Kasus Pemerasan Sertifikasi K3, Noel Singgung Partai Berinisial K
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- visibility 49
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan menghadiri sidang perkara pemerasan sertifikasi K3 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Pemerasan sertifikasi K3 kembali menjadi sorotan publik. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel menyampaikan pernyataan terkait dugaan keterlibatan partai politik dan organisasi kemasyarakatan dalam perkara tersebut.
Noel menyampaikan keterangan itu kepada wartawan sebelum sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyebut adanya dugaan keterlibatan sebuah partai politik yang memiliki huruf “K” dalam namanya.
“Partainya ada huruf K-nya. Itu saja dulu petunjuknya,” kata Noel. Ia menolak menyebutkan identitas partai tersebut secara rinci dan menyatakan akan menyampaikannya pada waktu lain.
Pemerasan Sertifikasi K3 dan Dugaan Keterlibatan Pihak Lain
Selain partai politik, Noel juga menyinggung dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan. Ia menyebut ormas yang dimaksud tidak berbasis agama. Namun, ia memilih tidak memaparkan detail lebih jauh mengenai peran ormas tersebut.
Sebelumnya, Noel menjalani sidang perdana sebagai terdakwa dalam perkara pemerasan sertifikasi K3 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dalam persidangan itu, ia menyatakan mengakui perbuatannya dan siap bertanggung jawab atas tindakan yang ia lakukan.
“Saya mengakui kesalahan saya dan menghormati proses hukum yang berjalan,” ujar Noel usai persidangan.
Akui Kesalahan, Klaim Tidak Bertindak Sendiri
Meski mengakui kesalahan, Noel menyatakan bahwa ia tidak melakukan praktik tersebut seorang diri. Ia mengklaim terdapat pihak lain yang ikut menikmati aliran dana dari praktik pemerasan itu.
“Yang jelas ada satu partai dan satu ormas yang terlibat,” kata Noel. Ia menambahkan akan membuka identitas pihak-pihak tersebut kepada publik pada waktu yang akan datang.
Dakwaan Jaksa dalam Perkara K3
Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum mendakwa Noel meminta jatah Rp3,3 miliar dan satu unit sepeda motor Ducati. Jaksa mengaitkan permintaan tersebut dengan praktik pemerasan dalam proses pengurusan sertifikasi K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
Selain Noel, jaksa juga mendakwa sepuluh orang lain. Perkara pemerasan sertifikasi K3 ini masih bergulir, dan pengadilan melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap peran masing-masing pihak.
Perkara pemerasan sertifikasi K3 ini menjadi perhatian publik karena menyangkut tata kelola layanan di lingkungan kementerian. Proses sertifikasi K3 memiliki peran penting dalam menjamin keselamatan kerja dan kepatuhan perusahaan terhadap standar keamanan. Oleh karena itu, aparat penegak hukum diharapkan mengusut perkara ini secara transparan dan profesional agar kepercayaan publik terhadap sistem sertifikasi tetap terjaga.
