Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Enggan berdamai, kampus tagih uang KIP ke korban dugaan kekerasan seksual

Enggan berdamai, kampus tagih uang KIP ke korban dugaan kekerasan seksual

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 191
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Pusat Studi Konstitusi Indonesia (Puskom Indonesia) mengecam keras dugaan tindakan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa yang tidak berpihak kepada korban kekerasan seksual. Menurut Puskom, pihak kampus justru menambah tekanan terhadap korban melalui pemanggilan terkait dana KIP Kuliah, padahal korban memilih mengundurkan diri karena trauma.

Surat tertanggal 18 Mei 2026 memicu polemik tersebut. Melalui surat itu, pihak kampus meminta orang tua mahasiswa berinisial AR menghadiri klarifikasi mengenai dana KIP Kuliah yang pernah diterima mahasiswa.

Selain meminta klarifikasi, pihak kampus menyatakan akan melapor ke kepolisian apabila orang tua korban tidak menghadiri undangan klarifikasi kedua. Kampus beralasan dana KIP Kuliah merupakan uang negara sehingga setiap penerima wajib mempertanggungjawabkannya sesuai ketentuan hukum.

Puskom Soroti Sikap Kampus

Kepala Bidang HAM dan Pendidikan Puskom Indonesia, Robby Lamasigi, menilai langkah kampus tidak mencerminkan keberpihakan kepada korban kekerasan seksual.

“Korban mengundurkan diri karena trauma setelah mengalami kekerasan seksual. Namun, kampus justru memanggil korban dan mengaitkan persoalan administrasi KIP Kuliah dengan ancaman pelaporan. Langkah itu hanya menambah beban psikologis korban,” ujar Robby.

Menurut Robby, kampus harus menyelesaikan persoalan administrasi beasiswa melalui mekanisme yang profesional, transparan, dan tidak menimbulkan intimidasi.

Di sisi lain, pengelola kampus wajib memisahkan urusan administrasi KIP Kuliah dari tanggung jawab memberikan perlindungan kepada korban kekerasan seksual.

“Jangan jadikan aturan beasiswa sebagai alat untuk menekan atau membungkam korban,” tegasnya.

Kampus Harus Mengutamakan Perlindungan Korban

Robby menegaskan bahwa korban memutuskan keluar dari kampus karena trauma. Oleh sebab itu, pihak kampus harus mengutamakan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta menjaga kerahasiaan identitas korban.

Ia mempertanyakan langkah konkret yang telah diambil kampus setelah korban melaporkan dugaan kekerasan seksual.

“Apakah kampus sudah memberikan pendampingan? Apakah korban memperoleh pemulihan? Apakah kampus menjamin keselamatan korban? Pertanyaan itu jauh lebih penting daripada terus membebani korban dengan persoalan administrasi,” katanya.

Lebih lanjut, Puskom menilai pihak kampus belum menjalankan kewajiban untuk melindungi korban kekerasan seksual secara optimal. Kondisi tersebut, menurut Puskom, semakin menguatkan dugaan bahwa kampus gagal menjalankan tanggung jawab kelembagaannya.

Puskom Desak Kemenag Bertindak

Puskom Indonesia mendesak Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Inspektorat Jenderal segera memeriksa langkah yang diambil pihak kampus.

Selanjutnya, Puskom meminta Kementerian Agama mengevaluasi pengelolaan KIP Kuliah di IAI Rawa Aopa agar pengelola tidak memanfaatkan program tersebut sebagai alat yang menekan mahasiswa.

“Kami mendesak Kementerian Agama segera turun tangan. Periksa pihak kampus, periksa pengelola KIP Kuliah, dan pastikan korban tidak mengalami reviktimisasi. Negara harus menjamin perlindungan terhadap korban kekerasan seksual,” ujar Robby.

Pendidikan Islam Harus Menjadi Ruang Aman

Pada akhir pernyataannya, Robby meminta setiap perguruan tinggi berbasis keagamaan menciptakan ruang yang aman bagi seluruh mahasiswa.

