Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » RI Perkuat Posisi Dagang, Temui USTR Bahas Investigasi Tarif AS

RI Perkuat Posisi Dagang, Temui USTR Bahas Investigasi Tarif AS

  • account_circle Retanto
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 253
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Duasatunews.com)Investigasi tarif AS Indonesia memasuki tahap lanjutan. Pemerintah Indonesia akan bertemu dengan United States Trade Representative (USTR) pada 12 Mei 2026 untuk mengklarifikasi data perdagangan yang telah disampaikan sebelumnya.

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan pertemuan ini bersifat prosedural. Pemerintah tidak menemukan persoalan baru dalam proses tersebut. Ia menegaskan komunikasi sebelumnya telah berlangsung secara daring dan kini berlanjut ke tahap tatap muka.

Pemerintah telah mengirim respons resmi pada 15 April 2026. Tim juga melampirkan dokumen pendukung sesuai permintaan pihak AS. USTR mengakui kelengkapan data tersebut dan akan melakukan konfirmasi lanjutan.

Isu utama dalam penyelidikan dagang

Investigasi ini merujuk pada kebijakan Section 301 of the Trade Act of 1974. Aturan tersebut menjadi dasar penilaian praktik perdagangan mitra Amerika Serikat.

Ada dua isu utama yang menjadi perhatian. Pertama, dugaan kelebihan kapasitas produksi. Kedua, indikasi praktik kerja paksa dalam rantai pasok industri.

Pemerintah menolak kedua tuduhan tersebut. Indonesia menyiapkan bukti bahwa ekspor nasional tidak melibatkan pengalihan produksi dari negara lain. Pemerintah juga memastikan industri dalam negeri mematuhi standar ketenagakerjaan internasional.

Strategi pemerintah hadapi proses ini

Pemerintah akan memperkuat posisi melalui data produksi dan rantai pasok. Tim menyiapkan informasi asal bahan baku serta jalur distribusi secara rinci. Langkah ini bertujuan menjaga kepercayaan pasar global.

Selain itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan pelaku industri. Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh rantai pasok berjalan transparan dan sesuai aturan internasional.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump masih menerapkan tarif global sebesar 10 persen selama 150 hari. Kebijakan ini memengaruhi arus perdagangan dan menjadi perhatian dalam hubungan dagang kedua negara.

Baca Juga

  • Dampak kebijakan tarif global terhadap ekspor Indonesia
  • Strategi pemerintah menjaga daya saing industri nasional
  • Perkembangan hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat
  • Upaya pemerintah menjaga stabilitas ekspor di tengah tekanan global
  • Penulis: Retanto
  • Editor: Wilda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taj Mahal: Monumen Cinta Abadi dari India

    Taj Mahal: Monumen Cinta Abadi dari India

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 519
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pada tahun 1983, UNESCO menetapkan Taj Mahal sebagai salah satu Situs Warisan Dunia. Penetapan ini menegaskan posisi Taj Mahal sebagai monumen bersejarah yang memiliki nilai budaya luar biasa bagi dunia. Taj Mahal memang dikenal karena kemegahannya. Namun, di balik keindahan arsitekturnya, monumen ini menyimpan kisah cinta dan tragedi yang mendalam. Bukan Masjid, […]

  • klaim Iran UEA terkait konflik di kawasan Timur Tengah

    Klaim Iran UEA Terlibat Konflik, Ini Respons dan Faktanya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Media pemerintah Iran melaporkan dugaan keterlibatan Uni Emirat Arab (UEA) dalam konflik yang sedang berlangsung di kawasan. Namun, hingga kini tidak ada pihak independen yang dapat memverifikasi klaim tersebut. Stasiun televisi milik negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), mengunggah pernyataan di platform X pada Sabtu (4/4/2026). Dalam unggahan itu, IRIB […]

  • Prabowo Salah Sebut Tahun MBG dalam Pidato Natal Nasional

    Prabowo Salah Sebut Tahun MBG dalam Pidato Natal Nasional

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 636
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan publik setelah keliru menyebut tahun saat memaparkan capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kekeliruan itu muncul dalam pidato Perayaan Natal Nasional 2025 di Jakarta, Senin (5/1/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah menyalurkan MBG kepada 55 juta penerima manfaat dalam kurun satu tahun. Namun, ia menyebut rentang […]

  • sejarah konflik Kalimantan dalam ilustrasi Tragedi Sampit dan Sambas

    Sejarah Konflik Kekerasan di Tanah Dayak: Tragedi Sampit dan Sambas

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 514
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Konflik kekerasan paling menonjol dalam sejarah modern masyarakat Dayak di Kalimantan tidak terjadi antarsesama suku Dayak. Sebaliknya, konflik besar yang sering disebut sebagai “perang” itu muncul dalam bentuk konflik komunal antara suku Dayak sebagai penduduk asli dan etnis pendatang, terutama etnis Madura. Dua peristiwa yang paling sering menjadi rujukan ialah Tragedi Sampit […]

  • Aksi pemuda Sulawesi Tenggara menjaga lingkungan

    Cerita Pemuda Sulawesi Tenggara: Dari Tanah Anoa untuk Keadilan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 618
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pemuda di Sultra tumbuh berdampingan dengan alam yang kaya dan masyarakat yang hidup sederhana. Sejak lama, dari pesisir hingga pegunungan Tanah Anoa, mereka menyaksikan langsung bagaimana tanah, laut, dan hutan menopang kehidupan sehari-hari. Namun demikian, di balik kekayaan alam tersebut, persoalan ketidakadilan dan kerusakan lingkungan terus menguji harapan generasi muda. Tumbuh dari […]

  • “Bahlil Lahadalia menyampaikan pernyataan terkait royalti tambang ditunda di Jakarta”

    Royalti Tambang Ditunda hingga Tax Amnesty Dipastikan Aman, Ini Deretan Isu Ekonomi yang Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 257
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)— Pemerintah menunda penerapan royalti baru sektor tambang dan memastikan peserta Tax Amnesty Jilid II tetap mendapat kepastian hukum. Sejumlah kebijakan ekonomi itu menjadi perhatian. Bahlil Tunda Royalti Tambang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menunda penerapan royalti baru untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas, dan perak. Bahlil mengambil keputusan itu setelah […]

expand_less