BI Kembangkan Instrumen Pasar Uang, Investor Didorong Tetap Simpan Aset Rupiah
- account_circle Reski
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto:Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida Budiman saat memberikan paparan mengenai penguatan instrumen pasar uang rupiah dan stabilitas ekonomi nasional dalam kegiatan literasi keuangan, Sabtu.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,(duasatunews.com) — Bank Indonesia (BI) memperluas instrumen pasar uang untuk segmen ritel dan korporasi. Langkah ini bertujuan menjaga minat investor terhadap aset rupiah di tengah tekanan ekonomi global.
Deputi Gubernur BI, Aida Budiman, mengatakan masyarakat membutuhkan pilihan investasi yang aman dan fleksibel. Karena itu, BI terus mengembangkan instrumen pasar keuangan domestik.
“Supaya investor mau menanam modalnya di Indonesia dan masyarakat tetap memegang aset dalam rupiah,” ujar Aida di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, pengembangan instrumen pasar uang juga membuka peluang peningkatan inklusi dan literasi keuangan nasional.
Literasi Keuangan Jadi Fokus Utama
BI bersama Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS terus memperkuat edukasi keuangan bagi masyarakat. Fokus utama program ini menyasar generasi muda.
Aida menilai literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan investasi. Masyarakat juga perlu memahami cara mengambil keputusan finansial yang bijak dan berkelanjutan.
Ia menegaskan kondisi ekonomi global yang dinamis dapat memengaruhi kondisi keuangan masyarakat. Karena itu, pemahaman keuangan menjadi kebutuhan penting.
QRIS dan Digitalisasi Terus Diperkuat
Selain menjaga stabilitas rupiah, BI juga memperkuat sistem pembayaran digital. Salah satu langkah utama dilakukan melalui pengembangan QRIS.
Hingga April 2026, QRIS telah digunakan 63 juta pengguna dan lebih dari 45 juta merchant. Mayoritas merchant berasal dari sektor UMKM.
BI menilai sistem pembayaran digital membuat transaksi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Akses masyarakat terhadap produk keuangan juga semakin luas.
BI Kembangkan Talenta Digital
BI juga mendorong pengembangan talenta digital nasional. Upaya itu dilakukan melalui program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) dan Digdaya x Hackathon.
Program tersebut bertujuan mencetak generasi muda yang inovatif dan adaptif terhadap ekonomi digital.
Selain itu, BI menjalankan program PeKA atau Peduli, Kenali, dan Adukan. Program ini membantu masyarakat mengenali risiko penipuan dan kejahatan digital.
Langkah Stabilkan Rupiah
Pada awal Mei 2026, BI mengumumkan tujuh langkah stabilisasi rupiah. Kebijakan itu meliputi intervensi pasar spot domestik, DNDF, NDF luar negeri, pembelian SBN, serta penerbitan SRBI.
BI juga memperkuat pengawasan transaksi dolar AS. Selain itu, BI membatasi pembelian dolar tanpa underlying dari 100 ribu dolar AS menjadi 50 ribu dolar AS per bulan. Ke depan, batas itu akan kembali turun menjadi 25 ribu dolar AS.
Program LIKE IT sendiri merupakan kolaborasi BI, Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS untuk memperkuat literasi serta inklusi keuangan masyarakat.
- Penulis: Reski
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar