Breaking News
light_mode
Beranda » lingkungan » KKP Survei 13 Muara Dangkal di Aceh untuk Lancarkan Aktivitas Nelayan

KKP Survei 13 Muara Dangkal di Aceh untuk Lancarkan Aktivitas Nelayan

  • account_circle Reski
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com) – KKP survei muara dangkal Aceh sebagai langkah mempercepat penanganan sedimentasi di sejumlah wilayah pesisir. Pendangkalan muara selama ini menghambat aktivitas nelayan dan meningkatkan risiko banjir di beberapa daerah.

Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Ditjen Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Permana Yudiarso, mengatakan survei tersebut menindaklanjuti permintaan Pemerintah Aceh terkait kondisi muara yang semakin dangkal.

“Kami menindaklanjuti permintaan Pemerintah Aceh terkait penanganan sedimentasi di muara sungai dan kawasan perikanan,” kata Permana di Banda Aceh, Rabu.

Tim KKP menjalankan survei selama tiga hari. Mereka meninjau 13 pelabuhan perikanan yang masuk prioritas penanganan. Beberapa lokasi tersebut meliputi Pelabuhan Lampulo di Banda Aceh, Kuala Idi di Aceh Timur, dan Kuala Lambada di Aceh Besar.

Tim juga meninjau kawasan Kuala Tari dan Kuala Peukan Baro di Pidie, Kuala Meureudu dan Kuala Panteraja di Pidie Jaya, serta Kuala Peudada di Bireuen. Selain itu, tim mendatangi Kuala Pusong di Lhokseumawe, Kuala Krueng Mane di Aceh Utara, Kuala Anak Laut di Aceh Singkil, Kuala Ujung Baroh di Aceh Barat, dan Kuala Ujong Serangga di Aceh Barat Daya.

KKP Survei Muara Dangkal Aceh untuk Kurangi Risiko Banjir

Permana menyebut pendangkalan muara menghambat kapal nelayan keluar masuk pelabuhan. Kondisi tersebut juga memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor perikanan.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta pemerintah pusat mempercepat penanganan muara dangkal saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPA 2027.

Menurut Muzakir Manaf, banyak nelayan harus menunggu air pasang sebelum melaut. Ia menilai kondisi itu merugikan masyarakat pesisir.

“Aceh memiliki garis pantai yang luas dan banyak masyarakat bekerja sebagai nelayan,” kata Muzakir Manaf.

Selain menghambat aktivitas melaut, pendangkalan muara juga meningkatkan risiko banjir. Aliran sungai yang tersendat membuat air lebih mudah meluap ke permukiman warga.

Pemerintah Aceh juga meminta pemerintah pusat menangani abrasi pantai secara menyeluruh di sejumlah wilayah pesisir.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • seminar nasional hilirisasi

    LP2D Bersama PUSPINEBT-ICMI Gelar Seminar Nasional di Sulawesi Tenggara Bahas Strategi Hilirisasi dan Pembangunan Nasional

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 2.039
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu daerah penghasil nikel terbesar di Indonesia. Data Badan Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat produksi nikel tahun 2019 mencapai 23.967.146 ton. Angka ini menempatkan sektor pertambangan sebagai penopang utama perekonomian daerah. (29/4/2025) Saat ini, 189 perusahaan tambang beroperasi di 12 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Perusahaan-perusahaan tersebut mengelola […]

  • Menlu Sugiono bahas tarif kapal Selat Malaka dan kebijakan pelayaran internasional Indonesia

    Tarif Kapal Selat Malaka Tidak Berlaku, Indonesia Tegaskan Kepatuhan Hukum

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 253
    • 1Komentar

    JAKARTA,(duasatunews.com)//Pemerintah Indonesia menolak penerapan tarif kapal Selat Malaka. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan langkah ini untuk menjaga kepatuhan terhadap hukum internasional serta stabilitas pelayaran global. Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia mematuhi ketentuan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS). Aturan tersebut melarang negara kepulauan menarik biaya dari kapal yang melintasi selat internasional […]

  • Pertemuan bilateral Indonesia Yordania bahas dukungan Gaza

    Yordania Dukung Indonesia Gaza Lewat Kerja Sama Militer

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Amman, (duasatunews.com) — Yordania dukung Indonesia Gaza dengan menyatakan kesiapan memberikan bantuan teknis dan koordinasi militer apabila Indonesia mengirim pasukan sebagai bagian dari misi stabilisasi internasional di Gaza. Raja Yordania Abdullah II ibn Al-Hussein menyampaikan komitmen tersebut secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral di Istana Basman, Amman, Rabu. Menteri Luar […]

  • DJP Dukung Pencabutan Izin Konsultan Pajak yang Terjerat OTT KPK

    DJP Dukung Pencabutan Izin Konsultan Pajak yang Terjerat OTT KPK

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 615
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Kasus konsultan pajak OTT KPK kembali menyorot integritas layanan perpajakan nasional. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan dukungan terhadap pencabutan izin praktik konsultan pajak yang terlibat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di KPP Madya Jakarta Utara. DJP menilai langkah tegas tersebut penting untuk menjaga profesionalisme konsultan pajak dan melindungi […]

  • data bansos tidak tepat sasaran berdasarkan BPS 2026

    Data Bansos Tidak Tepat Sasaran: BPS Temukan 11.014 KPM

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Data bansos tidak tepat sasaran menjadi sorotan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan 11.014 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tidak lagi layak menerima bantuan sosial. Temuan ini berasal dari pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2026. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa temuan tersebut masuk kategori inclusion error. Artinya, penerima […]

  • KPK Panggil 2 Anggota DPRD Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara

    KPK Panggil 2 Anggota DPRD Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 544
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Dugaan suap proyek di Kabupaten Bekasi terus mengemuka dan memicu kekhawatiran publik atas pengelolaan anggaran daerah. Kasus ini tidak hanya menyeret kepala daerah, tetapi juga membuka kemungkinan peran aktor lain dalam proses penganggaran dan pelaksanaan proyek pemerintah. Situasi ini menjadi penting karena proyek yang diselidiki berkaitan langsung dengan belanja publik. Ketika praktik suap […]

expand_less