FDR Geruduk Kejagung Desak Segera Periksa Pimpinan CV Berdaya Mediatama
- account_circle Arin fahrul Sanjaya
- calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
- visibility 520
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Duasatunews.com — Dugaan praktik tidak sehat dalam pengelolaan proyek infrastruktur kembali mencuat di Sulawesi Tenggara. Publik kini menyoroti CV Berdaya Mediatama, kontraktor yang berulang kali memenangkan tender proyek bernilai miliaran rupiah.
Perhatian publik menguat setelah proyek Peningkatan Jalan Asera–Amorome Utama di Kabupaten Konawe Utara dengan anggaran Rp10,8 miliar memicu kritik. Proyek tersebut gagal memenuhi harapan masyarakat dan menuai keluhan di lapangan.
Temuan Lapangan Ungkap Masalah Teknis
Tim pemantau menemukan banyak kejanggalan pada proyek jalan tersebut. Pihak kontraktor tidak mengerjakan rabat beton di sepanjang volume pekerjaan. Selain itu, permukaan aspal tampak bergelombang dan mulai terkelupas meski proyek baru selesai.
Tim juga tidak menemukan galian saluran drainase di lokasi pekerjaan. Padahal, paket proyek mewajibkan pembangunan drainase sebagai bagian utama. Kondisi ini memperkuat dugaan pengurangan spesifikasi teknis dan potensi mark up anggaran.
Pola Kemenangan Tender Picu Kecurigaan
Selain persoalan kualitas, publik mempertanyakan pola kemenangan tender CV Berdaya Mediatama. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan ini mengerjakan ratusan proyek di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
Wakil Ketua I Forum Demokrasi Rakyat (FDR), Robby Anggara, menyebut pola tersebut tidak wajar. Ia melihat adanya indikasi praktik makelar proyek dalam proses pengadaan.
“Perusahaan ini terus memenangkan tender bernilai besar. Namun, kualitas pekerjaannya justru sering bermasalah,” ujar Robby, Kamis (02/10/2025).
Aktivis Klaim Terima Tekanan
Robby juga mengungkap dugaan intimidasi setelah isu ini mencuat. Ia mengaku menerima teror dari oknum yang mengaku sebagai direktur CV Berdaya Mediatama.
Alih-alih membuka klarifikasi, oknum tersebut justru menekan pihak yang mengkritik. Sikap ini, menurut Robby, mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas publik.
FDR Paparkan Deretan Proyek
Sebagai bagian dari investigasi, Forum Demokrasi Rakyat memaparkan sejumlah proyek yang melibatkan CV Berdaya Mediatama:
Pekerjaan Konstruksi TA 2024
-
Pembangunan Trotoar dan Drainase SD–Masjid Woikonggo – Rp4,6 miliar
-
Peningkatan Jalan Aspal Asera–Amorome Utama – Rp10,8 miliar
-
Peningkatan Jalan Aspal Poros Andeo – Rp1,4 miliar
-
Rekonstruksi Jalan Mali Singgima – Rp17 miliar
-
Pengaspalan Jalan Watubangga–Dalam Kota – Rp3,8 miliar
-
Lanjutan Pembangunan Gedung DPRD Bombana – Rp12,1 miliar
Pekerjaan Konstruksi TA 2023
Pada tahun anggaran 2023, perusahaan yang sama mengerjakan normalisasi saluran Rawa Lasada, rekonstruksi jalan di Kecamatan Amonggedo dan Meluhu, pembangunan drainase Jalan Khairil Anwar Kolaka, serta pembangunan gedung bertingkat di Kota Kendari.
Pekerjaan Konstruksi dan Pengadaan TA 2022–2021
Sebelumnya, CV Berdaya Mediatama menangani peningkatan jalan desa di Lalembuu, pengadaan bibit kopi DBH Pusat, penggantian Jembatan Sungai Waturai II, hingga pembangunan Gedung PTSP Kejaksaan Negeri Konawe.
FDR Desak Audit Menyeluruh
Melihat pola tersebut, FDR menilai banyak proyek meninggalkan persoalan serius. Masalah aspal bergelombang, drainase yang tidak dikerjakan, serta dugaan mark up terus muncul dari tahun ke tahun.
Karena itu, FDR mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan Agung RI, Badan Pemeriksa Keuangan, dan BPKP untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh proyek tersebut.
“Jika aparat penegak hukum tidak segera bertindak, negara berisiko menanggung kerugian besar,” tegas Robby Anggara.
- Penulis: Arin fahrul Sanjaya
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar