Prabowo Tunjuk Bahlil Pimpin Satgas Transisi Energi
- account_circle adrian moita
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
- visibility 155
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) – Satgas transisi energi menjadi langkah baru pemerintah untuk mempercepat program energi bersih di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satgas Transisi Energi.
Bahlil mengatakan pemerintah terus memperluas akses energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan energi terbarukan agar ketergantungan pada energi fosil dapat berkurang.
Menurutnya, Presiden Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Negara Jakarta meminta percepatan implementasi energi bersih. Oleh karena itu, pemerintah akan mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
“Kami baru selesai rapat terbatas dengan Bapak Presiden. Di dalam rapat tersebut, kami membahas implementasi energi bersih dan energi terbarukan, termasuk program 100 gigawatt PLTS,” ujar Bahlil di Istana Negara, Kamis (5/3/2026).
Satgas Transisi Energi Percepat Program Energi Bersih
Presiden Prabowo membentuk satgas transisi energi untuk mempercepat program energi terbarukan di Indonesia. Dengan demikian, pemerintah dapat mengoordinasikan berbagai kebijakan energi secara lebih efektif.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah ingin mempercepat transisi energi sekaligus menekan beban subsidi listrik. Karena itu, pemerintah akan mengonversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya.
Langkah tersebut dapat meningkatkan efisiensi subsidi listrik. Selain itu, kebijakan ini juga mendorong penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
“Transisi energi harus berjalan lebih cepat. Selain itu, kita juga dapat mengurangi subsidi listrik melalui konversi PLTD ke PLTS,” kata Bahlil.
PLTS Dorong Elektrifikasi Daerah Terpencil
Kementerian ESDM juga mendorong pembangunan PLTS di pulau-pulau terpencil. Sementara itu, pemerintah ingin memastikan masyarakat di wilayah terpencil mendapatkan akses listrik yang memadai.
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan energi. Di sisi lain, pemerintah juga ingin memperluas akses listrik ke wilayah yang sulit dijangkau.
Presiden Prabowo juga meminta percepatan konversi kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik. Selanjutnya, pemerintah akan menyiapkan berbagai kebijakan pendukung agar program tersebut berjalan lancar.
Konversi 120 Juta Sepeda Motor
Pemerintah menargetkan konversi 120 juta sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik secara bertahap. Bahkan, program ini diperkirakan dapat mempercepat penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Program tersebut akan berjalan selama tiga hingga empat tahun ke depan. Namun demikian, pemerintah akan berupaya mempercepat pelaksanaannya.
Menurut Bahlil, Presiden Prabowo ingin implementasi program tersebut segera berjalan.
“Bapak Presiden ingin implementasinya berjalan cepat. Targetnya tiga sampai empat tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi,” ujar Bahlil.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: DUASATUNEWS.COM
