Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Kisah suku Nomaden di pusat pembangunan Papua yang harus gotong orang sakit lewati hutan belantara – “Mengapa negara tidak melihat kami?

Kisah suku Nomaden di pusat pembangunan Papua yang harus gotong orang sakit lewati hutan belantara – “Mengapa negara tidak melihat kami?

  • account_circle Darman
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 265
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga adat Elseng Kampung Omon di Kabupaten Jayapura, Papua, telah lebih dari tiga dekade meninggalkan pola hidup nomaden atas permintaan pemerintah. Namun hingga kini, warga masih hidup terisolasi tanpa akses listrik, pendidikan, layanan kesehatan, dan jaringan komunikasi.

Jakarta, duasatunews.com — Komunitas adat Elseng telah lebih dari tiga dekade meninggalkan pola hidup nomaden setelah pemerintah meminta mereka menetap di Kampung Omon, Kabupaten Jayapura, Papua. Namun hingga kini, kampung binaan tersebut belum menyediakan fasilitas dasar bagi warganya.

Kampung Omon yang berada di perbukitan sisi selatan Jayapura itu belum memiliki listrik, sekolah, layanan kesehatan, maupun jaringan telekomunikasi. Kondisi ini membuat warga hidup dalam keterisolasian ekstrem di tengah wilayah yang sejak lama diproyeksikan sebagai pusat pemerintahan.

Warga Menggotong Pasien Berjam-jam Melintasi Hutan

Setiap kali warga Elseng jatuh sakit parah, keluarga dan kerabat harus menggotong pasien dengan berjalan kaki selama enam hingga delapan jam menuju kampung terdekat yang memiliki fasilitas kesehatan. Mereka melewati jalan setapak curam dan licin di tengah hutan hujan tropis.

Tidak jarang pasien meninggal dunia sebelum mencapai klinik. Dalam sejumlah peristiwa, keluarga memakamkan jenazah di tengah hutan, tepat di jalur yang sebelumnya mereka lalui untuk mencari pertolongan medis.

Janji Pembangunan Tak Pernah Terwujud

Salah satu tokoh adat Elseng menyampaikan kekecewaan warga terhadap negara. Menurutnya, pemerintah meminta mereka menetap dengan janji pembangunan, tetapi hingga kini warga belum merasakan kehadiran negara secara nyata.

“Kami sudah diminta tinggal menetap di sini, tapi negara tidak pernah benar-benar hadir,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah gagal menepati komitmen awal yang menyertai perubahan cara hidup masyarakat adat Elseng.

Wilayah Tua Administratif, Namun Warga Tetap Terpencil

Secara administratif, Kampung Omon berada di Kabupaten Jayapura, salah satu wilayah tertua di Tanah Papua. Sejak masa kolonial Belanda, kawasan ini dirancang sebagai pusat pemerintahan dan status tersebut berlanjut setelah Papua bergabung dengan Indonesia pasca Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.

Ironisnya, sebagian masyarakat adat di wilayah tersebut justru hidup tanpa akses pendidikan, layanan kesehatan, dan sarana komunikasi. Anak-anak Elseng nyaris tidak tersentuh pendidikan formal, sementara layanan dasar masih menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi.

Pemerintah Daerah Akui Keterisolasian

Wakil Bupati Jayapura, Haris Yocku, mengakui bahwa Kampung Omon termasuk wilayah terisolasi dengan tantangan geografis yang berat. Ia menyebut jarak dan kondisi alam sebagai kendala utama pembangunan.

Menurut Haris, pemerintah daerah telah memasukkan pembangunan jalan menuju Kampung Omon ke dalam agenda prioritas guna membuka keterisolasian warga.

“Pemerintah daerah sudah merencanakan pembangunan akses jalan menuju Kampung Omon agar masyarakat tidak lagi terisolasi,” ujarnya.

Warga Masih Menunggu Kehadiran Negara

Bagi warga Elseng, rencana pembangunan bukanlah hal baru. Selama puluhan tahun, mereka hidup berdampingan dengan berbagai proyek dan narasi pembangunan Papua. Namun dalam praktiknya, mereka tetap harus memikul orang sakit melintasi hutan belantara demi mendapatkan layanan kesehatan.

