BBM Nonsubsidi Naik, Pemprov DKI Ambil Langkah
- account_circle Reski
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto...Transportasi umum dimanfaatkan warga sebagai solusi saat harga BBM meningkat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,(duasatunews.com)//Kebijakan BBM nonsubsidi naik mulai berlaku sejak Sabtu (18/4/2026). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons dengan menyiapkan langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar non-subsidi.
Ia melihat kondisi ini sebagai momentum untuk mendorong perubahan perilaku penggunaan kendaraan pribadi. Karena itu, pemerintah daerah mengarahkan warga agar mulai beralih ke transportasi umum yang lebih efisien dan terjangkau.
Dorongan Beralih ke Transportasi Publik
Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan memperkuat layanan transportasi publik. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan kenyamanan, ketepatan waktu, serta aksesibilitas agar masyarakat lebih tertarik menggunakan moda umum.
Menurutnya, langkah ini bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi juga bagian dari upaya mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta. Dengan semakin banyak warga beralih ke transportasi umum, beban lalu lintas diharapkan berkurang secara bertahap.
Rincian Penyesuaian Harga
Penyesuaian harga terjadi pada beberapa jenis bahan bakar, di antaranya:
- Pertamax Turbo menjadi Rp 19.400 per liter
- Dexlite menjadi Rp 23.600 per liter
- Pertamina Dex menjadi Rp 23.900 per liter
Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap tidak mengalami perubahan.
Dampak bagi Aktivitas Warga
Kenaikan harga bahan bakar ini berpotensi memengaruhi pengeluaran masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi. Banyak warga mulai mempertimbangkan alternatif transportasi yang lebih hemat dan efisien.
Selain itu, perubahan ini juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam melakukan perjalanan, misalnya dengan mengurangi perjalanan yang tidak mendesak atau berbagi kendaraan.
Peluang Perbaikan Transportasi Kota
Di sisi lain, pemerintah melihat kondisi ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi massal seperti TransJakarta, MRT, dan LRT. Jika dikelola dengan baik, peralihan ke transportasi umum tidak hanya mengurangi biaya masyarakat, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup di perkotaan.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap mobilitas warga menjadi lebih efisien, lingkungan lebih bersih, dan ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dapat berkurang.
- Penulis: Reski
- Editor: Windi anggraini

Saat ini belum ada komentar