Sikap Arab Saudi terhadap Iran Kian Tegas di Washington
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
- visibility 197
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gedung Putih di Washington menjadi lokasi pertemuan pejabat Arab Saudi dan Amerika Serikat terkait isu stabilitas kawasan dan kebijakan terhadap Iran. (Ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman memperingatkan potensi penguatan Iran apabila Amerika Serikat tidak menindaklanjuti ancaman kebijakannya. Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Portal berita Amerika Serikat Axios melaporkan Khalid bin Salman menyampaikan pandangan tersebut dalam pengarahan tertutup di Washington. Ia dikenal sebagai figur dekat Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, sehingga pernyataannya mencerminkan sikap strategis pemerintah di Riyadh.
Arab Saudi Ubah Nada Publik
Menurut Axios, pernyataan Khalid bin Salman menunjukkan perubahan nada publik Arab Saudi. Selama ini, kerajaan lebih menekankan kehati-hatian dan berulang kali mengingatkan risiko eskalasi konflik terbuka dengan Iran.
Beberapa pekan sebelumnya, Mohammed bin Salman mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghindari aksi militer langsung. Pemerintah Saudi menilai langkah militer dapat memicu konflik yang lebih luas. Dorongan tersebut ikut memengaruhi keputusan Trump untuk menunda opsi serangan.
Kunjungan Bertepatan dengan Penguatan Militer AS
Khalid bin Salman mengunjungi Washington saat Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Teluk. Meski Trump memerintahkan penambahan pasukan, para pejabat Gedung Putih menegaskan pemerintah AS belum mengambil keputusan akhir dan tetap membuka jalur diplomasi.
Axios mencatat belum ada perundingan langsung yang serius antara Amerika Serikat dan Iran. Sejumlah pejabat AS menilai Teheran belum menunjukkan kesiapan menerima tuntutan Washington.
Pertemuan dengan Pejabat Senior AS
Selama berada di Washington, Khalid bin Salman bertemu sejumlah pejabat senior Amerika Serikat. Ia berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine.
Sumber Axios menyebut para pejabat membahas kemungkinan langkah militer Amerika Serikat terhadap Iran. Namun, Khalid bin Salman meninggalkan pertemuan tanpa memperoleh kejelasan mengenai arah strategi pemerintahan Trump.
Arab Saudi Hadapi Dilema Strategis
Dalam pengarahan tertutup lain bersama pakar dan perwakilan organisasi Yahudi, Khalid bin Salman menilai ketidaktegasan setelah ancaman berlarut dapat mendorong Iran bertindak lebih berani. Pada saat yang sama, ia menekankan perlunya mengelola risiko eskalasi regional.
Secara terbuka, pemerintah Arab Saudi menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan Iran dan memilih solusi diplomatik. Riyadh juga menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk serangan terhadap Iran.
Axios melaporkan para pejabat Saudi kini menghadapi dilema. Di satu sisi, mereka mengkhawatirkan dampak serangan militer Amerika Serikat. Di sisi lain, mereka tidak ingin Iran memperoleh keuntungan strategis jika Washington urung bertindak.
