Prabowo Undang Eks Presiden ke Istana Malam Ini
- account_circle adrian moita
- calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
- visibility 114
- comment 0 komentar
- print Cetak

Arsip Foto, Presiden Prabowo Subianto
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Prabowo undang eks presiden dan wakil presiden ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Presiden Prabowo Subianto menjadwalkan pertemuan tersebut pukul 19.30 WIB sebagai forum silaturahmi dan diskusi kebangsaan.
Agenda ini mempertemukan para pemimpin lintas periode dalam satu forum resmi. Selain mempererat komunikasi politik, pertemuan tersebut juga membuka ruang dialog mengenai berbagai isu strategis nasional. Pertemuan lintas generasi kepemimpinan seperti ini jarang berlangsung dalam format formal, sehingga menarik perhatian publik dan pengamat politik.
Prabowo Undang Eks Presiden, Jokowi dan SBY Siap Hadir
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, memastikan kehadirannya. Ajudannya, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, menyampaikan bahwa Jokowi menerima undangan dan langsung menyesuaikan jadwalnya untuk hadir di Istana.
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, juga berencana datang. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan bahwa SBY biasanya memenuhi undangan resmi Presiden sebagai bentuk penghormatan terhadap institusi negara.
Selain itu, Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, menerima undangan yang sama. Hingga kini, Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, belum memberikan konfirmasi kehadiran.
Makna Politik di Balik Langkah Prabowo
Pengamat menilai langkah Prabowo undang eks presiden memiliki makna simbolis yang kuat. Forum ini menunjukkan upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan nasional sekaligus memperkuat komunikasi antar tokoh penting bangsa. Dalam konteks demokrasi Indonesia, pertemuan lintas periode mencerminkan tradisi musyawarah dan dialog politik yang konstruktif.
Di tengah dinamika politik domestik serta tantangan global, dialog seperti ini dapat membantu menjaga stabilitas nasional. Para mantan pemimpin memiliki pengalaman menghadapi berbagai krisis, mulai dari tekanan ekonomi hingga dinamika geopolitik kawasan. Karena itu, pertukaran pandangan dalam forum tersebut berpotensi memperkaya perspektif pemerintah saat ini.
Selain isu ekonomi dan pembangunan, diskusi juga berpeluang menyentuh konsolidasi politik, penguatan institusi demokrasi, serta strategi menghadapi ketidakpastian global. Dengan menghadirkan para pemimpin dari berbagai era, pemerintah mengirimkan pesan persatuan dan soliditas kepada publik.
Langkah ini sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi antar pemimpin dalam menjaga arah kebijakan negara dan memperkuat stabilitas politik jangka panjang.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: DUASATUNEWS.COM
