pemerintah Caracas melalui sanksi ekonomi dan […]

  • pariwisata Pantai Pandan Tapanuli Tengah mulai bangkit

    Pariwisata Pantai Pandan Tapanuli Tengah Bangkit

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pariwisata Pantai Pandan Tapanuli Tengah mulai bangkit setelah banjir dan longsor melanda kawasan pesisir tersebut pada akhir 2025. Normalisasi akses jalan dan pembersihan material longsor mendorong wisatawan kembali mengunjungi kawasan pantai di Kecamatan Pandan, Sumatera Utara. Wisatawan kembali memadati Pantai Indah Pandan sejak pemerintah daerah membuka jalur transportasi menuju lokasi wisata. Peningkatan […]

  • Pemeriksaan Bupati Pati di Polres Kudus oleh KPK

    Pemeriksaan Bupati Pati di Polres Kudus oleh KPK

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Kudus, (duasatunews.com) – Pemeriksaan Bupati Pati di Mapolres Kudus dimulai pada Senin (19/1) dini hari. Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba sekitar pukul 03.30 WIB. Sebelum datang, tim KPK berkoordinasi dengan jajaran kepolisian setempat. Setibanya di lokasi, penyidik langsung memulai pemeriksaan. Kapolres Kudus, Heru Dwi Purnomo, menyatakan bahwa jajarannya menyediakan satu ruangan dan menyiapkan pengamanan. […]

  • bahasa Tolaki di kalangan anak muda Sulawesi Tenggara"

    Bahasa Tolaki dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 803
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com | Fenomena semakin jarangnya anak muda Tolaki menggunakan bahasa ibu di ruang publik bukan sekadar persoalan pilihan bahasa. Gejala ini menunjukkan pergulatan identitas yang lebih dalam, yakni krisis kepercayaan diri kultural di tengah arus modernitas. Bahasa Daerah dan Beban Persepsi Sosial Di banyak ruang sosial, masyarakat kerap memandang bahasa daerah sebagai sesuatu yang […]

expand_less