Teror Kelompok OPM Meningkat, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
- visibility 166
- comment 0 komentar
- print Cetak

ketgam : wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menyapa warga di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Gibran tunda Yahukimo dalam agenda kunjungan kerja ke Papua Pegunungan yang semula berlangsung pada Rabu (14/1/2026). Aparat keamanan menilai kondisi di wilayah Yahukimo belum kondusif sehingga mereka merekomendasikan penundaan demi keselamatan Wakil Presiden RI dan rombongan.
Panglima Kodam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim menyampaikan rekomendasi tersebut setelah jajarannya melakukan evaluasi keamanan terbaru. Menurut Amrin, aparat memprioritaskan aspek keselamatan dalam setiap kunjungan pejabat negara ke wilayah rawan.
Saat ini, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka masih menjalani agenda kerja di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, sejak Selasa (13/1/2026). Sebelumnya, tim protokoler memasukkan Kabupaten Yahukimo sebagai lokasi terakhir dalam rangkaian kunjungan kerja di Papua Pegunungan.
“Wakil Presiden ingin bertemu langsung dengan masyarakat dan meninjau pembangunan di Yahukimo. Namun, hasil evaluasi keamanan hingga Rabu pagi menunjukkan kondisi belum aman, sehingga kami menyarankan penundaan,” kata Amrin kepada awak media.
Amrin menjelaskan, aparat menerima laporan intelijen yang menunjukkan peningkatan aktivitas kelompok tertentu di wilayah Yahukimo. Aparat menilai aktivitas tersebut berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Karena itu, mereka mengambil langkah preventif untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.
Meski Gibran tunda Yahukimo, Amrin menegaskan bahwa pemerintah tetap memberikan perhatian penuh kepada masyarakat setempat. Pemerintah terus menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik di Papua Pegunungan, termasuk di Kabupaten Yahukimo.
Pemerintah pusat juga menyiapkan penjadwalan ulang kunjungan Wakil Presiden setelah aparat keamanan memastikan situasi kembali aman dan kondusif. Dengan langkah ini, pemerintah berharap kunjungan dapat berjalan optimal tanpa hambatan keamanan.
Sementara itu, terkait insiden penembakan terhadap pesawat di wilayah Yahukimo, aparat keamanan menduga pelaku berasal dari kelompok bersenjata OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka. Aparat terus mendalami kasus tersebut dan memperketat pengamanan di sejumlah titik rawan.
Langkah pengamanan ini menunjukkan komitmen aparat dalam menjaga stabilitas keamanan Papua Pegunungan sekaligus mendukung kelancaran agenda pemerintahan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://www.wapresri.go.id

Saat ini belum ada komentar