Sound System Masjid Bermasalah, JK Sebut 75 Persen Perlu Dibenahi
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- visibility 149
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Umum DMI Jusuf Kalla
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Sound system masjid di Indonesia masih menghadapi persoalan serius. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, menegaskan bahwa perbaikan tata suara menjadi kebutuhan mendesak agar ibadah dapat berlangsung khusyuk dan nyaman bagi jamaah.
Jusuf Kalla menyatakan sekitar 75 persen masjid masih mengalami masalah pada sistem pengeras suara. Selain itu, banyak pengurus masjid memasang perangkat audio tanpa perencanaan yang matang. Akibat pemasangan tersebut, kualitas suara sering kali tidak mendukung fungsi masjid sebagai tempat ibadah.
DMI terus memperkuat program pengelolaan masjid bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk mendorong perbaikan sound system masjid. Melalui berbagai kegiatan, DMI memberikan pembinaan dan pelatihan kepada pengurus masjid sebagai rujukan utama dalam pengelolaan tata suara.
Tata Suara Masjid Perlu Disesuaikan Lingkungan
Selanjutnya, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa pengurus masjid perlu menyesuaikan tata suara dengan ukuran bangunan, kondisi lingkungan, serta karakter masyarakat sekitar. Namun, penggunaan volume yang berlebihan justru mengganggu jamaah dan mengurangi kekhusyukan ibadah.
Karena itu, pengurus masjid tidak cukup hanya membesarkan suara saat memperbaiki sistem audio. Mereka perlu mempertimbangkan aspek akustik secara menyeluruh agar suara terdengar jelas tanpa menimbulkan kebisingan.
Masjid Harus Hadirkan Suasana Syahdu
Di sisi lain, Jusuf Kalla menekankan bahwa masjid harus menghadirkan suasana yang syahdu dan menenangkan. Menurutnya, masjid berfungsi sebagai tempat ibadah, bukan sarana hiburan.
Oleh sebab itu, pengurus masjid perlu mengatur suara secara bijak agar jamaah dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.
Peran Pengurus Masjid dalam Perbaikan Akustik
Lebih lanjut, Jusuf Kalla mendorong pengurus masjid untuk meningkatkan pemahaman tentang akustik melalui berbagai pelatihan. Dengan langkah ini, pengurus dapat memperbaiki sound system masjid secara terencana dan berkelanjutan.
Pengurus masjid juga dapat menciptakan suasana ibadah yang lebih tertib dan nyaman melalui perbaikan tata suara. Selain aspek teknis, mereka perlu mempertimbangkan dampak tata suara terhadap lingkungan sekitar. Dengan mengatur audio secara tepat dan melakukan evaluasi berkala terhadap perangkat audio, pengurus masjid dapat menghadirkan sistem tata suara yang lebih baik dan berkelanjutan.
