Jakarta, (Duasatunews.com)— Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong meninjau langsung gudang Perum Bulog di Kolaka untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman. Ia menegaskan stok beras cukup dan harga tetap stabil. Ia juga mengimbau masyarakat tidak membeli beras secara berlebihan agar pasokan tetap terjaga.
Bahtra menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menilai stok beras Kolaka mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Distribusi Digenjot, Operasi Pasar Diperkuat
Bahtra meminta Bulog mempercepat penyaluran beras ke pasar. Ia mendorong jajaran Bulog rutin menggelar operasi pasar dan pasar murah guna menjaga harga tetap stabil.
Pemerintah daerah dan aparat keamanan mengawal distribusi di lapangan. Mereka memastikan pasokan bergerak cepat dari gudang ke pedagang lalu ke konsumen. Langkah ini menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.
Cadangan Beras Tetap Kuat
Kepala Bulog Kolaka, Ardiansyah, menyebut cadangan beras mencapai sekitar 18.793 ton. Ia memastikan jumlah tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua tahun ke depan.
Bulog juga menjaga ketersediaan gula pasir dan minyak goreng untuk mendukung stabilitas pangan. Bulog menyalurkan beras melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sehingga pedagang mengikuti harga yang pemerintah tetapkan.
Dampak bagi Stabilitas Ekonomi
Ketersediaan stok beras Kolaka memberi kepastian bagi masyarakat. Harga tetap terkendali dan distribusi berjalan lancar. Kondisi ini membantu pemerintah menekan inflasi pangan serta menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah menargetkan stabilitas ini terus berlanjut agar ekonomi daerah tetap kuat dan masyarakat memperoleh akses pangan yang cukup.
Tautan internal:
- Baca juga: Kebijakan cadangan beras pemerintah dan stabilitas pangan nasional
- Baca juga: Strategi operasi pasar dalam pengendalian harga bahan pokok
- Baca juga: Peran Bulog dalam menjaga distribusi pangan di daerah