Wakil BEM UIC Mendukung Penyegelan Kantor Perwakilan SULTRA
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
- visibility 138
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,Duasatunews.com – Ratusan mahasiswa menuntut asrama mahasiswa Sultra Jakarta dengan memboikot Kantor Penghubung Sulawesi Tenggara di Ibu Kota. Aksi ini muncul karena pemerintah daerah belum merealisasikan fasilitas hunian bagi mahasiswa Sultra yang melanjutkan pendidikan di Jakarta.
Koordinator aksi, Feny Tri Indah Kasim, menyatakan mahasiswa merasa kecewa dengan sikap pemerintah daerah. Ia menilai pemerintah belum menunjukkan keadilan dalam pemenuhan kebutuhan mahasiswa.
“Mahasiswa Sultra di Yogyakarta dan Makassar memiliki asrama. Kami di Jakarta tidak mendapatkan fasilitas yang sama,” kata Feny.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlakuan berbeda terhadap mahasiswa Sultra yang kuliah di Ibu Kota. Padahal, Jakarta menjadi pusat pendidikan nasional dan menampung banyak mahasiswa dari berbagai daerah.
Tuntutan Asrama Mahasiswa Sultra Jakarta
Feny menegaskan pemerintah pusat dan daerah sering menyampaikan komitmen membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, komitmen itu dinilai belum diwujudkan dalam kebijakan nyata.
“Pemerintah selalu berbicara soal peningkatan kualitas SDM. Namun fasilitas dasar mahasiswa justru terabaikan,” ujarnya.
Mahasiswa Sultra Jakarta berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta kejelasan terkait rencana, anggaran, dan waktu pembangunan asrama mahasiswa.
Respons Kantor Penghubung Sultra
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan tanggapan atas tuntutan mahasiswa. Ia menyatakan akan menyampaikan seluruh aspirasi mahasiswa kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, ASR.
“Kami akan menyampaikan tuntutan ini kepada pimpinan. Kami meminta waktu sepuluh hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan Kantor Penghubung hanya bertugas sebagai fasilitator. Pihaknya tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan tanpa persetujuan pimpinan daerah.
“Kami juga siap memfasilitasi pertemuan antara mahasiswa dan gubernur,” katanya.
Ancaman Boikot Total
Meski demikian, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal tuntutan tersebut. Feny menyatakan mahasiswa memberi waktu kepada pemerintah untuk memberikan kepastian.
“Jika pemerintah tidak menemui mahasiswa dan tidak memberikan kejelasan, kami akan memboikot penuh kantor ini,” tegasnya.
Mahasiswa juga mengancam menghentikan seluruh aktivitas kerja di Kantor Penghubung Sultra di Jakarta. Mereka menegaskan aksi akan terus berlanjut hingga pemerintah merealisasikan asrama mahasiswa Sultra Jakarta.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar