Penembakan Remaja Makassar, Polri Evaluasi Senjata Api
- account_circle adrian moita
- calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
- visibility 62
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi, duasatunews.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Penembakan remaja Makassar menjadi perhatian publik setelah seorang remaja berusia 18 tahun meninggal dunia akibat tembakan yang diduga berasal dari senjata anggota polisi. Peristiwa itu terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan evaluasi terhadap prosedur operasional anggotanya, termasuk penggunaan senjata api di lapangan.
Karopenmas Divisi Humas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa setiap kegiatan kepolisian selalu melalui proses analisis dan evaluasi.
“Setiap langkah dalam kegiatan operasional maupun pembinaan kepolisian melalui analisa dan evaluasi. Proses itu berlangsung sebelum kegiatan, saat pelaksanaan, hingga setelah kegiatan selesai,” kata Trunoyudo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis.
Selain itu, Polri juga menjalankan fungsi pengawasan di berbagai tingkat. Pengawasan tersebut memastikan seluruh proses evaluasi berjalan sesuai prosedur.
Kronologi Penembakan Remaja di Makassar
Kapolrestabes Makassar Arya Perdana menegaskan bahwa pihaknya tetap memproses anggota polisi berinisial Iptu N yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Insiden penembakan terjadi pada Minggu (1/3) sekitar pukul 07.00 WITA di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Rappocini, Makassar.
Menurut Arya, polisi menerima laporan tentang sekelompok pemuda yang bermain senapan mainan dan mengganggu pengguna jalan. Senapan mainan itu menggunakan peluru jeli keras yang dapat melukai orang di sekitarnya.
Setelah menerima laporan tersebut, Iptu N yang menjabat Kanit Reskrim Polsek Panakkukang langsung mendatangi lokasi untuk membubarkan para pemuda.
Di lokasi kejadian, ia melihat salah satu pemuda mengganggu pengendara motor. Polisi kemudian menghentikan pemuda tersebut dan melepaskan tembakan peringatan ke udara.
Namun ketika pemuda itu berusaha melarikan diri dan meronta, senjata yang dipegang petugas meletus dan mengenai tubuh bagian belakang korban.
Korban Sempat Mendapat Pertolongan Medis
Petugas segera membawa korban bernama Bertrand Eka Prasetyo (18) ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Namun rumah sakit tersebut tidak memiliki peralatan medis yang memadai. Petugas kemudian memindahkan korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Tim medis berusaha memberikan penanganan lanjutan. Meski demikian, korban akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan.
Polisi kini terus memeriksa anggota yang terlibat dan mendalami kronologi kejadian untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.
Sumber : ANTARA
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
