Breaking News
light_mode
Beranda » Metro » Penanganan Banjir Jakarta: Pramono Siapkan Flyover

Penanganan Banjir Jakarta: Pramono Siapkan Flyover

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 465
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Penanganan banjir Jakarta menjadi perhatian utama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setiap kali hujan turun di Ibu Kota. Sejak memimpin Jakarta, hujan deras membuatnya terus memantau potensi genangan serta kesiapan jajaran pemerintah daerah di berbagai wilayah rawan.

Hal tersebut Pramono sampaikan saat menghadiri Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

“Sebagai gubernur, setiap kali hujan turun sekarang saya tidak bisa tidur. Dulu, kalau hujan saya bisa tidur nyenyak,” ujar Pramono di hadapan peserta acara.

Penanganan Banjir Jakarta Jadi Prioritas Gubernur DKI

Pramono menjelaskan bahwa setiap hujan turun, dirinya langsung berdiskusi dengan sang istri, Endang Nugrahani, untuk memantau kondisi Jakarta. Menurutnya, kewaspadaan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai kepala daerah.

Ia mencontohkan sejumlah kejadian banjir sepanjang Januari lalu. Pada periode tersebut, Pramono mengaku hampir tidak beristirahat karena terus memantau kesiapan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Pada 12 Januari, 18 Januari, dan 22 Januari, saya hampir tidak tidur. Saya terus mengontrol rekan-rekan di lapangan untuk memastikan kesiapan menghadapi banjir,” ucapnya.

Kewaspadaan Pemprov DKI dalam Pengendalian Banjir Jakarta

Setiap curah hujan meningkat, Pramono meminta seluruh jajaran tetap siaga. Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas dinas memegang peranan penting untuk meminimalkan dampak genangan di permukiman warga dan ruas jalan utama.

Menurutnya, kesiapsiagaan aparat di lapangan menjadi kunci agar pengendalian banjir Jakarta berjalan cepat dan terukur.

Daan Mogot Masuk Fokus Penanganan Genangan Air Jakarta

Dalam upaya mengatasi banjir, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta menyiapkan langkah jangka pendek, menengah, hingga panjang. Salah satu fokus utama berada di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, yang kerap tergenang saat hujan deras.

Pramono menyebut wilayah tersebut rawan genangan karena posisi jalan berada lebih rendah dibandingkan Sungai Mookervaart. Ketika debit air sungai meningkat, air dengan mudah meluap ke badan jalan dan memicu kemacetan panjang.

Flyover Daan Mogot Disiapkan untuk Mengurangi Risiko Banjir

Sebagai solusi jangka menengah hingga panjang, Pramono mempertimbangkan pembangunan flyover di kawasan Daan Mogot dengan panjang lebih dari dua kilometer.

“Untuk jangka menengah, saya sedang memikirkan pembangunan flyover di lokasi ini,” kata Pramono.

Ia menilai, penanganan genangan di Daan Mogot tidak cukup jika hanya mengandalkan langkah jangka pendek. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Bina Marga segera melakukan kajian teknis dan perhitungan pembangunan flyover.

“Kalau mau solusi menengah dan panjang, ya harus flyover. Kalau curah hujan mencapai 100 milimeter saja, Sungai Mookervaart pasti meluap ke jalan,” ujarnya.

Pompa Stasioner Diperkuat untuk Pengendalian Air dan Banjir

Sementara itu, untuk penanganan jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta akan membangun pompa stasioner di kawasan Daan Mogot KM 13. Pompa tersebut akan ditempatkan di tiga titik, yakni KM 13, KM 13A, dan KM 13B.

Dengan keberadaan pompa stasioner, kapasitas pemompaan air meningkat signifikan hingga sekitar 7.000 liter per detik.

“Sebelumnya, kapasitas pompa di lokasi ini hanya sekitar 1.000 liter per detik dan bersifat mobile. Sekarang, kapasitasnya meningkat menjadi sekitar 7.000 liter per detik,” jelas Pramono.