Kondisi tersebut menjadi gambaran kontras antara narasi kemajuan dan realitas yang masih dihadapi masyarakat adat di pedalaman Papua.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Ombudsman RI Disetujui DPR untuk Periode 2026–2031

    Anggota Ombudsman RI Disetujui DPR untuk Periode 2026–2031

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – DPR RI menyetujui Anggota Ombudsman RI periode 2026–2031 dalam Rapat Paripurna ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026. Keputusan ini mengakhiri seluruh tahapan seleksi yang Komisi II DPR RI laksanakan melalui uji kelayakan dan kepatutan. Rapat Paripurna DPR RI menyepakati sembilan nama calon Ombudsman untuk masa jabatan lima tahun. Wakil Ketua DPR […]

  • penindakan jaringan judi online dan pencucian uang senilai Rp96,7 miliar

    Terbongkarnya 21 Situs Judol dan Bertumpuk-tumpuk Uang Rp 96,7 Miliar

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 176
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Pengungkapan judi online kembali menyorot besarnya dampak kejahatan digital terhadap publik. Kali ini, polisi menyita uang dan aset senilai Rp96,7 miliar dari jaringan judi online, angka yang sekaligus menunjukkan skala kerugian masyarakat akibat praktik ilegal tersebut. Pengungkapan Judi Online Jadi Alarm Kejahatan Digital Saat transaksi digital semakin meluas, judi online ikut menyusup ke […]

  • KM Cahaya Intan Celebes tenggelam di Perairan Poleang Bombana

    KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di Perairan Bombana

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 38
    • 0Komentar

    BOMBANA, (duasatunews.com) – KM Cahaya Intan tenggelam di Perairan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (14/2/2026). Sejak awal pelayaran, kapal motor GT 44 itu melayani rute Pelabuhan Bajoe, Kota Bone, menuju Pelabuhan Boepinang. Selain itu, kapal membawa 13 penumpang dan tujuh awak kapal. Namun demikian, seluruh penumpang dan kru selamat dari insiden tersebut. Humas […]

  • pembangunan huntara pascabencana Sumatera oleh pemerintah

    Pembangunan Huntara Pascabencana Sumatera Terus Dipercepat

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 134
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pemerintah menjadikan pembangunan huntara pascabencana Sumatera sebagai prioritas untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana alam. Hingga akhir Januari 2026, pemerintah merampungkan 4.263 unit hunian sementara (huntara) atau sekitar 24 persen dari total rencana 17.499 unit di tiga provinsi terdampak. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa Aceh membutuhkan huntara dalam jumlah paling […]

  • Aksi pemain kandidat Pemain Terbaik Pekan Liga Premier

    Siapakah Pemain Terbaik Matchweek 13 Liga Premier 2025/26?

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Pemain Terbaik Pekan Liga Premier Matchweek ke-13 musim 2025/26 kembali menjadi perhatian publik setelah penyelenggara kompetisi membuka voting resmi yang melibatkan penggemar. JAKARTA, duasatunews.com — Penyelenggara Liga Premier Inggris kembali melibatkan publik dalam penilaian performa pemain. Liga membuka voting Pemain Terbaik Pekan ke-13 musim 2025/26 di tengah persaingan kompetisi yang semakin ketat. Mekanisme ini memberi ruang […]

  • Prabowo Tiba di Indonesia Usai Lawatan Luar Negeri

    Prabowo Tiba di Indonesia Usai Lawatan Luar Negeri

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 73
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Prabowo Subianto tiba di Indonesia pada Sabtu (24/1/2026) petang setelah menyelesaikan lawatan luar negeri ke tiga negara. Selama lima hari kunjungan, Presiden mencatat sejumlah capaian strategis yang secara langsung memperkuat ekonomi nasional, kerja sama pendidikan, serta diplomasi internasional. Setelah mendarat, Presiden Prabowo kembali ke tanah air menggunakan pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia. Pada […]

expand_less
Lewat ke baris perkakas