Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Kisah suku Nomaden di pusat pembangunan Papua yang harus gotong orang sakit lewati hutan belantara – “Mengapa negara tidak melihat kami?

Kisah suku Nomaden di pusat pembangunan Papua yang harus gotong orang sakit lewati hutan belantara – “Mengapa negara tidak melihat kami?

  • account_circle Darman
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 688
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga adat Elseng Kampung Omon di Kabupaten Jayapura, Papua, telah lebih dari tiga dekade meninggalkan pola hidup nomaden atas permintaan pemerintah. Namun hingga kini, warga masih hidup terisolasi tanpa akses listrik, pendidikan, layanan kesehatan, dan jaringan komunikasi.

Jakarta, duasatunews.com — Komunitas adat Elseng telah lebih dari tiga dekade meninggalkan pola hidup nomaden setelah pemerintah meminta mereka menetap di Kampung Omon, Kabupaten Jayapura, Papua. Namun hingga kini, kampung binaan tersebut belum menyediakan fasilitas dasar bagi warganya.

Kampung Omon yang berada di perbukitan sisi selatan Jayapura itu belum memiliki listrik, sekolah, layanan kesehatan, maupun jaringan telekomunikasi. Kondisi ini membuat warga hidup dalam keterisolasian ekstrem di tengah wilayah yang sejak lama diproyeksikan sebagai pusat pemerintahan.

Warga Menggotong Pasien Berjam-jam Melintasi Hutan

Setiap kali warga Elseng jatuh sakit parah, keluarga dan kerabat harus menggotong pasien dengan berjalan kaki selama enam hingga delapan jam menuju kampung terdekat yang memiliki fasilitas kesehatan. Mereka melewati jalan setapak curam dan licin di tengah hutan hujan tropis.

Tidak jarang pasien meninggal dunia sebelum mencapai klinik. Dalam sejumlah peristiwa, keluarga memakamkan jenazah di tengah hutan, tepat di jalur yang sebelumnya mereka lalui untuk mencari pertolongan medis.

Janji Pembangunan Tak Pernah Terwujud

Salah satu tokoh adat Elseng menyampaikan kekecewaan warga terhadap negara. Menurutnya, pemerintah meminta mereka menetap dengan janji pembangunan, tetapi hingga kini warga belum merasakan kehadiran negara secara nyata.

“Kami sudah diminta tinggal menetap di sini, tapi negara tidak pernah benar-benar hadir,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah gagal menepati komitmen awal yang menyertai perubahan cara hidup masyarakat adat Elseng.

Wilayah Tua Administratif, Namun Warga Tetap Terpencil

Secara administratif, Kampung Omon berada di Kabupaten Jayapura, salah satu wilayah tertua di Tanah Papua. Sejak masa kolonial Belanda, kawasan ini dirancang sebagai pusat pemerintahan dan status tersebut berlanjut setelah Papua bergabung dengan Indonesia pasca Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.

Ironisnya, sebagian masyarakat adat di wilayah tersebut justru hidup tanpa akses pendidikan, layanan kesehatan, dan sarana komunikasi. Anak-anak Elseng nyaris tidak tersentuh pendidikan formal, sementara layanan dasar masih menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi.

Pemerintah Daerah Akui Keterisolasian

Wakil Bupati Jayapura, Haris Yocku, mengakui bahwa Kampung Omon termasuk wilayah terisolasi dengan tantangan geografis yang berat. Ia menyebut jarak dan kondisi alam sebagai kendala utama pembangunan.

Menurut Haris, pemerintah daerah telah memasukkan pembangunan jalan menuju Kampung Omon ke dalam agenda prioritas guna membuka keterisolasian warga.

“Pemerintah daerah sudah merencanakan pembangunan akses jalan menuju Kampung Omon agar masyarakat tidak lagi terisolasi,” ujarnya.

