Penanganan Banjir Jakarta: Pramono Siapkan Flyover
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- visibility 195
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Penanganan banjir Jakarta menjadi perhatian utama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setiap kali hujan turun di Ibu Kota. Sejak memimpin Jakarta, hujan deras membuatnya terus memantau potensi genangan serta kesiapan jajaran pemerintah daerah di berbagai wilayah rawan.
Hal tersebut Pramono sampaikan saat menghadiri Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
“Sebagai gubernur, setiap kali hujan turun sekarang saya tidak bisa tidur. Dulu, kalau hujan saya bisa tidur nyenyak,” ujar Pramono di hadapan peserta acara.
Penanganan Banjir Jakarta Jadi Prioritas Gubernur DKI
Pramono menjelaskan bahwa setiap hujan turun, dirinya langsung berdiskusi dengan sang istri, Endang Nugrahani, untuk memantau kondisi Jakarta. Menurutnya, kewaspadaan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai kepala daerah.
Ia mencontohkan sejumlah kejadian banjir sepanjang Januari lalu. Pada periode tersebut, Pramono mengaku hampir tidak beristirahat karena terus memantau kesiapan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Pada 12 Januari, 18 Januari, dan 22 Januari, saya hampir tidak tidur. Saya terus mengontrol rekan-rekan di lapangan untuk memastikan kesiapan menghadapi banjir,” ucapnya.
Kewaspadaan Pemprov DKI dalam Pengendalian Banjir Jakarta
Setiap curah hujan meningkat, Pramono meminta seluruh jajaran tetap siaga. Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas dinas memegang peranan penting untuk meminimalkan dampak genangan di permukiman warga dan ruas jalan utama.
Menurutnya, kesiapsiagaan aparat di lapangan menjadi kunci agar pengendalian banjir Jakarta berjalan cepat dan terukur.
Daan Mogot Masuk Fokus Penanganan Genangan Air Jakarta
Dalam upaya mengatasi banjir, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta menyiapkan langkah jangka pendek, menengah, hingga panjang. Salah satu fokus utama berada di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, yang kerap tergenang saat hujan deras.
Pramono menyebut wilayah tersebut rawan genangan karena posisi jalan berada lebih rendah dibandingkan Sungai Mookervaart. Ketika debit air sungai meningkat, air dengan mudah meluap ke badan jalan dan memicu kemacetan panjang.
Flyover Daan Mogot Disiapkan untuk Mengurangi Risiko Banjir
Sebagai solusi jangka menengah hingga panjang, Pramono mempertimbangkan pembangunan flyover di kawasan Daan Mogot dengan panjang lebih dari dua kilometer.
“Untuk jangka menengah, saya sedang memikirkan pembangunan flyover di lokasi ini,” kata Pramono.
Ia menilai, penanganan genangan di Daan Mogot tidak cukup jika hanya mengandalkan langkah jangka pendek. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Bina Marga segera melakukan kajian teknis dan perhitungan pembangunan flyover.
“Kalau mau solusi menengah dan panjang, ya harus flyover. Kalau curah hujan mencapai 100 milimeter saja, Sungai Mookervaart pasti meluap ke jalan,” ujarnya.
Pompa Stasioner Diperkuat untuk Pengendalian Air dan Banjir
Sementara itu, untuk penanganan jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta akan membangun pompa stasioner di kawasan Daan Mogot KM 13. Pompa tersebut akan ditempatkan di tiga titik, yakni KM 13, KM 13A, dan KM 13B.
Dengan keberadaan pompa stasioner, kapasitas pemompaan air meningkat signifikan hingga sekitar 7.000 liter per detik.
“Sebelumnya, kapasitas pompa di lokasi ini hanya sekitar 1.000 liter per detik dan bersifat mobile. Sekarang, kapasitasnya meningkat menjadi sekitar 7.000 liter per detik,” jelas Pramono.
Normalisasi Sungai Jadi Strategi Mitigasi Banjir Jakarta
Selain di Daan Mogot, Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta terus melakukan normalisasi sungai di sejumlah wilayah rawan. Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut menjadi bagian dari program tersebut.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk menekan dampak banjir Jakarta secara menyeluruh.
