Wapres Gibran Kupang MBG: Puji Hasil Tani untuk Program MBG
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026
- visibility 84
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kupang (duasatunews.com) – Wapres Gibran Kupang MBG menjadi perhatian dalam kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia mengapresiasi petani yang sudah memasok hasil panen untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam agenda tersebut, Gibran berdialog dengan Komunitas Petani Milenial. Komunitas ini mencakup Kelompok Tani Pemuda Sulamanda dan Kelompok Wanita Tani Cinta Kasih. Kegiatan berlangsung di Agroeduwisata GMIT Tarus.
“Hasil panen sudah terserap dengan baik. Ini menunjukkan pasar petani mulai terbentuk,” ujar Gibran.
Wapres Gibran Kupang MBG: Kepastian Pasar Petani
Program MBG memberi dampak nyata bagi petani. Mereka kini memiliki pembeli tetap untuk hasil panen. Skema ini membantu petani menjaga stabilitas produksi dan mengurangi risiko kerugian.
Selain itu, sektor perikanan juga mulai berkontribusi dalam rantai pasok program MBG di Kupang. Keterlibatan berbagai sektor ini memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dukungan Wapres Gibran Kupang MBG untuk Petani
Gibran meminta Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, segera membantu petani mengatasi kendala produksi. Ia menekankan pentingnya penyediaan alat dan infrastruktur.
Petani Nathalie Marlinche menyampaikan keterbatasan air dan alat masih menjadi kendala utama. Petani masih memikul air dan menggunakan peralatan sederhana.
Kondisi tersebut membuat proses produksi kurang efisien dan memakan waktu lebih lama. Akibatnya, hasil panen belum maksimal.
Modernisasi Pertanian untuk Program MBG di Kupang
Pemerintah terus mendorong modernisasi pertanian untuk mendukung keberlanjutan program MBG di Kupang. Gibran menegaskan perlunya dukungan dari hulu hingga hilir.
Ia menyebut kebutuhan dasar seperti air, benih, pupuk, dan alat modern harus tersedia merata. Dengan dukungan tersebut, petani dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan swasembada pangan dan energi.
Peluang Pengembangan MBG dan Pertanian Kupang
Program MBG membuka peluang besar bagi petani lokal. Mereka kini tidak hanya menjual hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pangan nasional yang lebih terstruktur.
Jika kendala air dan alat dapat diatasi, Desa Mata Air berpotensi menjadi model pertanian terpadu di Nusa Tenggara Timur. Selain itu, keterlibatan petani muda akan mempercepat adopsi teknologi dan inovasi di sektor pertanian.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan pusat, produktivitas petani di Kupang dapat meningkat. Dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga masyarakat luas melalui ketersediaan pangan yang lebih baik.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
