Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » POST-TRUTH DAN PERANG FRAMING MEDIA

POST-TRUTH DAN PERANG FRAMING MEDIA

  • account_circle Admin 21
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 846
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Era post-truth dan framing media membawa ruang publik memasuki fase baru dalam arus informasi. Pada fase ini, emosi, keyakinan pribadi, dan kepentingan ideologis sering mengalahkan fakta objektif. Publik tidak lagi menilai informasi dari kebenarannya, melainkan dari kesesuaiannya dengan pandangan yang sudah mereka yakini.

Post-Truth dan Framing Media dalam Realitas Indonesia

Indonesia kini melewati fase yang menguras energi kolektif bangsa. Degradasi muncul di berbagai bidang, terutama dalam penegakan hukum dan proses kebijakan publik. Pemerintah sering memosisikan rakyat sebagai penerima keputusan tanpa memberi ruang berpikir kritis. Para pengambil kebijakan merancang program tanpa kajian mendalam dan minim uji publik, sehingga hasilnya tidak memberi dampak signifikan bagi masyarakat.

Fenomena post-truth dan framing media memperkuat kondisi tersebut. Publik lebih sering mencari pembenaran daripada kebenaran. Media yang sejalan dengan sudut pandang tertentu langsung memperoleh kepercayaan, meskipun informasi yang disampaikan tidak utuh. Sebalikiknya, publik mencurigai media yang menyajikan sudut pandang berbeda, walaupun media tersebut menyertakan data valid.

Cara Framing Media Membentuk Persepsi Publik

Framing media bekerja melalui pemilihan kata, visual, sudut pandang narasi, dan penempatan isu. Dari fakta yang sama, media dapat membangun realitas sosial yang berbeda. Dalam konteks post-truth dan framing media, publik sering menerima realitas tersebut sebagai kebenaran tunggal tanpa proses verifikasi kritis.

Ketika media memiliki afiliasi politik atau kepentingan ekonomi, perang framing semakin tajam. Media tidak lagi menyajikan berita sebagai laporan informasi, tetapi sebagai alat pengaruh. Situasi ini memecah masyarakat ke dalam kelompok-kelompok informasi dan menciptakan echo chamber yang memperkuat bias masing-masing.

Post-Truth dan Framing Media dalam Demokrasi

Kondisi demokrasi memburuk ketika masyarakat menyamakan kritik dengan permusuhan. Sebagian pihak menganggap dukungan terhadap kebijakan pemerintah sebagai sikap paling benar, sementara mereka yang mengkritik langsung dicap sebagai lawan politik atau bahkan ancaman. Pola pikir ini merusak ruang dialog dan menghambat penyelesaian persoalan bangsa.

Dalam situasi ini, sistem bergerak tanpa memberi ruang bagi warga yang memiliki niat tulus untuk memperbaiki keadaan. Berbagai pihak memproduksi narasi menyesatkan demi menjaga kepentingan tertentu, bahkan dengan mengorbankan akal sehat dan nurani publik.

Peran Prajurit Maya dalam Perang Narasi

Perang narasi di era post-truth dan framing media juga melibatkan prajurit maya. Mereka muncul secara masif di media sosial untuk menggiring opini publik. Setelah meninggalkan jejak perpecahan dan polarisasi, mereka menghilang tanpa tanggung jawab. Media sosial pun berubah menjadi medan konflik yang menjauhkan masyarakat dari diskursus sehat.

Literasi Media sebagai Jalan Keluar

Publik tidak bisa hanya menyalahkan media. Dalam era post-truth dan framing media, masyarakat harus membangun literasi digital dan literasi media secara aktif. Publik perlu membedakan fakta dan opini, memahami konteks informasi, serta mengkritisi narasi yang beredar di berbagai platform.

Kesadaran ini menjadi kunci untuk menjaga ruang publik tetap sehat. Tanpa literasi yang memadai, masyarakat akan terus menjadi korban perang narasi yang tidak berkesudahan.

Menempatkan Kebenaran sebagai Orientasi Utama

Pada akhirnya, post-truth dan framing media bukan hanya tantangan bagi integritas pers, tetapi juga ujian bagi kesadaran publik. Di tengah banjir informasi, masyarakat tidak membutuhkan lebih banyak berita, melainkan kejernihan berpikir.

