Iran Kecam Blokade AS: Disebut Ilegal, Picu Ketegangan di Selat Hormuz
- account_circle Reski
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto...Kapal perang dan tanker minyak melintas di Selat Hormuz saat ketegangan meningkat akibat blokade AS ke Iran yang berdampak pada jalur perdagangan energi dunia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Blokade AS ke Iran Disebut Kriminal
Jakarta,(duasatunews.com)//Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah muncul isu blokade AS ke Iran yang menargetkan pelabuhan strategis. Langkah ini memicu reaksi keras dari Teheran dan memperkeruh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa kebijakan tersebut melanggar hukum internasional. Ia menyebut tindakan itu kriminal karena merugikan masyarakat sipil dan mengganggu aktivitas ekonomi nasional.
Menurut Baqaei, tekanan terhadap akses laut menghambat distribusi logistik, termasuk kebutuhan pokok. Ia menilai kondisi ini berpotensi melanggar prinsip kemanusiaan.
Saling Tuding di Selat Hormuz
Presiden Donald Trump menolak tudingan Iran. Ia menilai Teheran lebih dulu melanggar kesepakatan dengan melakukan aktivitas militer di Selat Hormuz.
Trump menyatakan bahwa Iran menembakkan peluru ke arah kapal internasional. Ia menilai tindakan tersebut melanggar kesepakatan yang dimediasi oleh Pakistan.
Perbedaan klaim ini memperuncing konflik karena kedua pihak saling mempertahankan posisi masing-masing.
Dampak pada Jalur Energi Dunia
Blokade AS ke Iran memengaruhi jalur distribusi energi global. Selat Hormuz memegang peran penting dalam perdagangan minyak dunia, sehingga gangguan di wilayah ini langsung memicu ketidakpastian pasar.
Trump mengklaim kondisi ini merugikan Iran secara ekonomi dalam jumlah besar setiap hari. Ia juga menyebut kapal-kapal mengalihkan rute menuju wilayah Amerika Serikat.
Selain itu, ketegangan di jalur ini berpotensi mendorong kenaikan harga energi dan menekan negara pengimpor minyak.
Upaya Diplomasi Mulai Didorong
Pemerintah AS berencana membuka jalur dialog baru. Utusan khusus Steve Witkoff akan memimpin pembicaraan dengan dukungan Jared Kushner.
Langkah ini bertujuan meredakan ketegangan dan mencegah konflik meluas.
Risiko Konflik Masih Terbuka
Situasi akibat blokade AS ke Iran masih berpotensi meningkat. Jika kedua pihak tidak menahan diri, konflik dapat meluas dan berdampak pada stabilitas global.
Saat ini, dunia menunggu hasil diplomasi yang diharapkan mampu menurunkan tensi dan menjaga keamanan jalur perdagangan internasional.
- Penulis: Reski
- Editor: Windi anggraini

Saat ini belum ada komentar