Warga Masih Menunggu Kehadiran Negara

Bagi warga Elseng, rencana pembangunan bukanlah hal baru. Selama puluhan tahun, mereka hidup berdampingan dengan berbagai proyek dan narasi pembangunan Papua. Namun dalam praktiknya, mereka tetap harus memikul orang sakit melintasi hutan belantara demi mendapatkan layanan kesehatan.

Kondisi tersebut menjadi gambaran kontras antara narasi kemajuan dan realitas yang masih dihadapi masyarakat adat di pedalaman Papua.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia 101 Emas ASEAN Para Games

    Indonesia 101 Emas ASEAN Para Games

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Kontingen Indonesia menorehkan capaian membanggakan dengan mengoleksi 101 medali emas pada ajang ASEAN Para Games 2025 yang berlangsung di Thailand hingga Sabtu (24/1/2026). Raihan tersebut tercatat dua hari sebelum upacara penutupan dan menegaskan konsistensi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama olahraga disabilitas di Asia Tenggara. Sejak hari keempat penyelenggaraan, tim Merah Putih […]

  • KPK panggil Bupati Pati di Gedung Merah Putih

    KPK Periksa Plt Bupati Pati hingga Ketua DPRD dalam Kasus Pemerasan Sudewo

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 398
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – KPK panggil Plt Bupati Pati menjadi fokus penyidikan kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Pemeriksaan ini juga menyasar Ketua DPRD Pati sebagai saksi kunci. Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Risma Ardhi Chandra selaku Pelaksana Tugas Bupati Pati dan Ali Badrudin selaku Ketua DPRD Pati. Pemeriksaan berlangsung di Polrestabes Semarang, Selasa. […]

  • jamaah haji Indonesia mengikuti pembekalan menjelang keberangkatan terkait kenaikan ongkos haji 2026

    Ongkos Haji Naik, Pemerintah Ambil Alih Biaya Tambahan, DPR Beri Apresiasi

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com)//Kenaikan ongkos haji 2026 menjadi perhatian publik setelah pemerintah memastikan tidak akan membebankan biaya tambahan kepada jemaah. Kebijakan ini langsung mendapat apresiasi dari DPR karena dinilai melindungi masyarakat di tengah tekanan biaya penerbangan. Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, menilai langkah pemerintah sebagai keputusan strategis. Ia menyebut Presiden Prabowo […]

  • THR Forkopimda Cilacap: KPK Sebut Kapolresta Masuk Daftar

    THR Forkopimda Cilacap: KPK Sebut Kapolresta Masuk Daftar

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 322
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — THR Forkopimda Cilacap menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap rencana pemberian tunjangan hari raya kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan, penyidik menemukan bahwa Kapolresta Cilacap masuk dalam daftar pihak yang direncanakan menerima dana tersebut. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep […]

  • Anggota Ombudsman RI Disetujui DPR untuk Periode 2026–2031

    Anggota Ombudsman RI Disetujui DPR untuk Periode 2026–2031

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – DPR RI menyetujui Anggota Ombudsman RI periode 2026–2031 dalam Rapat Paripurna ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026. Keputusan ini mengakhiri seluruh tahapan seleksi yang Komisi II DPR RI laksanakan melalui uji kelayakan dan kepatutan. Rapat Paripurna DPR RI menyepakati sembilan nama calon Ombudsman untuk masa jabatan lima tahun. Wakil Ketua DPR […]

  • Menpora Dorong Fasilitas Olahraga di Sekolah Rakyat dan Garuda

    Menpora Dorong Fasilitas Olahraga di Sekolah Rakyat dan Garuda

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Fasilitas olahraga sekolah menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan pendidikan nasional. Pemerintah mendorong agar sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar akademik, tetapi juga sebagai pusat pembinaan kesehatan dan karakter generasi muda. Jakarta, duasatunews.com — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mendorong penyediaan fasilitas olahraga di Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Ia menilai sarana […]

expand_less