Membangun ruang publik yang sehat berarti menempatkan kebenaran sebagai orientasi utama, meskipun kebenaran tersebut tidak selalu populer dan tidak selalu sesuai dengan keyakinan yang ingin didengar.

Merdeka.

Penulis: Eni Samayati
Editor: Admin Pemuda 21 Official

Admin 21

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Komentar (1)

  • πŸ”„πŸͺ™ BTC Crypto Recovery Bonus Already Credited ⚑➀ telegra.ph/Compensations-03-29-5?hs=635389136f5d91acb2a3cf6f0ce48771& πŸ”„πŸͺ™

    5o1n4u

    7 April 2026 7:08 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak-anak membaca buku bersama di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kendari dengan suasana ruang literasi yang cerah, penuh warna, dan kegiatan edukatif interaktif.

    Peran Komunitas dalam Pengembangan TBM

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 161
    • 1Komentar

    Inovasi Taman Bacaan Masyarakat Kendari Tingkatkan Minat Baca Anak Jakarta,(duasatunews.com)//Inovasi Taman Bacaan Masyarakat Kendari menjadi fokus utama dalam upaya memperkuat budaya literasi di tingkat komunitas. Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pengelola TBM di Kendari untuk menghadirkan program yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Perwakilan Badan Bahasa Kemendikdasmen menyampaikan dorongan […]

  • spanyol tolak pangkalan as di tengah konflik timur tengah

    Spanyol Tolak Pangkalan Militernya Dipakai AS Serang Iran

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Spanyol tolak pangkalan AS yang diminta Washington untuk operasi militer terhadap Iran di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Keputusan ini memicu ketegangan diplomatik antara Madrid dan Washington. Pemerintah Spanyol menolak permintaan Amerika Serikat yang ingin menggunakan pangkalan militer di wilayahnya sebagai basis serangan terhadap Iran. Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung merespons […]

  • masyarakat adat Tolaki menolak penghinaan terhadap Suku Tolaki

    Penghinaan terhadap Suku Tolaki di Media Sosial

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 911
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com β€” Kami menyoroti beredarnya unggahan di media sosial Facebook yang memuat dugaan penghinaan terhadap Suku Tolaki. Unggahan tersebut memicu perhatian publik karena menyentuh isu sensitif yang berkaitan langsung dengan identitas suku, martabat masyarakat adat, dan nilai kebhinekaan bangsa, Selasa (6/1/2025). Suku Tolaki memegang peran penting dalam sejarah dan kekayaan budaya Indonesia, khususnya di […]

  • 2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

    2 Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Sanggup Tangani Bencana Banjir, Presiden Prabowo: Negara Kita Kuat untuk Mengatasi Ini

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 493
    • 0Komentar

    SUMATERA UTARA, Duasatunews.com – Sejumlah pemerintah daerah di Sumatera secara terbuka mengakui keterbatasan mereka dalam menangani bencana banjir. Kondisi tersebut langsung memicu perhatian publik nasional karena dampaknya meluas dan berulang. Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan tinggi terus mengguyur wilayah Sumatera. Akibatnya, banjir merendam permukiman warga dan memutus akses transportasi. Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat […]

  • polemik pelantikan Konawe di lingkungan pemerintah daerah

    Polemik Pelantikan Penjabat Konawe Kembali Mencuat

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 248
    • 0Komentar

    KONAWE,Β  (duasatunews.com) – Polemik pelantikan Konawe kembali mencuat dan menarik perhatian publik. Isu yang sempat mereda kini kembali bergulir dan memicu berbagai pertanyaan terkait tata kelola pemerintahan daerah. Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Konawe Jakarta, Abdi Aditya, menilai polemik tersebut mencerminkan persoalan dalam proses pengangkatan pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Ia menyebut pelantikan penjabat sebelumnya […]

  • Polri tangani bencana Sumatera dengan membangun jembatan dan hunian tetap

    Kapolri: Polri Bangun Jembatan dan Huntap untuk Tangani Bencana Sumatera

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri tangani bencana Sumatera melalui pembangunan infrastruktur dan operasi kemanusiaan. Langkah ini bertujuan mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana alam. Dalam pidatonya pada peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara, Rabu (1/7/2026), Kapolri menjelaskan Polri tidak hanya menjaga keamanan. Polri juga membantu masyarakat saat terjadi bencana. Sebagai bagian […]

expand_less