Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Rapunya Politik Kebijakan Pendidikan

Rapunya Politik Kebijakan Pendidikan

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 378
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, DuaSatuNews.com — Pendidikan tidak berdiri sebagai sektor pelayanan publik semata. Negara menempatkannya sebagai instrumen strategis untuk menentukan arah masa depan bangsa. Namun, praktik kebijakan pendidikan di Indonesia justru menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Kekuasaan politik sering mengombang-ambingkan arah pendidikan, menghilangkan visi jangka panjang, dan mendorong lahirnya kebijakan yang reaktif. Pola ini terus berulang dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

Kebijakan Pendidikan yang Tak Pernah Konsisten

Inkonsistensi regulasi menjadi indikator utama rapuhnya kebijakan pendidikan. Setiap pergantian menteri hampir selalu memicu perubahan kurikulum, skema evaluasi, dan nomenklatur program. Pemerintah jarang memberi waktu cukup untuk menguji efektivitas kebijakan sebelumnya.

Akibatnya, sekolah dan guru harus terus menyesuaikan diri dengan sistem baru yang belum matang. Negara menjadikan pendidikan sebagai proyek jangka pendek, bukan agenda pembangunan berkelanjutan yang terencana.

Kepentingan Politik Menguasai Arah Pendidikan

Kekuasaan politik sering memanfaatkan pendidikan sebagai alat pencitraan. Pengambil kebijakan meluncurkan program pendidikan secara masif menjelang momentum politik, tanpa rencana keberlanjutan yang jelas. Pemerintah lebih mengejar dampak simbolik ketimbang hasil substantif bagi peserta didik.

Praktik ini menunjukkan lemahnya keberanian negara untuk melepaskan pendidikan dari kepentingan elite. Padahal, pendidikan membutuhkan stabilitas, konsistensi arah, serta keberpihakan nyata pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Guru dan Sekolah Menanggung Beban Kebijakan

Kebijakan yang rapuh langsung berdampak pada guru dan sekolah. Negara menuntut guru bersikap profesional, adaptif, dan inovatif, tetapi pada saat yang sama membebani mereka dengan administrasi berlebihan dan perubahan regulasi yang terus-menerus.

Pemerintah juga belum menjamin kesejahteraan guru secara adil, terutama bagi mereka yang bertugas di daerah terpencil. Negara sering menuntut kualitas tinggi tanpa menyediakan dukungan yang memadai.

Sekolah menghadapi ketimpangan yang semakin nyata. Di kota besar, fasilitas dan teknologi berkembang pesat. Sebaliknya, di daerah tertinggal, akses pendidikan dasar masih menjadi persoalan utama. Kebijakan yang seragam dan sentralistik gagal menjawab keragaman kondisi sosial serta geografis Indonesia.

Anggaran Besar Tanpa Dampak Signifikan

Negara mengalokasikan anggaran pendidikan dalam jumlah besar setiap tahun. Namun, peningkatan kualitas belum sejalan dengan besaran dana tersebut. Masalah utamanya terletak pada orientasi kebijakan dan tata kelola anggaran.

Tanpa visi jangka panjang dan pengawasan yang kuat, pemerintah hanya menjadikan anggaran pendidikan sebagai rutinitas administratif, bukan sebagai alat transformasi.

Menata Ulang Politik Kebijakan Pendidikan

Kondisi ini harus menjadi alarm serius bagi negara. Pemerintah tidak boleh terus menjadikan pendidikan sebagai arena eksperimen kebijakan dan kepentingan politik sesaat.

Negara perlu menunjukkan keberanian politik untuk membangun kebijakan pendidikan yang konsisten, berbasis kebutuhan nyata, dan berorientasi jangka panjang. Pemerintah harus menempatkan pendidikan di atas kepentingan elektoral, menjamin kesejahteraan guru, serta memastikan keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa.

Tanpa pembenahan mendasar, Indonesia berisiko kehilangan satu generasi—dan bangsa ini tidak mampu membayar harga semahal itu.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Tanpa Korupsi Dinilai Jadi Fondasi Perubahan Bangsa

    Indonesia Tanpa Korupsi Dinilai Jadi Fondasi Perubahan Bangsa

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 482
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Indonesia tanpa korupsi akan mendorong perubahan mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam kondisi ini, negara dapat mengelola anggaran publik secara optimal untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi rakyat. Dengan demikian, setiap kebijakan publik akan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Selain itu, tata kelola pemerintahan yang bersih membantu negara […]

  • Korpasgat Evakuasi Longsor Cisarua, TNI AU Perkuat Operasi SAR

    Korpasgat Evakuasi Longsor Cisarua, TNI AU Perkuat Operasi SAR

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 265
    • 0Komentar

    BANDUNG BARAT, duasatunews.com — Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) melaksanakan evakuasi longsor di Cisarua sebagai bagian dari operasi kemanusiaan TNI Angkatan Udara, Selasa (27/1). Melalui pengerahan personel Korpasgat, TNI AU memperkuat pencarian dan penyelamatan korban bersama tim SAR gabungan di lokasi terdampak. Operasi Pencarian Masuk Hari Keempat Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I […]

  • Nakhoda baru, presiden Real Madrid bidik Jurgen Kloop

    Nakhoda baru, presiden Real Madrid bidik Jurgen Kloop

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Jürgen Klopp ke Real Madrid kembali menjadi sorotan utama sepak bola Eropa. Presiden Real Madrid, Florentino Pérez, secara aktif menyiapkan proyek jangka panjang demi menjaga dominasi Los Blancos di level tertinggi. (14/01/2026) Proyek Jangka Panjang Florentino Pérez di Real Madrid Selama bertahun-tahun, Florentino Pérez membangun Real Madrid dengan visi yang jelas. Karena […]

  • PT Sritex terkait perkara Eksepsi Bos Sritex dan kredit perbankan

    Bos Sritex Ajukan Eksepsi di Sidang Tipikor: Sebut Dakwaan Korupsi Kredit Rp1,3 Triliun Prematur

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 377
    • 0Komentar

    SEMARANG,Duasatunews.com — Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto, mengajukan eksepsi terhadap dakwaan jaksa penuntut umum. Keduanya meminta majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menolak dakwaan dugaan korupsi fasilitas kredit. Iwan Setiawan menyampaikan eksepsi tersebut dalam persidangan yang berlangsung pada Senin. Ia […]

  • Rapim TNI-Polri 2026 di Istana Merdeka dipimpin Presiden Prabowo Subianto

    Rapim TNI-Polri 2026: Delapan Arahan Presiden Prabowo

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Rapim TNI-Polri 2026 menjadi agenda strategis nasional untuk memperkuat sinergi pertahanan dan keamanan negara. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan delapan arahan utama kepada jajaran pimpinan TNI dan Polri dalam rapat pimpinan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin. Selanjutnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemerintah untuk pertama kalinya […]

  • RUU Perampasan Aset Dibahas DPR, Opsi Tanpa Putusan

    RUU Perampasan Aset Dibahas DPR, Opsi Tanpa Putusan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 347
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — RUU Perampasan Aset kembali menjadi fokus pembahasan di parlemen. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, melalui Badan Keahlian DPR RI, membahas rancangan undang-undang ini untuk memperkuat pemulihan aset negara dari tindak pidana. DPR menilai regulasi tersebut penting untuk memberi kepastian hukum. RUU Perampasan Aset Buka Opsi Tanpa Putusan Pidana Kepala Badan Keahlian DPR […]

expand_less