Starmer Serangan Iran: Inggris Tak Ikut Operasi AS-Israel
- account_circle adrian moita
- calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
- visibility 196
- comment 0 komentar
- print Cetak

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LONDON, (duasatunews.com) – Starmer tolak ikut serangan Iran bersama Amerika Serikat dan Israel dalam fase awal konflik. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan keputusan tersebut saat menyampaikan pembaruan situasi di House of Commons pada Senin, 2 Maret 2026.
Starmer menegaskan pemerintah Inggris tidak bergabung dalam serangan ofensif AS dan Israel. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut berlandaskan kepentingan nasional serta perlindungan warga Inggris.
“Kami tidak bergabung dengan serangan ofensif AS dan Israel. Kami memprioritaskan pertahanan diri kolektif dan keselamatan warga Inggris,” ujarnya.
Kritik terhadap Starmer Tolak Ikut Serangan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik langkah London. Trump menyebut Inggris terlalu lama memberikan akses pangkalan militer, sebagaimana dilaporkan The Telegraph.
Namun, Starmer menegaskan bahwa tugasnya adalah menentukan langkah terbaik bagi kepentingan Inggris. Ia menyatakan jalur diplomasi dan negosiasi tetap menjadi opsi utama untuk meredakan ketegangan.
Dampak Regional dan Ancaman Keamanan
Meski Starmer tolak ikut serangan Iran pada tahap awal, ia mengakui bahwa situasi berkembang cepat. Serangan balasan Iran meningkatkan risiko terhadap warga Inggris dan aset militer Inggris di kawasan.
Starmer menyebut sekitar 200.000 warga Inggris masih berada di Timur Tengah. Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi yang sangat mengkhawatirkan.
Iran juga menghantam pangkalan militer Inggris di Bahrain saat 300 personel berada tidak jauh dari lokasi serangan. Selain itu, pihak berwenang mencatat serangan drone terhadap RAF Akrotiri di Siprus.
Starmer memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut. Ia juga menegaskan bahwa pangkalan Inggris di Siprus tidak digunakan oleh pesawat pengebom AS.
Menurut penilaian pemerintah Inggris, pihak tertentu meluncurkan drone sebelum London mengumumkan keputusan resminya.
Posisi Diplomatik Inggris
Langkah Starmer tolak ikut serangan Iran menempatkan Inggris dalam posisi diplomatik yang sensitif. London berupaya menjaga hubungan dengan Washington sekaligus menghindari keterlibatan langsung dalam eskalasi militer.
Pengamat menilai keputusan tersebut mencerminkan strategi Inggris untuk menyeimbangkan kepentingan keamanan dan diplomasi di tengah ketegangan Timur Tengah yang terus meningkat.
Sumber : ANTARA – Anadolu
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
