Anggaran BGN Ratusan Triliun Rupiah Bocor, KOGAMTI Minta Pecat Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Dadan Hindayana
- account_circle Darman
- calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
- visibility 135
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Dugaan dapur fiktif MBG mencuat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi. Namun, temuan di lapangan menunjukkan banyak persoalan serius.
Komite Generasi Muda Timur Indonesia (KOGAMTI) menemukan dugaan 12.000 dapur fiktif yang tersebar di berbagai daerah. Temuan tersebut berasal dari laporan pengurus KOGAMTI di tingkat daerah.
Dugaan Dapur Fiktif MBG Dilaporkan KOGAMTI
Ketua Umum Pusat KOGAMTI, Afandi Somar, menyampaikan laporan itu setelah menggelar rapat daring dengan pengurus daerah. Ia menilai pelaksanaan program MBG jauh dari tujuan awal.
“Melalui Zoom Meeting, pengurus daerah melaporkan kondisi program MBG yang bermasalah,” kata Afandi.
Ia menjelaskan, data internal KOGAMTI menunjukkan ribuan dapur tidak beroperasi. Banyak dapur bahkan diduga hanya tercatat di atas kertas.
“Kami mencatat sekitar 12.000 dapur bermasalah, terutama dugaan dapur fiktif MBG di pelosok,” ujarnya.
Kasus Keracunan Jadi Alarm
Selain dapur fiktif, KOGAMTI juga mencatat sejumlah kasus keracunan makanan. Afandi menilai kualitas dan distribusi makanan menjadi penyebab utama.
Distribusi yang panjang menurunkan kualitas makanan. Akibatnya, standar gizi tidak terpenuhi. Dalam beberapa kasus, kondisi ini memicu keracunan pada penerima manfaat.
Desakan Audit dan Evaluasi Menyeluruh
Afandi, yang akrab disapa Bung AS, meminta pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap program MBG. Ia menyoroti besarnya anggaran negara yang mengalir setiap hari.
“Negara tidak boleh main-main dengan anggaran triliunan rupiah,” tegasnya.
Ia menilai pengawasan yang lemah berisiko menimbulkan kebocoran anggaran. Kondisi tersebut dapat memperburuk tekanan ekonomi nasional.
Desak Pencopotan Kepala BGN
KOGAMTI juga mendesak Presiden Prabowo mengambil langkah tegas. Organisasi ini meminta pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
“Kami meminta Presiden Prabowo mencopot Kepala BGN. Program ini jangan sampai gagal,” ujar Afandi.
Ia menegaskan kegagalan MBG tidak hanya merugikan keuangan negara. Program ini juga berisiko membahayakan anak-anak sebagai penerima manfaat utama.

Saat ini belum ada komentar