Menurutnya, pendidikan Islam menjunjung tinggi nilai keadilan, kasih sayang, amanah, dan perlindungan terhadap kelompok rentan.

“Jika kampus memperlakukan korban kekerasan seksual sebagai pihak yang bersalah, tindakan itu mencederai marwah pendidikan Islam sekaligus menghilangkan rasa aman bagi mahasiswa,” tutup Robby.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yuke Yurike menjelaskan anggaran pendidikan DKI Jakarta kepada wartawan

    Anggaran Pendidikan DKI Jakarta Rp19,75 Triliun, DPRD Targetkan Tekan Kemiskinan dan Kesenjangan

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) — Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menegaskan bahwa anggaran pendidikan DKI Jakarta menjadi kunci dalam menekan ketimpangan sosial dan memutus rantai kemiskinan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan total anggaran pendidikan sebesar Rp19,75 triliun pada 2026. Yuke menyatakan pemerintah harus memastikan setiap warga memperoleh akses pendidikan yang layak. Ia menekankan tidak […]

  • prioritas tenaga kerja lokal PT Ganda Alam Makmur dituntut warga Desa Bumi Etam Kutai Timur

    Warga Desa Bumi Etam Desak PT Ganda Alam Makmur Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Usupriyadi
    • visibility 503
    • 0Komentar

    KUTAI TIMUR, duasatunews.com – 21 Januari 2026 Tenaga kerja lokal menjadi tuntutan utama masyarakat Desa Bumi Etam kepada PT Ganda Alam Makmur. Warga menilai perusahaan belum melibatkan penduduk sekitar secara optimal dalam aktivitas pertambangan di Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur. Puluhan warga Desa Bumi Etam bersama kelompok Masyarakat Kukaur Bersatu mendatangi area perusahaan untuk menyampaikan […]

  • tarif impor global Trump diumumkan di Washington DC

    Trump Umumkan Tarif Impor Global Baru Usai MA AS Batalkan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 372
    • 0Komentar

    WASHINGTON DC, (duasatunews.com) — Tarif impor global Trump kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif baru sebesar 10 persen untuk seluruh negara pada Jumat (20/2). Langkah ini muncul setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif impor sebelumnya yang ia terapkan secara sepihak. Dalam konferensi pers, Trump menyampaikan langsung kebijakan tersebut kepada […]

  • Demokrat bersama Prabowo Diminta Jadi Solusi Bangsa

    Demokrat bersama Prabowo Diminta Jadi Solusi Bangsa

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 541
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan bahwa Demokrat bersama Prabowo perlu mengambil peran sebagai bagian dari solusi dan kemajuan bangsa. Menurutnya, seluruh elemen politik harus berkontribusi positif dalam menghadapi berbagai tantangan nasional. Pesan SBY untuk Demokrat Bersama Prabowo SBY menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri perayaan Natal nasional Partai […]

  • pernikahan dini Indonesia

    MARAKNYA PERNIKAHAN DINI DAN ANCAMAN BAGI MASA DEPAN GENERASI MUDA

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 764
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pernikahan dini masih marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Masalah ini tidak lagi sekadar persoalan budaya atau tradisi. Praktik tersebut kini berkembang menjadi isu sosial serius yang mengancam masa depan generasi muda, terutama anak dan perempuan. Fenomena ini terus berulang setiap tahun. Banyak pihak belum mampu memutus rantai persoalan tersebut. Padahal, […]

  • GARPEM Sultra Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama, Desak Pemerintah Bentuk Tim Evaluasi Terpadu

    GARPEM Sultra Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama, Desak Pemerintah Bentuk Tim Evaluasi Terpadu

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 122
    • 3Komentar

    Kolaka, (duasatunews.com) — Garda Pemuda Sulawesi Tenggara (GARPEM Sultra) mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dugaan dampak aktivitas pertambangan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Desakan tersebut disampaikan menyusul beredarnya sejumlah dokumentasi foto dan video di media sosial yang memperlihatkan ruas jalan dipenuhi air […]

expand_less