Kapal Pukat Malaysia Ilegal Tenggelam Ditabrak Patroli Thailand
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
- visibility 132
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi kapal patroli Angkatan Laut Thailand menghentikan kapal pukat Malaysia ilegal di perairan Thailand
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bangkok, (duasatunews.com) – Insiden penegakan hukum laut terjadi di perairan selatan Thailand ketika kapal pukat Malaysia ilegal menabrak kapal patroli Angkatan Laut Thailand. Aparat melepaskan tembakan peringatan setelah kapal nelayan tersebut bermanuver berbahaya saat petugas mendekat untuk pemeriksaan.
Juru bicara Angkatan Laut Thailand, Laksamana Muda Parach Rattanachaiyapan, menyampaikan keterangan pada 20 Februari 2026. Nelayan Thailand lebih dulu melaporkan keberadaan delapan hingga sepuluh kapal pukat kecil Malaysia di perairan teritorial Thailand, sekitar delapan mil laut dari Pulau Lipe.
Menanggapi laporan itu, Angkatan Laut Thailand segera mengerahkan kapal patroli ke lokasi. Setiba di area kejadian, petugas melihat sedikitnya 10 kapal nelayan Malaysia berada di wilayah perairan Thailand dan menjalankan aktivitas penangkapan ikan tanpa izin.
Awak patroli menggunakan pengeras suara untuk memerintahkan kapal-kapal tersebut mematikan mesin dan bersiap menjalani pemeriksaan. Sebagian besar kapal nelayan mematuhi perintah dan meninggalkan perairan Thailand. Namun, satu kapal pukat Malaysia ilegal justru mendekat dengan cepat dan mengambil jalur berisiko menuju kapal patroli.
Manuver itu meningkatkan risiko tabrakan dan membahayakan keselamatan awak. Dalam kondisi tersebut, awak patroli melepaskan tembakan peringatan sesuai prosedur pengamanan laut. Tindakan ini bertujuan menghentikan pergerakan kapal nelayan dan mencegah kecelakaan yang lebih serius.
Insiden tersebut melukai satu awak kapal nelayan dan membuat petugas mengamankan dua awak lainnya. Kapal nelayan itu kemudian tenggelam di lokasi kejadian. Petugas segera membawa korban luka ke rumah sakit di Provinsi Satun untuk perawatan medis.
Parach menjelaskan bahwa ketiga awak kapal pukat Malaysia ilegal itu berstatus warga negara Thailand yang bekerja berdasarkan kontrak di Malaysia. Aparat penegak hukum setempat menahan dua awak lainnya sesuai keputusan pengadilan.
Pihak berwenang Thailand menegaskan komitmen untuk meningkatkan patroli laut. Langkah ini bertujuan menekan praktik kapal pukat Malaysia ilegal, melindungi sumber daya perikanan, dan menjaga keamanan perairan perbatasan.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
