Saudi Kecam Iran atas Serangan ke Negara-Negara Kawasan
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- visibility 127
- comment 0 komentar
- print Cetak

Asap mengepul setelah dilaporkan terjadi serangan rudal Iran, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Manama, Bahrain, 28 Februari 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Saudi kecam Iran atas serangan yang terjadi pada Sabtu (28/2). Menurut Riyadh, serangan itu merupakan agresi terbuka. Selain itu, pemerintah Arab Saudi menilai tindakan tersebut melanggar kedaulatan negara-negara di Timur Tengah.
Arab Saudi menyampaikan sikap tersebut melalui pernyataan resmi di platform X. Dalam pernyataan itu, Riyadh menilai Iran telah melanggar wilayah sejumlah negara sahabat. Secara khusus, negara yang terdampak meliputi Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, serta Yordania.
Lebih lanjut, pemerintah Saudi menilai serangan tersebut mengancam stabilitas kawasan. Oleh karena itu, Riyadh menegaskan bahwa pelanggaran kedaulatan tidak dapat diterima. Pada prinsipnya, Arab Saudi menilai setiap negara wajib menghormati batas wilayah negara lain.
Di sisi lain, Saudi kecam Iran sambil menegaskan solidaritas penuh kepada negara-negara terdampak. Pada saat yang sama, Riyadh menyatakan dukungan tanpa syarat atas langkah yang mereka ambil. Dengan demikian, Arab Saudi menunjukkan komitmen untuk berdiri bersama negara sahabatnya.
Selanjutnya, Kerajaan Saudi memperingatkan dampak serius dari tindakan Iran. Jika pelanggaran terus berlanjut, Riyadh menilai kondisi tersebut dapat memicu eskalasi konflik. Akibatnya, ketegangan di Timur Tengah berisiko semakin meluas.
Selain ancaman keamanan, Arab Saudi juga menyoroti aspek hukum internasional. Menurut pemerintah Saudi, hukum internasional melarang agresi terhadap negara berdaulat. Karena itu, Riyadh meminta semua pihak mematuhi norma dan prinsip internasional.
Pada tingkat global, Saudi kecam Iran dan mendesak komunitas internasional untuk bersikap tegas. Lebih penting lagi, Riyadh meminta negara-negara dunia menyampaikan kecaman terbuka. Sebaliknya, Arab Saudi menilai sikap diam justru memperburuk situasi.
Sementara itu, pemerintah Saudi menekankan arti penting kawasan Teluk. Sebagai kawasan strategis, wilayah ini memegang peran besar dalam keamanan global. Dengan kata lain, stabilitas kawasan Teluk berpengaruh langsung terhadap ekonomi dunia.
Akhirnya, sikap tegas Arab Saudi mencerminkan komitmen jangka panjangnya. Ke depan, Riyadh berkomitmen menjaga keamanan dan stabilitas regional. Untuk itu, pemerintah Saudi menyatakan akan terus berkoordinasi dengan negara-negara sahabat guna mencegah eskalasi konflik lanjutan.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: DUASATUNEWS.COM
