Giant Sea Wall Dimatangkan, AHY Fokus Lindungi Pesisir Pantura
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA (duasatunews.com) – Pemerintah terus mematangkan desain Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Raksasa. Proyek ini menjadi bagian dari strategi perlindungan wilayah pesisir, khususnya di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan proyek tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pelindung fisik. Giant Sea Wall juga bertujuan menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir.
AHY menjelaskan pemerintah menempatkan proyek tanggul laut raksasa sebagai agenda utama perlindungan pesisir.
Proyek tersebut bertujuan melindungi mata pencaharian masyarakat. Pemerintah juga ingin menjaga aktivitas ekonomi serta keberlanjutan ekosistem sosial di kawasan pesisir.
AHY menilai perubahan iklim menjadi tantangan nyata bagi Indonesia.
Banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem semakin sering terjadi. Ancaman kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah juga terus meningkat di sejumlah wilayah pesisir.
Karena itu, pemerintah mempercepat perencanaan proyek tersebut. Langkah ini menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana.
Pembangunan infrastruktur pesisir ini membuka peluang kerja sama internasional yang luas.
Kolaborasi tersebut mencakup rekayasa pesisir, teknologi perlindungan pantai, pembangunan penghalang laut, sistem operasi dan pemeliharaan, serta penelitian bersama.
AHY menegaskan bahwa tantangan global membutuhkan tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kita perlu bergerak dari dialog menuju aksi, dari kerangka kerja menuju proyek nyata, dan dari komitmen menuju hasil yang dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Proyek ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang pemerintah untuk mengatasi banjir rob, penurunan muka tanah, dan kenaikan permukaan air laut.
Risiko perubahan iklim terus meningkat di kawasan pesisir. Karena itu, pemerintah kembali mendorong pembangunan tanggul laut raksasa sebagai langkah mitigasi yang berkelanjutan.
AHY menyebut sekitar 50 juta penduduk tinggal di kawasan Pantura Jawa. Pemerintah pun menyiapkan langkah perlindungan yang lebih komprehensif.
Kenaikan muka air laut dan penurunan permukaan tanah meningkatkan risiko banjir rob di sejumlah daerah pesisir.
Wilayah yang menghadapi ancaman tersebut antara lain Teluk Jakarta, Semarang, Demak, dan Kendal.
Pemerintah berharap Giant Sea Wall dapat menjadi solusi utama untuk mengurangi dampak bencana pesisir. Proyek ini juga diharapkan mampu melindungi masyarakat dan aktivitas ekonomi dalam jangka panjang.
- Penulis: Adrian Moita
- Editor: Nur Wayda
