Iran Belanja Rudal Rusia Rp10 Triliun, Sinyal Kesiapan Hadapi Tekanan Amerika?
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
- visibility 72
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Ilustrasi// kerja sama militer Iran dan Rusia. Iran beli rudal Rusia untuk memperkuat sistem pertahanan udara di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan_DN/Rahman
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Duasatunews.com) – Iran beli rudal Rusia senilai hampir Rp10 triliun untuk memperkuat sistem pertahanan udaranya. Langkah ini muncul setelah meningkatnya eskalasi militer di Timur Tengah dan serangkaian serangan terhadap wilayah Iran.
Laporan Financial Times menyebut Teheran dan Moskow menandatangani kesepakatan rahasia senilai sekitar 500 juta euro. Anadolu Agency mengutip laporan tersebut pada Kamis (26/2/2026).
Iran dan Rusia menandatangani kontrak tersebut di Moskow pada Desember 2025. Melalui kesepakatan ini, Rusia akan memasok 500 unit peluncur portabel Verba serta 2.500 rudal tipe 9M336 dalam periode tiga tahun, mulai 2027 hingga 2029.
Sejumlah sumber menyebut Rusia telah mengirim sebagian sistem lebih cepat dari jadwal. Iran membutuhkan perlindungan tambahan setelah konflik bersenjata pada Juni 2025. Saat itu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara yang memicu perang selama 12 hari.
Pemerintah Iran kemudian mengajukan permintaan resmi kepada Moskow pada Juli 2025. Teheran menilai sistem pertahanan lama tidak lagi memadai untuk melindungi fasilitas nuklir dan infrastruktur militernya.
Sistem Verba menjadi pilihan karena kemampuannya menghadapi ancaman modern. Senjata ini efektif melawan pesawat, drone, dan rudal jelajah yang terbang rendah. Banyak analis militer menilai sistem ini cocok untuk menghadapi pola serangan presisi jarak dekat.
Pengadaan ini mempertegas arah kebijakan pertahanan Iran. Di sisi lain, keputusan tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan regional dan mengubah keseimbangan militer di Timur Tengah.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://www.ft.com

Saat ini belum ada komentar