Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Rapunya Politik Kebijakan Pendidikan

Rapunya Politik Kebijakan Pendidikan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 338
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, DuaSatuNews.com — Pendidikan tidak berdiri sebagai sektor pelayanan publik semata. Negara menempatkannya sebagai instrumen strategis untuk menentukan arah masa depan bangsa. Namun, praktik kebijakan pendidikan di Indonesia justru menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Kekuasaan politik sering mengombang-ambingkan arah pendidikan, menghilangkan visi jangka panjang, dan mendorong lahirnya kebijakan yang reaktif. Pola ini terus berulang dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

Kebijakan Pendidikan yang Tak Pernah Konsisten

Inkonsistensi regulasi menjadi indikator utama rapuhnya kebijakan pendidikan. Setiap pergantian menteri hampir selalu memicu perubahan kurikulum, skema evaluasi, dan nomenklatur program. Pemerintah jarang memberi waktu cukup untuk menguji efektivitas kebijakan sebelumnya.

Akibatnya, sekolah dan guru harus terus menyesuaikan diri dengan sistem baru yang belum matang. Negara menjadikan pendidikan sebagai proyek jangka pendek, bukan agenda pembangunan berkelanjutan yang terencana.

Kepentingan Politik Menguasai Arah Pendidikan

Kekuasaan politik sering memanfaatkan pendidikan sebagai alat pencitraan. Pengambil kebijakan meluncurkan program pendidikan secara masif menjelang momentum politik, tanpa rencana keberlanjutan yang jelas. Pemerintah lebih mengejar dampak simbolik ketimbang hasil substantif bagi peserta didik.

Praktik ini menunjukkan lemahnya keberanian negara untuk melepaskan pendidikan dari kepentingan elite. Padahal, pendidikan membutuhkan stabilitas, konsistensi arah, serta keberpihakan nyata pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Guru dan Sekolah Menanggung Beban Kebijakan

Kebijakan yang rapuh langsung berdampak pada guru dan sekolah. Negara menuntut guru bersikap profesional, adaptif, dan inovatif, tetapi pada saat yang sama membebani mereka dengan administrasi berlebihan dan perubahan regulasi yang terus-menerus.

Pemerintah juga belum menjamin kesejahteraan guru secara adil, terutama bagi mereka yang bertugas di daerah terpencil. Negara sering menuntut kualitas tinggi tanpa menyediakan dukungan yang memadai.

Sekolah menghadapi ketimpangan yang semakin nyata. Di kota besar, fasilitas dan teknologi berkembang pesat. Sebaliknya, di daerah tertinggal, akses pendidikan dasar masih menjadi persoalan utama. Kebijakan yang seragam dan sentralistik gagal menjawab keragaman kondisi sosial serta geografis Indonesia.

Anggaran Besar Tanpa Dampak Signifikan

Negara mengalokasikan anggaran pendidikan dalam jumlah besar setiap tahun. Namun, peningkatan kualitas belum sejalan dengan besaran dana tersebut. Masalah utamanya terletak pada orientasi kebijakan dan tata kelola anggaran.

Tanpa visi jangka panjang dan pengawasan yang kuat, pemerintah hanya menjadikan anggaran pendidikan sebagai rutinitas administratif, bukan sebagai alat transformasi.

Menata Ulang Politik Kebijakan Pendidikan

Kondisi ini harus menjadi alarm serius bagi negara. Pemerintah tidak boleh terus menjadikan pendidikan sebagai arena eksperimen kebijakan dan kepentingan politik sesaat.

Negara perlu menunjukkan keberanian politik untuk membangun kebijakan pendidikan yang konsisten, berbasis kebutuhan nyata, dan berorientasi jangka panjang. Pemerintah harus menempatkan pendidikan di atas kepentingan elektoral, menjamin kesejahteraan guru, serta memastikan keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa.

Tanpa pembenahan mendasar, Indonesia berisiko kehilangan satu generasi—dan bangsa ini tidak mampu membayar harga semahal itu.

Rekomendasi Untuk Anda

  • rapat terbatas Presiden Prabowo di Kertanegara

    Rapat Terbatas Presiden Prabowo Digelar di Kertanegara

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Rapat terbatas Presiden Prabowo langsung menjadi agenda utama setelah Kepala Negara kembali ke Tanah Air dari kunjungan luar negeri.   JAKARTA, (duasatunews.com) — Presiden Prabowo Subianto tiba di Jakarta pada Jumat pagi setelah menyelesaikan lawatan resmi ke Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Setibanya di Tanah Air, Presiden langsung melanjutkan agenda pemerintahan tanpa […]

  • Obsesi Sukses Gen Z di Tengah Tekanan Ekonomi

    Obsesi Sukses Gen Z di Tengah Tekanan Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Obsesi sukses Gen Z semakin mencolok dalam beberapa tahun terakhir. Banyak anak muda memilih bekerja sambil kuliah, membangun bisnis sejak remaja, atau mencari lebih dari satu sumber penghasilan. Meski publik kerap menilai mereka ambisius, dorongan tersebut muncul sebagai respons atas tekanan sosial dan realitas ekonomi. Selain itu, Gen Z tumbuh di tengah […]

  • Anggaran BGN Ratusan Triliun Rupiah Bocor, KOGAMTI Minta Pecat Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Dadan Hindayana

    Anggaran BGN Ratusan Triliun Rupiah Bocor, KOGAMTI Minta Pecat Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Dadan Hindayana

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dugaan dapur fiktif MBG mencuat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi. Namun, temuan di lapangan menunjukkan banyak persoalan serius. Komite Generasi Muda Timur Indonesia (KOGAMTI) menemukan dugaan 12.000 dapur fiktif yang tersebar di berbagai daerah. […]

  • koruptor alirkan uang ke selingkuhan sebagai modus TPPU yang diungkap KPK

    Koruptor Alirkan Uang ke Selingkuhan Jadi Modus TPPU

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 82
    • 1Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//koruptor alirkan uang ke selingkuhan menjadi salah satu modus yang diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam praktik pencucian uang. Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menyebut pelaku kerap menyamarkan hasil korupsi melalui berbagai jalur. Ia menyampaikan hal tersebut dalam sosialisasi antikorupsi di Pengadilan Negeri Purwokerto, Minggu (19/4/2026). Ia menegaskan bahwa tindak pidana korupsi hampir selalu […]

  • Hujan ringan tahun baru Jakarta di malam pergantian 2026

    Hujan Ringan Tahun Baru Jakarta, Warga Rayakan Sederhana

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Penulis: Eni Samayati
    • visibility 441
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Hujan Ringan Tahun Baru Jakarta mewarnai pergantian tahun 2026 pada Rabu (1/1/2026). Sejak malam hingga dini hari, hujan turun di sejumlah wilayah Ibu Kota dan menghadirkan suasana sejuk saat warga menyambut awal tahun. Cuaca tersebut tidak menghambat aktivitas masyarakat. Warga Jakarta tetap menjalani malam pergantian tahun dengan tertib dan tenang. Banyak keluarga […]

  • Bulan menjauhi bumi saat fenomena supermoon Wolf Moon di langit London

    Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Menghilang

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 121
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Bulan terus bergerak menjauhi Bumi setiap tahun. Para ilmuwan mencatat jarak kedua benda langit ini bertambah sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Para peneliti mulai mengukur jarak Bumi dan Bulan sejak misi Apollo pada 1960-an. Astronot memasang reflektor khusus di permukaan Bulan. Ilmuwan kemudian memantulkan sinar laser dari Bumi menuju reflektor tersebut. Dari […]

expand_less