Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Rapunya Politik Kebijakan Pendidikan

Rapunya Politik Kebijakan Pendidikan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 633
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, DuaSatuNews.com — Pendidikan tidak berdiri sebagai sektor pelayanan publik semata. Negara menempatkannya sebagai instrumen strategis untuk menentukan arah masa depan bangsa. Namun, praktik kebijakan pendidikan di Indonesia justru menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Kekuasaan politik sering mengombang-ambingkan arah pendidikan, menghilangkan visi jangka panjang, dan mendorong lahirnya kebijakan yang reaktif. Pola ini terus berulang dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

Kebijakan Pendidikan yang Tak Pernah Konsisten

Inkonsistensi regulasi menjadi indikator utama rapuhnya kebijakan pendidikan. Setiap pergantian menteri hampir selalu memicu perubahan kurikulum, skema evaluasi, dan nomenklatur program. Pemerintah jarang memberi waktu cukup untuk menguji efektivitas kebijakan sebelumnya.

Akibatnya, sekolah dan guru harus terus menyesuaikan diri dengan sistem baru yang belum matang. Negara menjadikan pendidikan sebagai proyek jangka pendek, bukan agenda pembangunan berkelanjutan yang terencana.

Kepentingan Politik Menguasai Arah Pendidikan

Kekuasaan politik sering memanfaatkan pendidikan sebagai alat pencitraan. Pengambil kebijakan meluncurkan program pendidikan secara masif menjelang momentum politik, tanpa rencana keberlanjutan yang jelas. Pemerintah lebih mengejar dampak simbolik ketimbang hasil substantif bagi peserta didik.

Praktik ini menunjukkan lemahnya keberanian negara untuk melepaskan pendidikan dari kepentingan elite. Padahal, pendidikan membutuhkan stabilitas, konsistensi arah, serta keberpihakan nyata pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Guru dan Sekolah Menanggung Beban Kebijakan

Kebijakan yang rapuh langsung berdampak pada guru dan sekolah. Negara menuntut guru bersikap profesional, adaptif, dan inovatif, tetapi pada saat yang sama membebani mereka dengan administrasi berlebihan dan perubahan regulasi yang terus-menerus.

Pemerintah juga belum menjamin kesejahteraan guru secara adil, terutama bagi mereka yang bertugas di daerah terpencil. Negara sering menuntut kualitas tinggi tanpa menyediakan dukungan yang memadai.

Sekolah menghadapi ketimpangan yang semakin nyata. Di kota besar, fasilitas dan teknologi berkembang pesat. Sebaliknya, di daerah tertinggal, akses pendidikan dasar masih menjadi persoalan utama. Kebijakan yang seragam dan sentralistik gagal menjawab keragaman kondisi sosial serta geografis Indonesia.

Anggaran Besar Tanpa Dampak Signifikan

Negara mengalokasikan anggaran pendidikan dalam jumlah besar setiap tahun. Namun, peningkatan kualitas belum sejalan dengan besaran dana tersebut. Masalah utamanya terletak pada orientasi kebijakan dan tata kelola anggaran.

Tanpa visi jangka panjang dan pengawasan yang kuat, pemerintah hanya menjadikan anggaran pendidikan sebagai rutinitas administratif, bukan sebagai alat transformasi.

Menata Ulang Politik Kebijakan Pendidikan

Kondisi ini harus menjadi alarm serius bagi negara. Pemerintah tidak boleh terus menjadikan pendidikan sebagai arena eksperimen kebijakan dan kepentingan politik sesaat.

Negara perlu menunjukkan keberanian politik untuk membangun kebijakan pendidikan yang konsisten, berbasis kebutuhan nyata, dan berorientasi jangka panjang. Pemerintah harus menempatkan pendidikan di atas kepentingan elektoral, menjamin kesejahteraan guru, serta memastikan keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa.

Tanpa pembenahan mendasar, Indonesia berisiko kehilangan satu generasi—dan bangsa ini tidak mampu membayar harga semahal itu.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa dan Rakyat Sultra: Benteng Terakhir Melawan Tambang Ilegal di Tanah Anoa

    Mahasiswa dan Rakyat Sultra: Benteng Terakhir Melawan Tambang Ilegal di Tanah Anoa

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 713
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Penambangan ilegal di Sulawesi Tenggara kini tidak lagi tersembunyi. Sebaliknya, aktivitas ini berlangsung terang-terangan, bahkan merobek hutan, mencemari sungai, dan menggerus ruang hidup masyarakat. Dalam konteks ini, kehadiran mahasiswa yang bersatu dengan warga bukan sekadar simbol perlawanan. Lebih jauh, mereka menjadi alarm keras atas kegagalan negara menjaga Tanah Anoa. Tambang Ilegal Terus […]

  • Airlangga Hartarto memberi keterangan pers usai pertemuan pembahasan krisis ekonomi 2008 di Istana Kepresidenan Jakarta

    Prabowo Kumpulkan Eks Pejabat Ekonomi Era SBY, Bahas Antisipasi Krisis dan Ketahanan Perbankan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 238
    • 1Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan pejabat ekonomi era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ke Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat. Pertemuan itu membahas pengalaman menghadapi krisis ekonomi 2008 untuk memperkuat antisipasi terhadap tekanan ekonomi global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden ingin mendengar pengalaman para tokoh ekonomi yang pernah menangani gejolak ekonomi nasional. […]

  • Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pembangunan gedung MUI di Bundaran HI

    Gedung MUI di Bundaran HI Masuk Agenda Strategis Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 664
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Gedung MUI Bundaran HI menjadi agenda strategis pemerintah untuk memperkuat kelembagaan umat Islam di pusat ibu kota. Untuk mewujudkan rencana tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Presiden menyampaikan rencana itu saat memberikan taklimat pada pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia […]

  • Susiwijono Moegiarso menjelaskan investigasi tarif AS Indonesia kepada media

    RI Perkuat Posisi Dagang, Temui USTR Bahas Investigasi Tarif AS

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) — Investigasi tarif AS Indonesia memasuki tahap lanjutan. Pemerintah Indonesia akan bertemu dengan United States Trade Representative (USTR) pada 12 Mei 2026 untuk mengklarifikasi data perdagangan yang telah disampaikan sebelumnya. Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan pertemuan ini bersifat prosedural. Pemerintah tidak menemukan persoalan baru dalam proses tersebut. Ia menegaskan komunikasi sebelumnya telah […]

  • Donald Trump batalkan kunjungan utusan terkait pembicaraan dengan Iran

    Donald Trump Batalkan Kunjungan Utusan ke Pakistan

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 377
    • 0Komentar

    WASHINGTON, (duasatunews.com) – Donald Trump batalkan kunjungan utusan ke Pakistan. Trump membatalkan perjalanan utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner yang seharusnya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, untuk membahas kesepakatan damai. Araghchi tiba di Pakistan pada Jumat (24/4/2026), namun meninggalkan negara itu pada Sabtu (25/4/2026) untuk melanjutkan perjalanan ke Oman dan […]

  • Pasutri Merokok Bawa Bayi di Palmerah, Polisi Terima Laporan

    Pasutri Merokok Bawa Bayi di Palmerah, Polisi Terima Laporan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Kasus pasutri bawa bayi di Palmerah menarik perhatian publik setelah sebuah video menyebar luas di media sosial. Video itu menampilkan pasangan suami istri yang merokok sambil mengendarai sepeda motor dan membawa seorang bayi di wilayah Palmerah. Kapolsek Palmerah, Gomos Simamora, membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban lebih dulu […]

expand_less