Normalisasi Sungai Jadi Strategi Mitigasi Banjir Jakarta

Selain di Daan Mogot, Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta terus melakukan normalisasi sungai di sejumlah wilayah rawan. Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut menjadi bagian dari program tersebut.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk menekan dampak banjir Jakarta secara menyeluruh.

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Idul Fitri 1447 bersama Titiek Soeharto dan Didit

    Prabowo Idul Fitri 1447 Bersama Titiek Soeharto dan Didit

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 262
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Prabowo Idul Fitri 1447 menarik perhatian publik setelah Prabowo Subianto merayakan Hari Raya bersama Titiek Soeharto dan putranya, Didit Hediprasetyo. Momen tersebut menghadirkan suasana hangat serta nilai kekeluargaan. Kemudian, Prabowo mengunggah kebersamaan itu melalui akun Instagram pribadinya, @prabowo, pada Sabtu (21/3) malam. Ia membagikan beberapa foto dan menampilkan keakraban keluarga dalam suasana […]

  • Petugas Badan Hisab Rukiyat memantau hilal untuk penentuan awal puasa 2026 di Gedung Kanwil Kemenag DKI Jakarta.

    Awal Puasa 2026 Berpotensi Berbeda, Publik Dihadapkan pada Dua Tanggal

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 406
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Awal puasa 2026 berpotensi tidak seragam di Indonesia. Perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah ini berdampak langsung pada kepastian ibadah, penjadwalan kegiatan sosial, serta pengaturan layanan publik di sejumlah daerah. Perbedaan tersebut muncul karena pemerintah, organisasi keagamaan, dan kalangan peneliti menggunakan metode penentuan awal bulan yang berbeda. Ramadan tahun ini diperkirakan jatuh […]

  • Menlu Sugiono bahas tarif kapal Selat Malaka dan kebijakan pelayaran internasional Indonesia

    Tarif Kapal Selat Malaka Tidak Berlaku, Indonesia Tegaskan Kepatuhan Hukum

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 239
    • 1Komentar

    JAKARTA,(duasatunews.com)//Pemerintah Indonesia menolak penerapan tarif kapal Selat Malaka. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan langkah ini untuk menjaga kepatuhan terhadap hukum internasional serta stabilitas pelayaran global. Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia mematuhi ketentuan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS). Aturan tersebut melarang negara kepulauan menarik biaya dari kapal yang melintasi selat internasional […]

  • Sumbar Siapkan Rp2 Miliar Perbaiki Irigasi untuk Aliri 5.500 Hektare Sawah di Solok

    Sumbar Siapkan Rp2 Miliar Perbaiki Irigasi untuk Aliri 5.500 Hektare Sawah di Solok

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 497
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Perbaikan irigasi Kabupaten Solok menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk memulihkan aliran air ke sekitar 5.500 hektare sawah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan bahwa pemerintah menyalurkan anggaran tersebut melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumbar. Pemerintah menjadikan program […]

  • LINK PENDAFTARAN MAHASISWA BARU Ayoo Buruan

    LINK PENDAFTARAN MAHASISWA BARU Ayoo Buruan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Admin 21
    • visibility 3.175
    • 3Komentar

    Beasiswa Kuliah LP2D Pemuda 21 resmi dibuka untuk jenjang S1, S2, dan S3 melalui jalur prestasi. Program ini memberi peluang luas bagi pemuda daerah untuk mengakses pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Jakarta, duasatunews.com – Beasiswa LP2D Pemuda resmi hadir melalui kolaborasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah (LP2D) dan Pemuda 21. Program ini membuka kesempatan kuliah jenjang […]

  • Guru-Guru Sesalkan Pengurus PGRI Kendari Tak Dukung Aksi Bela Mansur saat Vonis Banding

    Guru-Guru Sesalkan Pengurus PGRI Kendari Tak Dukung Aksi Bela Mansur saat Vonis Banding

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 617
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – PGRI Kendari absen aksi guru saat sidang putusan banding kasus Mansur dan memicu kekecewaan di kalangan pendidik. Sejumlah guru di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menilai pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kendari gagal menunjukkan solidaritas terhadap rekan seprofesi yang menghadapi persoalan hukum. Para guru menyoroti ketidakhadiran pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia […]

expand_less