Serangan Iran Timur Tengah Guncang Produksi Minyak dan Gas
- account_circle adrian moita
- calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
- visibility 106
- comment 0 komentar
- print Cetak

Para pekerja mengevakuasi kilang, yang terletak di selatan kota pelabuhan Jubail, setelah dilaporkan adanya serangan pesawat tak berawak Iran pada Senin (2/3/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEL AVIV, (duasatunews.com) – Serangan Iran Timur Tengah memasuki hari ketiga dan langsung mengganggu produksi minyak serta gas di kawasan Teluk. Sejumlah fasilitas strategis di Israel, Qatar, dan Arab Saudi menghentikan operasi demi menjaga keamanan infrastruktur vital. Akibatnya, pasar energi global merespons dengan kenaikan harga yang signifikan.
Kawasan Teluk selama ini menjadi pusat produksi energi dunia. Oleh karena itu, setiap eskalasi militer di wilayah tersebut segera memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan internasional. Investor, pelaku industri, dan negara-negara pengimpor energi kini meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan lanjutan.
Dampak Serangan Iran Timur Tengah terhadap Gas Israel
Pemerintah Israel menutup sementara sebagian reservoir gas alam setelah risiko keamanan meningkat. Penutupan tersebut mencakup ladang gas Leviathan gas field di Laut Mediterania.
Perusahaan Chevron mengoperasikan fasilitas tersebut. Selain itu, Energean menghentikan kapal produksinya sebagai langkah pencegahan. Pemerintah Israel memastikan pasokan listrik domestik tetap berjalan dengan memanfaatkan sumber energi alternatif, sehingga dampak terhadap konsumsi dalam negeri dapat ditekan.
Langkah ini menunjukkan bahwa keamanan infrastruktur energi menjadi prioritas utama di tengah ketegangan kawasan.
Serangan Iran Timur Tengah Ganggu Produksi LNG Qatar
Drone menyerang kawasan industri Ras Laffan Industrial City dan Mesaieed Industrial City. Otoritas Qatar melaporkan tidak ada korban jiwa, namun aktivitas produksi mengalami gangguan.
Setelah insiden tersebut, QatarEnergy menghentikan sementara produksi gas alam cair (LNG). Mengingat Qatar merupakan salah satu eksportir LNG terbesar dunia, gangguan ini berpotensi memengaruhi pasar Asia dan Eropa yang sangat bergantung pada pasokan LNG dari kawasan Teluk.
Dampak Serangan Iran Timur Tengah pada Kilang Saudi
Di Arab Saudi, Saudi Aramco menghentikan operasi kilang Ras Tanura Refinery setelah serangan drone terjadi di wilayah tersebut. Kilang ini memiliki kapasitas sekitar 550.000 barel per hari dan termasuk salah satu fasilitas penting dalam jaringan distribusi global.
Penghentian sementara dilakukan untuk memastikan keselamatan pekerja serta mengevaluasi kondisi fasilitas. Meski bersifat pencegahan, keputusan ini tetap memberi tekanan tambahan pada pasar minyak.
Harga Minyak Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Dampak dari Serangan Iran Timur Tengah langsung tercermin pada pergerakan harga minyak. Minyak mentah Brent diperdagangkan mendekati 79 dolar AS per barel setelah mengalami lonjakan signifikan.
Kenaikan tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan yang lebih luas. Jika ketegangan tidak mereda, tekanan terhadap harga bahan bakar global dapat berlanjut dan berimbas pada inflasi serta biaya logistik di berbagai negara.
Sumber : REPUBLIKA.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
