Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Kebijakan AS Taiwan Tetap Sama, Rubio Tegaskan Status Quo

Kebijakan AS Taiwan Tetap Sama, Rubio Tegaskan Status Quo

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 309
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WASHINGTON (duasatunews.com) – Kebijakan AS Taiwan kembali menjadi sorotan setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak mengubah posisinya terhadap Taiwan. Menurutnya, mempertahankan status quo menjadi cara terbaik untuk menjaga stabilitas di kawasan.

Rubio menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan kesaksian di hadapan panel Kongres AS pada Selasa (2/6).

Pernyataan Rubio muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyebut penjualan senjata kepada Taiwan dapat menjadi alat tawar dalam hubungan dengan China.

Pernyataan itu memicu kekhawatiran sejumlah sekutu AS di Asia. Mereka menilai komitmen Washington terhadap Taiwan dapat bergantung pada hubungan yang lebih luas dengan Beijing.

Rubio membantah anggapan tersebut. Di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat, ia menegaskan bahwa kebijakan AS Taiwan tetap konsisten.

“Kami ingin mempertahankan status quo seperti sekarang. Itulah kebijakan kami dan itulah yang terus kami sampaikan,” kata Rubio.

Rubio juga mendampingi Trump dalam kunjungan ke Beijing pada pertengahan Mei. Dalam kunjungan itu, mereka bertemu Presiden China Xi Jinping.

AS dan China Perlu Terus Berdialog

Rubio menilai AS dan China harus terus membuka jalur komunikasi. Menurutnya, kedua negara perlu mengurangi risiko konflik di tengah berbagai perbedaan kepentingan.

Ia mengakui hubungan kedua negara masih menghadapi banyak tantangan. Namun, Washington berupaya menjaga stabilitas strategis sambil mengelola persaingan jangka panjang dengan Beijing.

Rubio menambahkan bahwa komunikasi yang berkelanjutan penting untuk mencegah kesalahpahaman. Menurutnya, kedua negara memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas global sehingga perbedaan harus dikelola melalui jalur diplomasi.

“Kami menyadari ada bidang hubungan yang akan tetap diwarnai persaingan selama beberapa dekade,” ujarnya.

Rubio juga menanggapi paket penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS untuk Taiwan yang masih tertunda.

Ia menegaskan China tidak memengaruhi proses pengambilan keputusan tersebut. Menurutnya, pemerintah AS akan menentukan waktu dan mekanisme pelaksanaannya sesuai pertimbangan sendiri.

“Mereka terus membicarakan penjualan senjata ke Taiwan, tetapi hal itu bukan faktor yang menghambat keputusan kami,” kata Rubio.

Perundingan dengan Iran Masih Berjalan

Selain membahas hubungan dengan Taiwan, Rubio menjelaskan sejumlah isu kebijakan luar negeri lainnya. Isu tersebut meliputi Iran, NATO, mineral kritis, dan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo.

Rubio mengakui proses perundingan dengan Iran tidak berjalan mudah. Ia menilai pemerintahan baru Iran masih menghadapi dinamika internal yang memperlambat respons mereka.

Meski begitu, ia melihat perkembangan positif. Menurutnya, Iran kini bersedia membahas sejumlah aspek program nuklir yang sebelumnya tidak ingin mereka negosiasikan.

“Proses ini memberi kami kesempatan untuk menguji sejauh mana mereka bersedia melangkah,” ujarnya.

Sementara itu, Trump menyatakan bahwa AS dan Iran masih melanjutkan komunikasi melalui jalur diplomatik. Pernyataan itu berbeda dengan laporan media pemerintah Iran yang menyebut kedua pihak sempat menghentikan pertukaran pesan dalam beberapa hari terakhir.

Dengan pernyataan terbaru Rubio tersebut, kebijakan AS Taiwan dipastikan tetap berfokus pada upaya menjaga stabilitas dan mencegah meningkatnya ketegangan di kawasan Indo-Pasifik.

Sumber: Kyodo-OANA

  • Penulis: Adrian Moita
  • Editor: Nur Wayda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi HIPMA Konkep di depan Kementerian ESDM RI Jakarta.

    Pulau Wawonii Bukan Ruang Eksploitasi: HIPMA Konkep-Jakarta dan GMH Sultra-Jakarta Serahkan Pernyataan Sikap kepada ESDM RI dan Kemendagri RI

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — 30 Juli 2026  Himpunan Mahasiswa Konawe Kepulauan (HIPMA Konkep-Jakarta) bersama Gerakan Mahasiswa Hukum Sulawesi Tenggara (GMH Sultra-Jakarta) menggelar aksi demontrasi di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Aksi ini bertujuan menyampaikan aspirasi terkait dugaan persoalan administrasi dan perizinan aktivitas pertambangan PT. Adnan Jaya […]

  • Dana asing keluar dari pasar modal RI menurut OJK

    Dana Asing Keluar dari Pasar Modal RI, OJK Ungkap Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 564
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Dana asing keluar dari pasar modal RI masih terjadi di tengah tekanan ekonomi global. Otoritas Jasa Keuangan menilai kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia menjadi faktor utama yang mendorong arus modal asing meninggalkan pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Ketua Dewan Komisioner Friderica Widyasari Dewi mengatakan ketidakpastian global membuat investor asing lebih berhati-hati dalam […]

  • Idul Fitri 2026 21 Maret ditetapkan melalui Sidang Isbat Kemenag

    Idul Fitri 2026 21 Maret, Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 383
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Idul Fitri 2026 resmi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah melalui Sidang Isbat yang digelar di Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa tim menggunakan metode hisab dan rukyat dalam menentukan awal Syawal. Hasil pengamatan menunjukkan hilal belum terlihat di seluruh wilayah Indonesia. […]

  • deforestasi Konawe Selatan akibat aktivitas pertambangan

    Deforestasi Konawe Selatan dan Krisis Ekologi

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Arin 2024
    • visibility 893
    • 0Komentar

    Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, (duasatunews.com) — Deforestasi Konawe Selatan kembali memicu perhatian publik. Seiring dengan itu, Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (JNMM) menyatakan kerusakan hutan dan pesisir di wilayah tersebut terus meluas akibat aktivitas industri ekstraktif. Pada saat yang sama, Direktur Eksekutif Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (JNMM), Arin Fahrul Sanjaya, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan berlangsung bersamaan […]

  • Tiongkok Resmi Tetapkan Aturan Baru Soal Chip

    Tiongkok Resmi Tetapkan Aturan Baru Soal Chip

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Afs
    • visibility 680
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Peralatan semikonduktor lokal China kini menjadi syarat utama pembangunan dan ekspansi pabrik chip. Pemerintah China mewajibkan produsen menggunakan sedikitnya 50 persen peralatan buatan dalam negeri melalui proses perizinan manufaktur. Otoritas menjalankan kebijakan ini tanpa pengumuman resmi. Langkah tersebut memperkuat strategi Beijing untuk menekan ketergantungan impor dan mempercepat kemandirian teknologi nasional di sektor […]

  • Lucy Kurniasari mendukung Program MBG Nasional

    MBG Gerakkan UMKM dan Peternak, DPR Dorong Pengawasan Publik

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 361
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Selain itu, program ini juga berperan mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM, peternak, dan petani sebagai bagian dari rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari menyampaikan bahwa Program Makan […]

expand_less