Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Kontribusi Anton Timbang Membuka Gerbang Investasi di Sulawesi Tenggara

Kontribusi Anton Timbang Membuka Gerbang Investasi di Sulawesi Tenggara

  • account_circle Afs
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • visibility 895
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Arin Fahrul Sanjaya, S.I.Kom
Direktur Eksekutif Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka
Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (IPPMI) Konsel–Jakarta

Jakarta, duasatunews.com – Anton Timbang buka gerbang investasi Sulawesi Tenggara di tengah momentum besar hilirisasi nikel dan arus modal yang terus meningkat. Peran kepemimpinan lokal menjadi penentu apakah investasi benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat atau justru melahirkan ketimpangan baru.

Sulawesi Tenggara (Sultra) kini berada pada fase penentuan arah pembangunan daerah. Kekayaan sumber daya alam, khususnya di sektor pertambangan nikel, menjadikan Sultra magnet bagi investor nasional dan internasional. Namun, manfaat investasi tidak hadir secara otomatis. Kepemimpinan dan arah kebijakan lokal menentukan apakah investasi membawa kesejahteraan atau sekadar menghasilkan angka pertumbuhan ekonomi.

Dalam konteks tersebut, peran Anton Timbang menjadi penting untuk dibahas.

Peran Strategis Kadin Sultra

Sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra, Anton Timbang mengambil peran strategis dalam membuka akses investasi ke daerah. Ia secara aktif membangun kepercayaan investor sekaligus mendorong terciptanya iklim usaha yang lebih kondusif. Berkat upaya ini, Sultra mulai diposisikan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia.

Anton Timbang tidak hanya fokus pada arus modal, tetapi juga pada fondasi ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

Menjembatani Dunia Usaha dan Kepentingan Publik

Anton Timbang memperkuat komunikasi lintas sektor. Ia menjalin hubungan antara dunia usaha dan pemerintah daerah, mempertemukan investor besar dengan pelaku UMKM lokal, serta membuka ruang dialog antara kepentingan ekonomi dan aspirasi masyarakat. Melalui peran tersebut, ia berfungsi sebagai penghubung antara modal, kebijakan, dan kebutuhan publik.

Pendekatan ini memberi peluang agar pertumbuhan ekonomi tidak berhenti di level elite bisnis, tetapi mengalir ke lapisan masyarakat bawah.

Risiko Investasi dan Tanggung Jawab Sosial

Di balik geliat investasi, risiko sosial dan lingkungan selalu mengintai. Ketimpangan sosial, eksploitasi sumber daya, dan konflik agraria dapat muncul jika pemerintah dan pelaku usaha abai terhadap dampak jangka panjang. Karena itu, Kadin Sultra di bawah kepemimpinan Anton Timbang memikul tanggung jawab yang lebih besar.

Kadin tidak hanya perlu mendatangkan modal, tetapi juga memastikan investasi berjalan adil, beretika, dan berkelanjutan.

Hilirisasi dan Dampak Nyata bagi Rakyat

Saya melihat adanya dorongan agar hilirisasi industri benar-benar memberi manfaat konkret. Kebijakan ini tidak boleh berhenti pada proyek besar yang menguntungkan investor semata. Hilirisasi harus menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing UMKM, dan menggerakkan ekonomi rakyat.

Upaya tersebut perlu dijaga dan diperkuat agar Sultra tidak berubah menjadi sekadar “ladang subur” bagi pemodal, melainkan tetap menjadi ruang hidup yang adil bagi masyarakatnya.

Ujian Konsistensi Kepemimpinan

Ke depan, Sultra masih menghadapi tantangan besar. Regulasi sering tumpang tindih, infrastruktur belum merata, dan kualitas sumber daya manusia lokal membutuhkan peningkatan serius. Kondisi ini menguji konsistensi kepemimpinan Anton Timbang.

Ia perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan keadilan sosial, serta antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Investasi dengan Visi Jangka Panjang

Saya mengapresiasi kontribusi Anton Timbang dalam membuka gerbang investasi di Sulawesi Tenggara. Namun, apresiasi ini harus diikuti dengan pengawalan kritis. Investasi hanya bermakna jika berpijak pada visi jangka panjang yang memihak rakyat.

