Ketua IPPMI Konsel Puji Keberhasilan Program ‘Setara’: Transformasi Nyata bagi Masyarakat Pedesaan
- account_circle Darman
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- visibility 382
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketgam : Arin Fahrul Sanjaya, S.i.kom saat memimpin sidang Musyawarah Besar Pemuda 21, sesaat sebelum diwawancarai awak media duasatunews
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Program Setara Konawe Selatan menjadi sorotan publik setelah sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut mulai menjawab persoalan ketimpangan pembangunan desa. Pemerintah daerah mengarahkan program ini untuk memperluas akses infrastruktur, layanan publik, dan ekonomi lokal.
Ketimpangan pembangunan antara pusat kabupaten dan desa masih menjadi persoalan utama di banyak daerah. Konawe Selatan tidak luput dari masalah ini. Warga desa selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses jalan, layanan publik, dan peluang ekonomi.
Situasi tersebut mendorong tuntutan publik agar pemerintah daerah menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat bawah.
Program Setara Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Saat Ini
Program pembangunan “Setara” muncul di tengah meningkatnya kebutuhan pemerataan pembangunan. Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan merancang program ini untuk menjawab kesenjangan antarwilayah.
Program tersebut menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur desa, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan akses layanan dasar. Fokus ini membuat Setara relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini.
IPPMI Konsel Menilai Dampak Program Mulai Terasa
Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (IPPMI) Konawe Selatan, Arin Fahrul Sanjaya, menilai program Setara telah menunjukkan hasil nyata. Ia menyebut masyarakat desa mulai merasakan dampak langsung dari pembangunan yang berjalan.
Menurut Arin, pemerintah daerah menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal program tersebut. Pembangunan jalan produksi dan penguatan sektor pertanian menjadi contoh perubahan yang terlihat di lapangan.
Pembangunan Tidak Lagi Terpusat di Ibu Kota Kabupaten
Arin menilai pemerintah daerah mulai keluar dari pola pembangunan yang terpusat. Pemerintah kini mengarahkan pembangunan ke wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
Pendekatan ini, menurutnya, memperluas akses ekonomi warga desa. Petani lebih mudah membawa hasil produksi. Aktivitas UMKM juga mulai tumbuh seiring membaiknya konektivitas antarwilayah di Konawe Selatan.
Pemuda Dorong Pengawasan dan Penguatan Program
Meski memberi apresiasi, IPPMI tetap menyampaikan catatan kritis. Arin mengingatkan agar pemerintah tidak cepat berpuas diri. Ia menilai keberhasilan awal harus diikuti dengan pengawasan yang ketat.
Ia juga mendorong pemerintah memperluas fokus pembangunan. Menurutnya, infrastruktur fisik perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan digitalisasi desa.
Dampak Sosial dan Ekonomi Dinilai Signifikan
Pemerataan jalan desa mempercepat akses warga ke sekolah dan fasilitas kesehatan. Biaya distribusi hasil pertanian juga menurun. Kondisi ini memperkuat ekonomi desa dan menjaga stabilitas pangan daerah.
Arin menilai dampak tersebut dapat menahan laju urbanisasi pemuda. Desa kembali menjadi ruang yang layak untuk tumbuh dan berkembang.
Program Setara Perlu Konsistensi dan Evaluasi Terbuka
IPPMI menyatakan siap berperan sebagai mitra kritis pemerintah daerah. Organisasi kepemudaan ini mendorong evaluasi terbuka dan pelibatan publik dalam setiap tahap pembangunan.
Dengan konsistensi kebijakan dan pengawasan publik, program Setara berpeluang menjadi fondasi pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan di Konawe Selatan.

Saat ini belum ada komentar