Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Rapunya Politik Kebijakan Pendidikan

Rapunya Politik Kebijakan Pendidikan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 282
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, DuaSatuNews.com — Pendidikan tidak berdiri sebagai sektor pelayanan publik semata. Negara menempatkannya sebagai instrumen strategis untuk menentukan arah masa depan bangsa. Namun, praktik kebijakan pendidikan di Indonesia justru menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Kekuasaan politik sering mengombang-ambingkan arah pendidikan, menghilangkan visi jangka panjang, dan mendorong lahirnya kebijakan yang reaktif. Pola ini terus berulang dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

Kebijakan Pendidikan yang Tak Pernah Konsisten

Inkonsistensi regulasi menjadi indikator utama rapuhnya kebijakan pendidikan. Setiap pergantian menteri hampir selalu memicu perubahan kurikulum, skema evaluasi, dan nomenklatur program. Pemerintah jarang memberi waktu cukup untuk menguji efektivitas kebijakan sebelumnya.

Akibatnya, sekolah dan guru harus terus menyesuaikan diri dengan sistem baru yang belum matang. Negara menjadikan pendidikan sebagai proyek jangka pendek, bukan agenda pembangunan berkelanjutan yang terencana.

Kepentingan Politik Menguasai Arah Pendidikan

Kekuasaan politik sering memanfaatkan pendidikan sebagai alat pencitraan. Pengambil kebijakan meluncurkan program pendidikan secara masif menjelang momentum politik, tanpa rencana keberlanjutan yang jelas. Pemerintah lebih mengejar dampak simbolik ketimbang hasil substantif bagi peserta didik.

Praktik ini menunjukkan lemahnya keberanian negara untuk melepaskan pendidikan dari kepentingan elite. Padahal, pendidikan membutuhkan stabilitas, konsistensi arah, serta keberpihakan nyata pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Guru dan Sekolah Menanggung Beban Kebijakan

Kebijakan yang rapuh langsung berdampak pada guru dan sekolah. Negara menuntut guru bersikap profesional, adaptif, dan inovatif, tetapi pada saat yang sama membebani mereka dengan administrasi berlebihan dan perubahan regulasi yang terus-menerus.

Pemerintah juga belum menjamin kesejahteraan guru secara adil, terutama bagi mereka yang bertugas di daerah terpencil. Negara sering menuntut kualitas tinggi tanpa menyediakan dukungan yang memadai.

Sekolah menghadapi ketimpangan yang semakin nyata. Di kota besar, fasilitas dan teknologi berkembang pesat. Sebaliknya, di daerah tertinggal, akses pendidikan dasar masih menjadi persoalan utama. Kebijakan yang seragam dan sentralistik gagal menjawab keragaman kondisi sosial serta geografis Indonesia.

Anggaran Besar Tanpa Dampak Signifikan

Negara mengalokasikan anggaran pendidikan dalam jumlah besar setiap tahun. Namun, peningkatan kualitas belum sejalan dengan besaran dana tersebut. Masalah utamanya terletak pada orientasi kebijakan dan tata kelola anggaran.

Tanpa visi jangka panjang dan pengawasan yang kuat, pemerintah hanya menjadikan anggaran pendidikan sebagai rutinitas administratif, bukan sebagai alat transformasi.

Menata Ulang Politik Kebijakan Pendidikan

Kondisi ini harus menjadi alarm serius bagi negara. Pemerintah tidak boleh terus menjadikan pendidikan sebagai arena eksperimen kebijakan dan kepentingan politik sesaat.

Negara perlu menunjukkan keberanian politik untuk membangun kebijakan pendidikan yang konsisten, berbasis kebutuhan nyata, dan berorientasi jangka panjang. Pemerintah harus menempatkan pendidikan di atas kepentingan elektoral, menjamin kesejahteraan guru, serta memastikan keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa.

Tanpa pembenahan mendasar, Indonesia berisiko kehilangan satu generasi—dan bangsa ini tidak mampu membayar harga semahal itu.

Rekomendasi Untuk Anda

  • negara dengan bahasa terbanyak di dunia Papua Nugini dan Indonesia

    Negara dengan Bahasa Terbanyak di Dunia: Indonesia Kedua

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 175
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah bahasa terbesar kedua di dunia. Negara kepulauan ini memiliki 721 bahasa yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Nusantara dan digunakan oleh ratusan kelompok etnis dengan latar budaya yang beragam. Di posisi teratas, Papua Nugini memimpin daftar negara dengan bahasa terbanyak di dunia dengan 841 bahasa. […]

  • Kilau Emas Sekotong di Ujung Hukum

    Kilau Emas Sekotong di Ujung Hukum

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 262
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menyedot perhatian publik. Kerusakan lingkungan tampak nyata di perbukitan wilayah tersebut. Lubang bekas galian, jalur kendaraan berat, serta endapan cairan kimia di sekitar aliran air menjadi bukti langsung dampak aktivitas tambang tanpa izin. Praktik pertambangan ilegal masih marak […]

  • KPK geledah DJP terkait dugaan korupsi pajak

    KPK geledah DJP terkait dugaan korupsi pajak

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 194
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – KPK geledah DJP Kementerian Keuangan di Jakarta untuk memperkuat penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di sektor perpajakan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan langkah ini bertujuan mengumpulkan bukti tambahan terkait dugaan suap pemeriksaan pajak.👉 Tautan internal: https://duasatunews.com/tag/kasus-korupsi Ketua KPK Setyo Budiyanto memastikan satuan tugas penyidik menangani langsung penggeledahan tersebut.“Benar. Satgas sedang melakukan penggeledahan […]

  • Prabowo Gelar Retret Kedua Kabinet Merah Putih di Hambalang

    Prabowo Gelar Retret Kedua Kabinet Merah Putih di Hambalang

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Retret kabinet Hambalang digelar Presiden Prabowo Subianto sebagai agenda konsolidasi internal pemerintahan di awal 2026, dengan melibatkan seluruh menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. JAKARTA, Duasatunews.com –Retret kabinet Hambalang digelar Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (6/1/2026) sebagai agenda konsolidasi internal pemerintahan yang melibatkan seluruh menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. Wakil Menteri Dalam […]

  • Ilustrasi wartawan Indonesia menjalankan tugas jurnalistik secara aman

    Putusan MK Tutup Celah Kriminalisasi Wartawan, Perlindungan Pers Menguat di HPN 2026

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 199
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kriminalisasi masih mengancam wartawan saat mereka mengungkap isu yang berdampak luas bagi publik. Pihak yang tidak puas terhadap pemberitaan kerap memilih jalur pidana. Langkah ini menekan kebebasan pers dan mengganggu hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang utuh. Isu Perlindungan Pers Menguat Menjelang HPN 2026 Isu perlindungan pers mengemuka menjelang Hari Pers Nasional […]

  • Penggeledahan PT Dana Syariah Indonesia oleh Bareskrim Polri

    Polri Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia Terkait Dugaan Fraud

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 220
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Penggeledahan PT Dana Syariah Indonesia dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri di Jakarta Selatan, Jumat (tanggal), terkait penyelidikan dugaan tindak pidana penipuan (fraud). Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak, membenarkan tindakan tersebut.“Tim penyidik Dittipideksus sore ini menggeledah kantor Dana Syariah Indonesia,” kata Ade […]

expand_less