Banjir Jalur Rel Pekalongan, KAI Batalkan 82 Perjalanan Kereta
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
- visibility 213
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Banjir jalur rel Pekalongan mengganggu operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) dan memaksa perusahaan membatalkan 82 perjalanan kereta api penumpang. Banjir melanda wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Jawa Tengah, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Cuaca Ekstrem Picu Gangguan Perjalanan Kereta
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan cuaca ekstrem menjadi pemicu utama gangguan perjalanan kereta api. Hujan dengan intensitas tinggi meningkatkan debit air sungai hingga meluap ke jalur rel. Kondisi ini semakin parah karena jebolnya tanggul serta pasang air laut yang menghambat aliran air ke muara.
“Sebanyak 82 perjalanan kereta penumpang terdampak. KAI juga membatalkan 16 perjalanan kereta barang dan mencatat keterlambatan pada sekitar 76 perjalanan lainnya,” kata Bobby dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu.
Jalur Kaliwungu–Kalibodri Sempat Dipulihkan
Gangguan pertama kali muncul di lintas KM 88+4/8 antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri. Menyikapi kondisi tersebut, petugas KAI segera melakukan penanganan darurat. Mereka mengangkat rel dan menebarkan sekitar 105 meter kubik balas agar jalur dapat kembali dilalui kereta api.
Upaya tersebut sempat memulihkan lintasan dan memungkinkan perjalanan kereta kembali berjalan secara terbatas dengan pengawasan ketat.
Luapan Sungai Kembali Rendam Jalur Pekalongan–Sragi
Namun, pada malam hari, hujan kembali turun dan memperburuk situasi. Dua sungai yang mengapit jalur rel kembali meluap dan menggenangi lintasan KM 88+900 hingga 89+100 antara Stasiun Pekalongan dan Sragi. Demi keselamatan, KAI kembali menghentikan perjalanan kereta api yang melintas di jalur tersebut.
Bobby menilai banjir kali ini sebagai kejadian yang tidak biasa. Jebolnya tanggul yang terjadi bersamaan dengan pasang air laut membuat air dari hulu tertahan dan menggenangi jalur rel Pekalongan dalam waktu lama.
Mitigasi Jangka Panjang dan Layanan Penumpang
Saat ini, KAI telah membuka kembali jalur terdampak dengan penerapan pembatasan kecepatan. Langkah ini bertujuan menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
Selain perbaikan fisik jalur, KAI terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat perbaikan tanggul serta menyiapkan solusi permanen. Mulai Senin (19/1), KAI melanjutkan mitigasi jangka panjang di daerah pengawasan khusus (dapsus) Daop 4.
KAI juga memberikan layanan kepada penumpang terdampak, termasuk pengaturan perjalanan alternatif serta pengembalian dana tiket (refund) sesuai ketentuan yang berlaku.
