Jakarta, (Duasatunews.com) — Korut bantah tuduhan serangan siber AS dan menyebut klaim itu tidak berdasar serta bermuatan politik. Sejak awal, Korut bantah tuduhan serangan siber AS sebagai upaya untuk membentuk opini internasional dan menekan posisinya di panggung global.
Korut Bantah Tuduhan Serangan Siber AS Secara Resmi
Media pemerintah KCNA melaporkan pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara. Ia menegaskan bahwa Washington sengaja membangun narasi ancaman siber. Karena itu, Korea Utara menilai langkah tersebut sebagai strategi propaganda.
Selain itu, juru bicara tersebut menyatakan Amerika Serikat terus menyebarkan informasi yang menyesatkan. Ia menilai tuduhan itu merusak citra Korea Utara di mata dunia. Sementara itu, pemerintah AS terus mengaitkan Pyongyang dengan berbagai kasus peretasan internasional.
Kritik Korut atas Tuduhan Serangan Siber AS
Di sisi lain, Korea Utara menyoroti sikap Amerika Serikat yang mengaku sebagai korban. Padahal, negara tersebut memiliki kemampuan teknologi siber yang maju. Oleh karena itu, Pyongyang mempertanyakan dasar tuduhan tersebut.
Lebih lanjut, Korea Utara menilai tuduhan ini sebagai kelanjutan tekanan politik jangka panjang. Dengan demikian, mereka menyebut langkah tersebut mencerminkan kebijakan bermusuhan yang terus berlanjut.
Respons Korut atas Tuduhan Serangan Siber AS
Sebagai respons, pemerintah Korea Utara menegaskan akan mengambil tindakan tegas. Langkah ini bertujuan melindungi kepentingan nasional serta keamanan warga. Namun, mereka belum menjelaskan bentuk tindakan tersebut.
Sementara itu, Amerika Serikat terus menyuarakan kekhawatiran terhadap aktivitas siber Korea Utara. Washington menuding Pyongyang terlibat dalam pencurian aset kripto, peretasan global, serta pengiriman tenaga IT ke luar negeri.
Pada Maret lalu, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada sejumlah individu dan entitas. Pemerintah AS menilai mereka terlibat dalam jaringan yang mengalirkan dana ilegal melalui sistem keuangan digital.
Akibatnya, ketegangan antara kedua negara kembali meningkat. Korut bantah tuduhan serangan siber AS dan menegaskan komitmennya untuk menjaga kepentingan nasional di tengah tekanan internasional.