Pada akhirnya, investasi bukan sekadar soal triliunan rupiah yang masuk ke daerah. Investasi harus mampu mengubah wajah Sulawesi Tenggara menjadi lebih sejahtera, lebih adil, dan lebih berkelanjutan.

Afs

Penulis

Update & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ketimpangan ekonomi Indonesia dibahas Ma’ruf Amin dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah 2026

    Ma’ruf Amin: Ketimpangan Ekonomi Masih Jadi Masalah Global, Indonesia Termasuk

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 321
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — ketimpangan ekonomi Indonesia masih menjadi persoalan serius dalam pembangunan nasional. Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin menilai masalah tersebut tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga menjadi fenomena global. Ma’ruf menyampaikan pandangan itu saat menghadiri Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026). Ia menyebut […]

  • Prabowo Tiba di Indonesia Usai Lawatan Luar Negeri

    Prabowo Tiba di Indonesia Usai Lawatan Luar Negeri

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 331
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Prabowo Subianto tiba di Indonesia pada Sabtu (24/1/2026) petang setelah menyelesaikan lawatan luar negeri ke tiga negara. Selama lima hari kunjungan, Presiden mencatat sejumlah capaian strategis yang secara langsung memperkuat ekonomi nasional, kerja sama pendidikan, serta diplomasi internasional. Setelah mendarat, Presiden Prabowo kembali ke tanah air menggunakan pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia. Pada […]

  • Utang pemerintah Indonesia masih aman menurut Kementerian Keuangan

    Utang Pemerintah Indonesia 40,46 Persen PDB Masih Aman

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 334
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan utang pemerintah Indonesia hingga akhir 2025 masih berada dalam batas aman meskipun nominalnya meningkat. Pemerintah mengelola pembiayaan negara secara hati-hati dan terukur untuk menjaga stabilitas fiskal. Per 31 Desember 2025, pemerintah mencatat total utang sebesar Rp9.637,90 triliun atau setara 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). […]

  • Aksi mahasiswa menuntut transparansi dana jamrek Sultra di Kementerian

    Jarnas MM Akan Geruduk Kementerian ESDM, Soroti Pengelolaan Dana Jaminan Reklamasi Tambang di Sultra

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 761
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (Jarnas MM) memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI dalam waktu dekat. Aksi ini menyoroti pengelolaan dana jaminan reklamasi (jamrek) perusahaan tambang di Sulawesi Tenggara yang dinilai tidak transparan. Ketua Umum Jarnas MM, Arin Fahrul Sanjaya, menyebut Kementerian ESDM […]

  • Barcelona vs Slavia Praha 4-2 Fermín López mencetak gol

    Barcelona Taklukkan Slavia Praha 4-2 Setelah Duel Sengit Dua Babak

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 554
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Barcelona vs Slavia menyajikan pertandingan penuh drama yang berakhir dengan kemenangan FC Barcelona atas Slavia Praha dengan skor 4-2. Laga ini memperlihatkan daya juang tinggi Barcelona setelah sempat berada di bawah tekanan lawan. Slavia Praha langsung menekan sejak awal pertandingan dan mencetak gol cepat yang membuat Barcelona tertinggal 0-1. Gol tersebut memaksa […]

  • BANJIR BUKAN TAKDIR, TAPI ULAH ILEGAL LOGGING

    BANJIR BUKAN TAKDIR, TAPI ULAH ILEGAL LOGGING

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dr. Eni Samayati
    • visibility 623
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Setiap kali banjir melanda, pemandangan serupa muncul di berbagai wilayah Indonesia. Air merendam rumah warga, orang tua menggendong anak melintasi arus, dan keluarga berjuang menyelamatkan harta seadanya. Namun, banyak pihak masih menyebut peristiwa ini sebagai musibah alam, padahal tindakan manusia kerap memicu bencana tersebut. Praktik ilegal logging terus memperparah kondisi lingkungan. Oleh karena […]

expand_less