Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Sudah Saatnya Menghadirkan Pendidikan Berorientasi Masa Depan

Sudah Saatnya Menghadirkan Pendidikan Berorientasi Masa Depan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 497
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Kualitas manusia Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Masalah ini tidak berhenti pada aspek ekonomi, tetapi menyangkut karakter sosial yang memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Isu mentalitas menjadi krusial saat Indonesia memasuki fase bonus demografi dan menghadapi persaingan global. Tanpa perubahan sikap dan pola pikir, peluang tersebut justru dapat memicu persoalan sosial baru. Pembangunan fisik tidak akan berjalan efektif jika karakter manusianya tertinggal.

Antropolog Koentjaraningrat sejak lama mengkritik sikap menerabas, lemahnya disiplin, dan rendahnya tanggung jawab di masyarakat. Ia menilai pola tersebut menghambat pembangunan manusia secara menyeluruh. Wartawan senior Mochtar Lubis juga mengungkap persoalan serupa dengan menyoroti kuatnya budaya feodal dalam relasi sosial.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan kembali kritik tersebut. Ia menyebut mentalitas feodal masih bertahan dan sering disertai kegemaran berlebihan pada hiburan. Haedar menilai kondisi ini harus segera diubah melalui langkah nyata. Ia menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama transformasi mental bangsa. Ia juga meminta lembaga pendidikan terus bersikap kritis dan inovatif, bukan bertahan di zona nyaman.

Sejumlah pemerhati pendidikan menilai pandangan itu relevan dengan kondisi saat ini. Mereka melihat banyak institusi pendidikan masih menekankan capaian administratif. Penguatan karakter dan daya nalar kritis belum menjadi fokus utama. Di sisi lain, publik juga menuntut negara menghadirkan kebijakan pendidikan yang konsisten dan berjangka panjang.

Jika perubahan mentalitas tidak segera berjalan, masyarakat akan menanggung dampaknya. Produktivitas tenaga kerja bisa stagnan. Kesenjangan sosial berpotensi melebar. Daya saing daerah juga berisiko tertinggal. Sebaliknya, pendidikan yang menanamkan disiplin dan tanggung jawab dapat memperkuat fondasi sosial.

Pembahasan ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia tidak bisa ditunda. Pendidikan memegang peran sentral, tetapi membutuhkan komitmen bersama. Tanpa langkah konkret, kritik terhadap mentalitas bangsa akan terus berulang tanpa hasil nyata.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • inovasi gadget 2023 wearable pintar

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle ptmbi
    • visibility 722
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Tech savvy wonders 2023 menggambarkan bagaimana teknologi modern semakin menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Inovasi digital kini tidak hanya hadir sebagai perangkat canggih, tetapi juga membentuk cara manusia bekerja, beristirahat, dan berinteraksi. Perkembangan wearable, smart home, dan eco-tech menunjukkan perubahan besar dalam gaya hidup berbasis teknologi. Wearable Technology dan Inovasi Kesehatan Digital Wearable […]

  • Riva Siahaan divonis penjara saat sidang putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta

    Tok! Riva Siahaan Dijatuhi Hukuman 9 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Migas

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 392
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) — Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menghukum Riva Siahaan selama 9 tahun penjara. Riva merupakan mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga. Perkara ini menyangkut korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018–2023. Selain pidana badan, majelis hakim menjatuhkan denda Rp1 miliar kepada Riva. Ketua Majelis Hakim Fajar Kusuma Aji membacakan […]

  • Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania di Istana Al Husseiniya

    Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania Bahas Kerja Sama

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Amman, (duasatunews.com) – Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania berlangsung di Istana Al Husseiniya, Amman, Rabu siang. Presiden Prabowo Subianto menjalani agenda kenegaraan ini sebagai bagian dari lawatan resminya ke Yordania pada 24–25 Februari 2026. Kunjungan tersebut menjadi salah satu upaya Indonesia memperkuat diplomasi bilateral di kawasan Timur Tengah. Agenda ini menandai pertemuan ketiga kedua kepala […]

  • Serangan Iran ke fasilitas energi Timur Tengah berdampak pada ladang gas Leviathan Israel

    Serangan Iran Timur Tengah Guncang Produksi Minyak dan Gas

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 323
    • 0Komentar

    TEL AVIV, (duasatunews.com) – Serangan Iran Timur Tengah memasuki hari ketiga dan langsung mengganggu produksi minyak serta gas di kawasan Teluk. Sejumlah fasilitas strategis di Israel, Qatar, dan Arab Saudi menghentikan operasi demi menjaga keamanan infrastruktur vital. Akibatnya, pasar energi global merespons dengan kenaikan harga yang signifikan. Kawasan Teluk selama ini menjadi pusat produksi energi […]

  • Soeharto Pahlawan Nasional Presiden kedua Republik Indonesia

    Soeharto dan Gelar Pahlawan Nasional: Analisis Sejarah, Politik, dan Moral

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Saydul La Opua
    • visibility 979
    • 1Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Presiden Prabowo Subianto menetapkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK Tahun 2025 pada 10 November 2025. Keputusan ini segera memicu perdebatan luas di ruang publik dan media nasional. Publik kembali menilai posisi Soeharto dalam sejarah Indonesia, antara prestasi pembangunan dan kontroversi kekuasaan Orde Baru. Soeharto menjabat sebagai Presiden kedua […]

  • Ilustrasi rantai pasok bioetanol dari bahan baku hingga pencampuran E20 untuk mendukung energi bersih di Indonesia

    Tiga Perusahaan Energi Nasional Perkuat Rantai Pasok Bioetanol, Target E20 2028 Dipercepat

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Tiga perusahaan energi nasional mempercepat pembangunan rantai pasok bioetanol terintegrasi untuk mengejar target pencampuran bioetanol 20% (E20) pada 2028. Selain itu, pemerintah mendorong percepatan implementasi melalui penyederhanaan regulasi dan peningkatan produksi. Kerja sama ini melibatkan Pertamina New & Renewable Energy, PT Perkebunan Nusantara III, dan PT Medco Energi Internasional Tbk. Ketiganya menandatangani tiga […]

expand_less